Jangan Sembarangan Ganti Air Radiator Motor, Kerak Bisa Bikin Mesin Overheat

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 15:18 WIB
Radiator motor (YouTube kembang turi channel)
Radiator motor (YouTube kembang turi channel)

RADAR BOGOR - Pemilik motor radiator seperti Honda Vario 150 disarankan tidak sembarangan mengganti cairan pendingin dengan air keran, air sumur, atau air hujan. 

Kebiasaan tersebut dapat memicu munculnya kerak dan korosi di saluran radiator, sehingga sirkulasi cairan pendingin terganggu dan risiko mesin mengalami overheat semakin besar.

Dilansir dari kanal YouTube kembang turi channel yang membagikan pengalaman saat membongkar motor Vario 150 dengan kondisi cairan radiator yang sudah berubah menjadi keruh dan menyerupai lumpur berwarna kuning kecokelatan.

Baca Juga: Kaca Film Mobil Bisa Bikin Sinyal HP Lemot? Ternyata Bukan Karena Tingkat Kegelapannya

Air Radiator Bukan Sekadar Air Biasa

Cairan radiator atau coolant memiliki fungsi lebih dari sekadar membantu mendinginkan mesin. Cairan khusus radiator dirancang untuk membantu proses pendinginan sekaligus memberikan perlindungan terhadap korosi dan karat pada sistem pendingin.

Penggunaan air sembarangan dalam jangka panjang dapat meninggalkan endapan dan kerak di dalam selang maupun saluran radiator. Kondisi ini bisa menghambat aliran cairan pendingin.

Kerak Bisa Menyumbat Saluran Radiator

Radiator memiliki jalur berupa pipa-pipa kecil yang menjadi tempat cairan panas dari mesin didinginkan. Jika kerak menumpuk, sebagian jalur tersebut dapat menyempit bahkan tersumbat.

Baca Juga: Abu Vulkanik Tak Pengaruhi Air di Kota Bogor, Tirta Pakuan Pastikan Aman dari Zat Berbahaya

Akibatnya, proses pendinginan menjadi tidak maksimal. Cairan yang seharusnya sudah dingin bisa kembali ke mesin dalam kondisi masih panas sehingga suhu mesin terus meningkat.

Termostat Juga Bisa Ikut Bermasalah

Selain radiator, kerak juga dapat mengganggu kerja termostat. Komponen ini berfungsi mengatur aliran cairan pendingin berdasarkan suhu mesin.

Jika pergerakannya terganggu oleh kerak, termostat tidak dapat membuka atau menutup secara optimal. 

Baca Juga: Bikin Bangga! 3 Atlet Kota Bogor Bela Indonesia di Asian Games  2026 Jepang

Pada kondisi tertentu, masalah tersebut dapat menyebabkan radiator menyemburkan cairan pendingin atau mesin mengalami overheat.

Karena itu, ketika motor mengalami gejala seperti mesin cepat panas, radiator menyemburkan coolant, atau indikator suhu meningkat, sistem pendingin sebaiknya segera diperiksa.

Jangan Asal Pilih Cairan Pendingin

Untuk penggunaan sehari-hari, pemilik motor radiator sebaiknya menggunakan coolant yang memang diperuntukkan bagi sistem pendingin kendaraan. Cairan radiator juga perlu diganti secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan.

Baca Juga: 15 Tahun jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Bantu Pedagang Lepas dari Rentenir

Air mineral dapat digunakan sebagai solusi darurat ketika motor mengalami overheat dan membutuhkan tambahan cairan agar bisa ditangani sementara. Namun, setelah kondisi memungkinkan, cairan tersebut sebaiknya diganti kembali dengan coolant yang sesuai.

Jangan Tunggu Radiator Bocor

Masalah sistem radiator tidak selalu ditandai dengan kebocoran. Selama tidak ada cairan yang menetes, sebagian pemilik motor menganggap sistem pendingin masih normal.

Padahal, kerak, korosi, saluran tersumbat, dan termostat yang terganggu dapat terjadi tanpa kebocoran dari luar. Karena itu, perawatan air radiator menjadi bagian penting untuk menjaga suhu mesin tetap stabil dan mencegah kerusakan yang lebih besar.

Baca Juga: Remap ECU Bisa Bikin Mobil Lebih Irit BBM? Ini Penjelasannya

Penggunaan coolant yang tepat dan perawatan berkala dapat membantu menjaga radiator, termostat, water pump, serta sistem pendingin tetap bekerja optimal.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : YouTube kembang turi channel
tips otomotif aur radiator radiator motor motor Overheat motor