RADAR BOGOR – Mengemudi mobil matic di tengah kemacetan membutuhkan kebiasaan yang tepat, terutama saat kendaraan harus berhenti berulang kali.
Salah satu hal yang sering membuat pengemudi ragu adalah menentukan posisi tuas transmisi ketika mobil matic sedang berhenti.
Saat kondisi lalu lintas tersendat, sebagian pengemudi mobil matic memilih mempertahankan tuas transmisi di posisi Drive (D) sambil menginjak pedal rem.
Namun, ada pula yang memindahkannya ke posisi Neutral (N) ketika kendaraan berhenti.
Lantas, posisi transmisi mobil matic mana yang sebaiknya digunakan saat menghadapi kemacetan?
Kanal YouTube Tutor Nyetir membagikan panduan mengenai penggunaan transmisi mobil otomatis ketika menghadapi kondisi jalan yang macet.
Baca Juga: Nahkodai BEM se-Bogor, Khaiqal Sahid Bawa Semangat Kolaborasi
Penentuan posisi tuas transmisi pada dasarnya dapat disesuaikan dengan berapa lama kendaraan harus berhenti.
Berhenti Kurang dari 10 Detik
Ketika arus lalu lintas hanya berhenti sebentar atau durasinya kurang dari 10 detik, pengemudi disarankan tetap mempertahankan tuas transmisi pada posisi D.
Dalam kondisi stop and go seperti ini, pengemudi cukup menjaga mobil dengan menginjak pedal rem.
Ketika kendaraan kembali bergerak, pedal rem dapat dilepas dan pengemudi kembali mengoperasikan pedal gas.
Cara tersebut dinilai lebih praktis karena pengemudi tidak perlu berulang kali memindahkan tuas transmisi dari D ke N setiap kali kendaraan berhenti dalam waktu singkat.
Berhenti Lebih dari 10 Detik
Situasinya berbeda apabila mobil harus berhenti dalam waktu yang lebih lama, khususnya ketika durasinya sudah melebihi 10 detik.
Dalam kondisi tersebut, pengemudi disarankan memindahkan tuas transmisi dari D ke N.
Membiarkan transmisi tetap berada di posisi D sambil menahan pedal rem dalam waktu lama bukan hanya membuat kaki lebih cepat lelah, tetapi juga dapat meningkatkan beban kerja sistem transmisi otomatis.
Dengan memilih posisi N ketika kemacetan membuat kendaraan berhenti cukup lama, beban kerja transmisi dapat dikurangi.
Langkah ini juga disebut dapat membantu menekan risiko panas berlebih atau overheating serta mengurangi potensi keausan komponen transmisi lebih cepat.
Baca Juga: Camilan Murah, Dapur Uccyy Bogor, Dessert Cantik dan Lengkap Mulai Rp10.000-an
Selain berkaitan dengan perawatan komponen, kebiasaan mengatur posisi transmisi sesuai durasi berhenti juga dapat membantu efisiensi penggunaan bahan bakar kendaraan dalam aktivitas berkendara sehari-hari.
Karena itu, pengemudi mobil matic perlu memperhatikan kondisi lalu lintas dan lama kendaraan berhenti sebelum menentukan apakah tuas transmisi tetap di posisi D atau dipindahkan ke N. (Angga/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin