RADAR BOGOR – Takaran oli motor menjadi salah satu hal yang kerap diperhatikan pemilik kendaraan, terutama bagi mereka yang menggunakan sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari dengan intensitas tinggi.
Salah satu kebiasaan yang masih menjadi perdebatan adalah menambahkan volume oli motor melebihi kapasitas yang tercantum dalam rekomendasi pabrikan.
Ada pengguna yang menilai kelebihan oli motor berisiko mengganggu kinerja kendaraan.
Namun, di sisi lain, sebagian pengendara beranggapan penambahan volume oli justru dapat membantu menjaga pelumasan dan ketahanan mesin dalam penggunaan jangka panjang.
Kanal otomotif HND Garage turut memberikan penjelasan mengenai praktik menambah takaran oli motor tersebut, termasuk kondisi yang memungkinkan penggunaannya serta potensi dampaknya terhadap mesin.
Pada dasarnya, penambahan oli di atas kapasitas standar masih dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan sepeda motor.
Baca Juga: Cara Merawat Electric Power Steering Mobil agar Awet, Hindari Jalan Berlubang dan Banjir
Volume tambahan yang umum digunakan berada di kisaran 100 hingga 200 mililiter dari kapasitas oli yang direkomendasikan. Berikut sejumlah kondisi yang menjadi pertimbangan:
1. Motor Digunakan dengan Beban Kerja Tinggi
Sepeda motor yang digunakan secara intensif setiap hari membutuhkan perhatian lebih terhadap sistem pelumasannya.
Kondisi tersebut misalnya terjadi pada kendaraan yang dipakai pengemudi ojek online, kurir, maupun motor yang sering melintasi medan dengan tingkat beban kerja berat.
Dalam penggunaan seperti itu, tambahan volume oli disebut dapat membantu menyediakan pelumasan yang lebih optimal sekaligus mendukung pengendalian suhu serta ketahanan komponen mesin.
2. Sering Terlambat Mengganti Oli
Pengendara yang memiliki kebiasaan terlambat melakukan penggantian oli juga menjadi salah satu kondisi yang diperhitungkan.
Penambahan volume oli disebut dapat memberikan cadangan pelumas lebih banyak selama masa penggunaan.
Dengan begitu, ketika jadwal penggantian oli sedikit terlambat, masih terdapat volume oli yang dapat membantu menjaga komponen mesin dari gesekan berlebih.
Meski demikian, penambahan takaran oli tidak berarti jadwal penggantian oli dapat diabaikan. Penggantian secara berkala tetap diperlukan untuk menjaga kondisi mesin.
3. Motor Menggunakan Oil Cooler Tambahan
Kebutuhan volume oli juga dapat berubah ketika sepeda motor telah mendapatkan modifikasi berupa pemasangan oil cooler.
Komponen tambahan tersebut membutuhkan aliran oli untuk bersirkulasi menuju sistem pendingin.
Baca Juga: Kita Sering Lupa
Karena itu, volume oli perlu disesuaikan agar pasokan pelumas tetap mencukupi setelah sistem oil cooler dipasang.
Dampak Penambahan Takaran Oli Motor
Di balik manfaat yang disebut dapat mendukung durability atau ketahanan mesin, menambah oli melebihi kapasitas standar juga memiliki konsekuensi terhadap karakter kendaraan.
Salah satu efek yang mungkin dirasakan pengendara adalah laju sepeda motor menjadi sedikit lebih berat.
Kondisi tersebut berkaitan dengan bertambahnya beban kerja mesin karena ruang crankcase terisi cairan pelumas dalam jumlah lebih banyak.
Sementara itu, anggapan bahwa kelebihan oli dalam jumlah tertentu secara otomatis membuat oli meluap ke filter udara atau menyebabkan seal mesin rusak perlu dilihat dari penyebabnya.
Menurut penjelasan HND Garage, oli yang dapat naik ke bagian tertentu pada mesin tidak selalu disebabkan oleh penambahan volume oli.
Kondisi tersebut juga dapat terjadi apabila saluran pernapasan mesin atau crankcase breather mengalami penyumbatan akibat kotoran.
Dengan demikian, penambahan oli sekitar 100–200 mililiter dari kapasitas standar tidak serta-merta berarti mesin akan mengalami kerusakan, selama dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kendaraan dan batas yang sesuai.
Pabrikan kendaraan pun pada sejumlah produk menyediakan kemasan oli dengan volume yang sedikit lebih besar dibandingkan kebutuhan pengisian periodik.
Baca Juga: Cari Tempat Makan Unik di Bogor? Bumi Semboja Resto Punya Suasana Klasik dan Menu Menggoda
Hal tersebut salah satunya berkaitan dengan kebutuhan pengisian dan kemungkinan terjadinya penyusutan volume oli selama pemakaian.
Pada akhirnya, keputusan untuk menambah atau mempertahankan takaran oli sesuai rekomendasi pabrikan kembali kepada kebutuhan dan kondisi masing-masing sepeda motor.
Bagi pengguna yang mengejar ketahanan mesin karena kendaraan digunakan dengan intensitas tinggi, penambahan volume oli motor dalam batas tertentu dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan. (Irsyad/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin