RADAR BOGOR - Asap putih tipis dari knalpot motor 4-tak tidak selalu berarti piston sudah rusak. Bahkan ketika piston dan liner masih terlihat mulus, oli mesin tetap bisa masuk ke ruang bakar akibat celah ring piston yang terlalu lebar.
Dikutip dari kanal YouTube Silaban channel, kasus seperti ini perlu diperiksa lebih teliti sebelum langsung mengganti piston.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengukur gap ring piston menggunakan feeler gauge.
Baca Juga: Lincoln Model L100 Concept, Mobil Listrik Otonom Masa Depan dengan Kabin Mewah Tanpa Setir
Cek Gap Ring Piston di Dekat TMA
Ring piston dilepas kemudian dimasukkan kembali ke dalam liner. Setelah itu, ring diposisikan mendekati TMA atau Titik Mati Atas dan celahnya diukur menggunakan feeler gauge.
Dalam kasus yang diperiksa, celah ring mencapai sekitar 0,40–0,45 mm. Kondisi tersebut dinilai sudah cukup lebar dan berpotensi membuat oli masuk ke ruang bakar.
Pemeriksaan sebaiknya tidak hanya dilakukan di bagian tengah liner. Celah ring perlu dicek pada beberapa posisi karena diameter liner dapat berbeda akibat keausan.
Baca Juga: Terdeteksi Live Instagram Hendak Tawuran di Sukaraja Bogor, 17 Remaja Diciduk Polisi
Piston Mulus Belum Tentu Aman
Permukaan piston dan liner yang tidak memiliki baret parah belum tentu menunjukkan kondisi mesin masih ideal.
Jika clearance piston terhadap liner sudah terlalu longgar, terutama di bagian tertentu, celah ring dapat berubah dan menyebabkan kebocoran oli.
Untuk memastikan kondisi liner secara akurat, pengukuran menggunakan bore gauge diperlukan. Pemeriksaan berdasarkan rasa atau gerakan piston hanya dapat menjadi pemeriksaan awal.
Baca Juga: Update Pencairan Bansos PKH dan BPNT 15 September, KKS Lama Cair Hingga Rp1,2 Juta
Jangan Lupakan Seal Klep
Selain ring piston, seal klep dan bos klep juga perlu diperiksa ketika motor mengeluarkan asap putih.
Kebocoran pada seal klep dapat membuat oli masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar. Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh sebelum menentukan sumber masalah.
Jika liner sudah aus atau ukuran piston tidak lagi sesuai, perbaikannya dapat berupa penggantian piston dan proses oversize sesuai hasil pengukuran.
Baca Juga: Selang Pernapasan Gardan Motor Lepas Saat Dicuci? Jangan Disepelekan, Ini Resikonya
Motor Brebet dan Boros BBM Bisa Berasal dari TPS
Masalah lain yang sering muncul bersamaan adalah mesin sulit langsam, brebet, dan konsumsi BBM meningkat.
Pada kasus tersebut, penyebabnya ditemukan pada sensor TPS (Throttle Position Sensor) yang bermasalah.
Pembacaan posisi throttle yang tidak sesuai dapat membuat durasi penyemprotan injektor terlalu panjang sehingga bahan bakar menjadi boros.
Baca Juga: Takaran Oli Motor Ditambah 100–200 Ml, Aman atau Bisa Bikin Mesin Bermasalah?
Artinya, motor berasap putih dan motor boros BBM belum tentu memiliki satu penyebab yang sama. Sistem mesin dan sistem injeksi perlu diperiksa secara terpisah.
Selain itu, tidak boleh juga langsung dianggap sebagai tanda piston baret. Celah ring piston yang terlalu lebar atau kebocoran pada sistem klep juga dapat menjadi penyebab oli masuk ke ruang bakar.
Pengukuran dengan alat yang tepat penting dilakukan agar perbaikan tidak sekadar berdasarkan perkiraan.***
Editor : Asep SuhendarSumber : YouTube Silaban channel