Ban Serep Hilang dari Mobil Modern, Ternyata Ini Alasan dan Resikonya

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 16:17 WIB
Ilustrasi mobil modern tidak ada ban serep lagi (YouTube mesin kerajaan)
Ilustrasi mobil modern tidak ada ban serep lagi (YouTube mesin kerajaan)

RADAR BOGOR - Ban serep yang selama puluhan tahun menjadi perlengkapan standar mobil kini mulai ditinggalkan pada sejumlah mobil modern. 

Sebagai gantinya, produsen menggunakan kompresor portabel, cairan penambal ban, atau ban run-flat, dilansir dari kanal YouTube mesin kerajaan.

Perubahan ini dilakukan untuk menghemat bobot, ruang, dan biaya produksi, tetapi membuat pengemudi harus lebih siap ketika mengalami ban bocor di perjalanan.

Baca Juga: Motor Lemas saat Boncengan dan Nanjak? Cek 3 Komponen Ini Sebelum Ganti Kampas Ganda

Mengapa Ban Cadangan Dihilangkan?

Salah satu alasan utama adalah pengurangan bobot kendaraan. Ban serep lengkap dengan dongkrak dan peralatan lainnya dapat menambah beban hingga puluhan kilogram. 

Bobot yang lebih ringan membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar pada mobil konvensional dan efisiensi daya pada mobil listrik.

Ruang juga menjadi pertimbangan. Area yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan ban serep dapat dimanfaatkan untuk menambah kapasitas bagasi, menempatkan komponen baterai pada mobil listrik dan hybrid, atau menyediakan ruang penyimpanan tambahan.

Baca Juga: Progres GOR Pajajaran Kota Bogor Capai 35 Persen, Akhir Tahun Mulai Dipakai untuk Porprov

Selain itu, penghilangan ban serep juga dapat menekan biaya produksi kendaraan. Penghematan tersebut menjadi semakin besar ketika diterapkan pada produksi kendaraan dalam jumlah besar.

Diganti Tire Mobility Kit

Sebagai pengganti ban serep, sejumlah mobil modern menggunakan tire mobility kit yang terdiri dari kompresor dan cairan sealant. Perangkat ini praktis dan tidak membutuhkan ruang sebesar ban cadangan.

Namun, pengguna perlu memahami keterbatasannya. Kit tersebut umumnya hanya efektif untuk kebocoran kecil pada area tapak ban. Jika ban mengalami robekan besar pada dinding samping atau velg bengkok, cairan penambal tidak dapat menjadi solusi.

Baca Juga: Daftar Bansos Cair Minggu Ke-3 September: Batas Cair KKS SI, PIP dan Perpanjangan Beras

Cairan sealant juga memiliki masa penyimpanan terbatas dan perlu diperiksa secara berkala agar tidak digunakan ketika sudah kedaluwarsa.

Ban Run-Flat Jadi Alternatif

Pilihan lainnya adalah ban run-flat. Ban jenis ini memiliki dinding samping yang diperkuat sehingga mobil masih dapat berjalan dalam kondisi tekanan udara hilang untuk jarak tertentu.

Meski praktis, ban run-flat memiliki konsekuensi berupa harga yang lebih mahal dan karakter berkendara yang cenderung lebih keras. Kenyamanan juga dapat berbeda dibandingkan penggunaan ban konvensional.

Baca Juga: Daftar Bansos Cair Minggu Ke-3 September: Batas Cair KKS SI, PIP dan Perpanjangan Beras

Jangan Lupa Risiko Saat Perjalanan Jauh

Ketiadaan ban serep memang membuat mobil lebih efisien dan memberikan ruang tambahan. Namun, kondisi tersebut juga menjadi pertimbangan penting bagi pengemudi yang sering bepergian jauh, terutama melewati daerah minim bengkel atau layanan bantuan.

Teknologi seperti TPMS (Tyre Pressure Monitoring System) dapat membantu mendeteksi perubahan tekanan ban lebih awal, tetapi tidak menghilangkan risiko ban mengalami kerusakan berat.

Karena itu, sebelum melakukan perjalanan jauh, pengemudi sebaiknya memastikan kondisi ban, tekanan udara, masa berlaku sealant, serta mengetahui apakah mobil menggunakan tire mobility kit atau ban run-flat. 

Baca Juga: Cilok Kriwil Tetelan Basta Cibinong, Jajanan Viral di Pakansari yang Wajib Dicoba Warga Bogor

Persiapan sederhana tersebut dapat mengurangi risiko terjebak ketika ban bermasalah di lokasi yang jauh dari bantuan.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : YouTube mesin kerajaan
ban serep ban cadangan monil modern Tire Mobility Kit otomotif