RADAR BOGOR - Kerusakan pada sensor oksigen mobil kerap membuat pemilik kendaraan khawatir harus merogoh kocek dalam untuk penggantian komponen yang harganya bisa mencapai Rp2 juta lebih.
Namun ternyata, sensor oksigen yang bermasalah tidak selalu harus diganti baru, karena dalam banyak kasus komponen ini masih bisa dibersihkan dan kembali berfungsi normal.
Mengutip dari kanal YouTube AHA pedia, sensor oksigen yang terletak di bagian knalpot rentan mengalami penumpukan kotoran akibat sisa hasil pembakaran mesin, berbentuk seperti abu kecokelatan hingga kehitaman yang menempel di bagian sensor.
Baca Juga: Setir Mobil Tiba-tiba Berat? 3 Tanda Power Steering Mulai Bermasalah
Kondisi inilah yang sering menjadi penyebab munculnya indikator check engine pada dashboard mobil.
Gejala Sensor Oksigen Bermasalah
Gejala paling ringan biasanya hanya check engine menyala tanpa berdampak pada performa kendaraan.
Namun ada juga gejala yang lebih terasa, terutama saat mesin sudah panas setelah perjalanan jauh, di mana tarikan gas mendadak terasa kosong meski RPM sudah dinaikkan.
Baca Juga: Siap-siap Penyaluran Bansos PKH BPNT Tahap 4 Lebih Awal? Status KPM Jangan Exclude
Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah suara batuk-batuk pada knalpot disertai bau gas buang menyengat menyerupai comberan, berbeda dari bau bensin tipis pada kondisi normal.
Pada beberapa kasus, mobil manual berpotensi mati mendadak, sementara mobil matic cenderung sulit digas.
Bukan Hanya Kotoran, Soket Basah Juga Bisa Jadi Penyebab
Tidak semua kasus sensor oksigen menyala mengarah pada penggantian komponen baru.
Baca Juga: Resep Ayam Penyet Sambal Ijo Pedas Gurih, Ayam Garing dan Bumbu Meresap
Pada mobil dengan sistem dual oksigen sensor, sensor kedua biasanya diletakkan di bagian bawah dekat batang knalpot, rentan terkena genangan air saat melintasi jalan banjir.
Apabila penyebabnya adalah soket yang terkena air, pembersihan biasanya sudah cukup mengatasi masalah tanpa perlu mengganti sensor.
Namun jika kerusakan sudah mengarah ke bagian internal, penggantian komponen baru menjadi satu-satunya solusi.
Baca Juga: Modenas Brusky 125 Dibanderol Rp26,5 Juta, Bukan Kawasaki tetapi Dijual Kawasaki Indonesia
Cara Membersihkan Sensor Oksigen
Pembersihan dapat dilakukan menggunakan cairan engine conditioner atau brake cleaner yang disemprotkan pada kisi-kisi sensor, dibiarkan beberapa menit agar kotoran terangkat.
Alternatif lainnya adalah alat ultrasonic, di mana sensor dimasukkan ke cairan pembersih lalu digetarkan halus untuk merontokkan kotoran.
Meski demikian, proses ini tidak menjamin sensor kembali normal sepenuhnya jika kerusakan sudah pada komponen internal, sehingga pemantauan dengan scanner tetap perlu dilakukan beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Motor Matic Tidak Bisa Distarter? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Pertimbangan Sensor Original atau Aftermarket
Bagi yang mempertimbangkan sensor non-original atau KW, kualitasnya cenderung di bawah komponen original.
Pemasangan sensor aftermarket sebaiknya disertai pengecekan data monitor untuk memastikan nilai tegangan sesuai spesifikasi standar, guna menghindari munculnya kembali check engine akibat ketidaksesuaian pembacaan data oleh ECU.
Sensor oksigen umumnya baru bermasalah setelah kendaraan digunakan lebih dari 10 tahun, menjadikannya komponen yang tergolong awet.
Baca Juga: Wisata Alam Curug Mariuk Sukamakmur Bogor, Punya Jalur Trekking Menantang Selama 1 Jam
Bagi pemilik mobil dengan gejala serupa, disarankan melakukan pengecekan menyeluruh di sebelum memutuskan mengganti sensor secara mandiri, mengingat diagnosis memerlukan alat khusus dan pengetahuan standar nilai yang tepat.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube AHA pedia