RADAR BOGOR - Meski secara kelas dan harga keduanya tidak benar-benar setara, motor Honda Vario Evo 160 dan Yamaha Aerox Alpha Turbo terus jadi bahan perbandingan karena tampilannya sama-sama mengusung gaya sporty dengan mesin yang berdekatan kapasitasnya: 155 cc dan 160 cc.
Secara harga, gap keduanya cukup jauh: Vario Evo ABS dibanderol sekitar Rp24 jutaan, sementara Aerox Alpha Turbo sudah menyentuh Rp39-40 jutaan.
Idealnya, Vario Evo justru head-to-head dengan Yamaha Lexi, sedangkan Aerox lebih pas dilawankan dengan varian standarnya sendiri.
Namun karena kemiripan desain sporty dan banyaknya permintaan audiens, komparasi ini tetap layak dilakukan.
Baca Juga: Mobil Overheat Jangan Langsung Buka Radiator, 8 Kesalahan Ini Bisa Bikin Mesin Rusak Parah
Desain: Ramping Agresif vs Berotot Gagah
Vario Evo tampil dengan wajah yang lebih tajam dan agresif dibanding generasi sebelumnya.
Desain lampu depan yang dulu bertumpuk tiga kini disederhanakan jadi satu garis tajam, memberi kesan lebih ramping.
Bagian belakang juga dipangkas dan diberi aksen carbon finishing sehingga siluetnya terlihat lebih singset.
Baca Juga: Kia All-New Seltos Punya Fitur Lengkap, ADAS Level 2 hingga Ban Serep Full Size
Aerox Alpha Turbo tetap konsisten dengan karakter "berotot" ala moge mini, bongsor, gagah, dan padat, mengingatkan pada tampilan R15 versi matic.
Perbedaan paling mencolok ada di kaki-kaki: Aerox mengusung ban depan 110 dan belakang 140, sementara Vario Evo hanya 100 di depan dan 120 di belakang, padahal lebar pelek belakangnya (3,5 inci) sebenarnya memungkinkan ban hingga 130.
Performa: Vario Lincah di Bawah, Aerox Unggul di Top Speed
Perubahan pada Vario Evo terletak pada mapping ECU yang menaikkan torsi jadi 14 Nm dan tercapai di rpm lebih rendah, membuat bukaan gas awal terasa lebih responsif meski bobotnya naik 1 kg jadi 118 kg.
Baca Juga: Ban Serep Hilang dari Mobil Modern, Ternyata Ini Alasan dan Resikonya
Aerox Alpha Turbo justru lebih berat (130 kg) namun unggul di start awal berkat fitur W-CVT yang mengunci rasio CVT di posisi ringan, membuat rpm mesin "ditahan" tinggi agar akselerasi bawah lebih ngacir.
Klaim tenaga kedua motor sama, 15,2 hp, dengan torsi Aerox unggul tipis 0,2 Nm, tapi karena power-to-weight ratio Vario lebih baik, hasil akselerasi 0-60 km/h dimenangkan Aerox, sedangkan 0-100 km/h dan 0-201 meter justru dikuasai Vario.
Di top speed, Aerox baru unggul lagi berdasarkan data GPS (118 km/h vs 117,5 km/h Vario).
Karakter harian keduanya pun berbeda: Vario terasa "nyentak" responsif di putaran bawah lalu melandai di tengah sebelum berteriak lagi di atas, sedangkan Aerox mengalirkan tenaga rata dari bawah ke atas, cocok untuk buka-tutup gas saat menyalip.
Baca Juga: Laher Roda Motor Baru Diganti Cepat Rusak? Ternyata Seal Bisa Jadi Biang Keladinya
Aerox varian W-CVT juga punya dua riding mode, T (Touring, lebih halus dan irit) dan S (Sport, lebih galak), plus fitur W-Shift untuk engine brake manual.
Konsumsi BBM: Vario Lebih Irit
Berkat bobot lebih ringan dan karakter mesin responsif di putaran bawah, Vario Evo mencatatkan konsumsi bahan bakar 45,3 km/liter untuk pemakaian harian di Jakarta. Aerox Alpha Turbo mencatat sekitar 40-41 km/liter pada mode T dan turun ke 36 km/liter saat mode S digunakan.
Posisi Berkendara: Lincah vs Santai
Baca Juga: Laher Roda Motor Baru Diganti Cepat Rusak? Ternyata Seal Bisa Jadi Biang Keladinya
Vario Evo menawarkan posisi berkendara khas motor anak muda, setang rendah, ramping, dan sempit, membuatnya lincah untuk manuver harian namun posisi duduk cenderung menunduk sehingga kurang nyaman untuk perjalanan jauh.
Aerox Alpha Turbo memberikan posisi lebih tegap dengan setang lebih tinggi dan lebar, pijakan kaki lebih maju, serta dek belakang yang lebih panjang sehingga kaki bisa diposisikan lebih fleksibel.
Soal jok, Aerox terasa lebih empuk di bagian depan namun makin ke belakang makin tipis sehingga guncangan jalan lebih terasa.
Secara dimensi, Vario lebih cocok untuk pengendara bertubuh mungil, sedangkan Aerox lebih nyaman bagi yang bertubuh tinggi.
Baca Juga: Jangan Sembarangan Ganti Air Radiator Motor, Kerak Bisa Bikin Mesin Overheat
Handling: Lincah vs Stabil
Bobot Vario yang lebih ringan membuatnya terasa lincah saat bermanuver di kepadatan lalu lintas.
Namun karakter suspensi belakangnya cenderung keras saat melewati jalan bergelombang. Aerox, dengan bobot lebih berat, ban lebih lebar, dan suspensi belakang ganda, terasa lebih stabil dan mantap saat menikung meski redaman terhadap jalan rusak juga belum ideal.
Untuk suspensi depan, jarak main Vario sedikit lebih panjang sehingga lebih jarang mentok, sementara Aerox, meski sudah mengadopsi komponen mirip NMAX, punya jarak main lebih pendek namun redaman awal terasa lebih matang.
Baca Juga: Sensor Oksigen Mobil Bermasalah, Ternyata Bisa Dibersihkan Tanpa Harus Ganti Baru
Fitur: LED Proyektor Aerox Lebih Unggul
Kedua motor sama-sama mengusung lampu full LED, namun Aerox Alpha Turbo unggul dengan LED proyektor berpola kotak yang membuat sorot lampu lebih fokus dan terang.
Lampu Vario Evo dinilai masih remang dan belum ada peningkatan berarti dari generasi sebelumnya.
Dari sisi suspensi depan, diameter tabung Aerox lebih besar (30 mm vs 26 mm milik Vario), namun Vario tetap menyertakan pelindung as sok yang justru dihilangkan pada Aerox Alpha Turbo.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Otomotif tv