Tips Mengatur Kaca Spion Mobil agar Aman, Kenali Patokan Jarak Saat Parkir dan Pindah Jalur

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 08:40 WIB
Spion mobil yang bisa dimaksimalkan fungsinya. (Foto: Kanal YouTube SuperMotif)
Spion mobil yang bisa dimaksimalkan fungsinya. (Foto: Kanal YouTube SuperMotif)

RADAR BOGOR – Pengaturan kaca spion mobil yang tepat bukan sekadar membuat pengemudi lebih mudah melihat kendaraan di belakang.

Spion mobil juga dapat menjadi patokan visual untuk memperkirakan jarak saat parkir, keluar dari area sempit, hingga melakukan perpindahan jalur.

Dengan memahami cara menyetel spion mobil dan membaca posisi kendaraan melalui pantulan cermin, pengemudi dapat melakukan berbagai manuver dengan lebih terukur. 

Kebiasaan tersebut juga membantu mengurangi potensi benturan ketika berkendara.

Mengutip panduan teknis dari kanal YouTube SuperMotif, langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah memastikan posisi kaca spion telah disesuaikan dengan benar.

Pada spion kanan, pengemudi dapat mengatur posisi hingga handle pintu depan sebelah kanan terlihat di bagian kiri bawah kaca spion.

Baca Juga: KKS Lama Tidak Cair Bertahun-tahun Kini Aktif Lagi, Ini Penyebab Status Exclude Bisa Berubah

Sementara pada spion kiri, handle pintu depan kiri diarahkan hingga berada di bagian kanan bawah cermin.

Pengaturan tersebut bertujuan memperluas area yang dapat dipantau pengemudi, termasuk bagian belakang kendaraan dan area trotoar di sisi mobil.

Kaca spion juga dapat dimanfaatkan sebagai acuan ketika pengemudi hendak memarkirkan mobil mendekati pembatas atau trotoar.

Caranya, perhatian diarahkan ke kaca spion kanan. Ketika bagian bawah cermin spion terlihat sejajar dengan garis trotoar.

Posisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa bagian depan kendaraan berjarak sekitar 10 sentimeter dari pembatas sehingga mobil dapat segera dihentikan.

Fungsi kaca spion lainnya dapat dimanfaatkan ketika mobil hendak keluar dari tempat parkir yang berada di antara kendaraan lain.

Pengemudi dapat menjalankan kendaraan secara perlahan sampai posisi spion sejajar dengan bagian paling depan kendaraan yang berada di samping.

Setelah posisi tersebut tercapai, setir dapat diputar ke arah yang diperlukan karena posisi bodi kendaraan dinilai sudah memiliki ruang yang cukup untuk menghindari bagian samping mobil menyerempet kendaraan di sebelahnya.

Untuk membantu memantau kondisi lalu lintas ketika akan berpindah jalur atau melakukan putar arah, pengemudi juga dapat menggunakan metode pembagian dua area pada kaca spion.

Ketika kendaraan yang berada di belakang masih tampak pada bagian sisi dalam kaca spion, yakni sisi kiri pada spion kanan.

Baca Juga: Warung Nini Kisamaun Tangerang, Kuliner Baru Bernuansa Jawa yang Estetik dan Instagramable

kondisi tersebut menunjukkan kendaraan di belakang masih berada pada jarak yang relatif jauh sehingga ruang untuk melakukan manuver masih tersedia.

Namun, situasinya berbeda apabila bayangan kendaraan dari belakang sudah berpindah ke sisi luar kaca spion.

Posisi tersebut menjadi tanda bahwa kendaraan berada dalam jarak yang lebih dekat sehingga pengemudi perlu meningkatkan kewaspadaan sebelum melakukan manuver.

Berbagai patokan visual pada kaca spion mobil tersebut dapat membantu pengemudi memperkirakan ruang dan jarak di sekitar kendaraan.

Dengan menggunakannya secara tepat, kewaspadaan selama berkendara dapat meningkat sekaligus membantu menghindari manuver yang berisiko menyebabkan benturan maupun kecelakaan. (Angga/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
Spion mobil pengemudi kendaraan