Ganti Boring Mesin Ternyata Bisa Picu Overheat Ulang? Ini Penyebabnya

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 19:33 WIB
Ilustrasi Overheat ulang pasca ganti boring mesin (YouTube AHA pedia)
Ilustrasi Overheat ulang pasca ganti boring mesin (Gemini AI)

RADAR BOGOR - Proses penggantian boring atau buring silinder pasca overheat ternyata tidak selalu menjadi solusi tuntas bagi kendaraan yang pernah mengalami kerusakan mesin akibat panas berlebih. 

Sebuah kasus menunjukkan bagaimana mobil yang telah menjalani penggantian boring justru kembali mengalami overheat parah beberapa waktu kemudian akibat celah mikro yang tidak terdeteksi sejak awal, dilansir dari kanal YouTube AHA pedia.

Bermula dari mobil yang sebelumnya pernah mengalami overheat hingga menyebabkan keausan pada silinder piston. Penanganan awal yang dilakukan saat itu adalah mengganti boring pada bagian silinder yang aus. 

Baca Juga: Tangerang 10K Diikuti Ribuan Pelari, The Ultimate10K Series Lanjut ke Semarang

Namun, proses pemasangan ulang boring tersebut ternyata menimbulkan efek samping berupa celah mikro antara water jacket dengan dinding silinder, yang pada akhirnya memicu kebocoran air ke dalam ruang bakar.

Overheat Berulang di Tengah Perjalanan Jauh

Beberapa waktu setelah proses penggantian boring dilakukan, mobil tersebut kembali mengalami overheat parah saat melintas di jalan tol dalam perjalanan jarak jauh. 

Gejala yang muncul cukup mencolok, yakni air yang muncrat saat mesin distarter, menandakan adanya kebocoran kompresi yang cukup serius pada bagian ruang bakar.

Baca Juga: Keeway Road Falcon 250, Motor Cruiser Mirip Honda Rebel yang Dijual di Bawah Rp60 Juta

Pengecekan lebih lanjut menggunakan radiator pressure tester menemukan adanya genangan air pada salah satu silinder, yang disebabkan oleh kebocoran ruang bakar yang merembes masuk ke water jacket melalui celah mikro hasil pemasangan boring sebelumnya.

Proses Overhaul Berulang Demi Menemukan Sumber Kebocoran

Proses perbaikan pada kasus ini terbilang cukup rumit, karena memerlukan pengecekan tekanan berulang kali menggunakan radiator pressure tester, bahkan sampai dua kali proses skrap ulang di bengkel bubut untuk memastikan permukaan silinder benar-benar presisi. 

Kebocoran halus yang ditemukan berasal dari celah mikro antara boring baru dengan dinding silinder, sebuah risiko yang cukup tinggi apabila dipaksakan untuk dibongkar ulang karena berpotensi membuat silinder mengalami keretakan.

Baca Juga: PLN Siapkan Talenta Muda Kendaraan Listrik Lewat Program Smart EV pada Hari Pelanggan Nasional

Solusi yang akhirnya diterapkan adalah mengganti gasket kepala silinder dari jenis plat menjadi berbahan asbes, guna menutup celah mikro tersebut. 

Meski demikian, penggunaan gasket asbes ini memiliki konsekuensi berupa momen pengencangan yang tidak bisa sepenuhnya mengikuti spesifikasi standar pabrikan, demi menghindari risiko gasket tersebut pecah saat proses pemasangan.

Kasus overheat berulang pasca penggantian boring ini menjadi pengingat penting bahwa proses perbaikan mesin akibat overheat memerlukan ketelitian ekstra, tidak sekadar mengganti komponen yang tampak rusak secara kasat mata. 

Baca Juga: KPM Harus Tahu, Penyaluran Bansos Beras Dilanjutkan hingga Akhir 2026

Pemilik kendaraan yang pernah mengalami overheat sebaiknya memastikan proses perbaikan dilakukan secara menyeluruh dengan pengujian tekanan yang memadai, guna mencegah risiko kerusakan berulang yang berpotensi memakan biaya dan waktu perbaikan jauh lebih besar di kemudian hari.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : YouTube AHA pedia
tips otomotif ganti boring mesin overheat berulang overhaul mesin mobil otomotif