RADAR BOGOR - Ketika sedang berkendara, indikator temperatur mesin mobil yang tiba-tiba naik mendekati zona merah atau istilahnya overheating tentu menjadi momen yang membuat panik.
Sayangnya, banyak pengemudi mobil justru melakukan tindakan spontan yang terlihat masuk akal, namun sebenarnya bisa memperparah kerusakan mesin saat alami overheating pada mesin mobil.
Overheating yang awalnya masih bisa ditangani dapat berkembang menjadi gasket head jebol, silinder head melengkung, oli kehilangan kemampuan melumasi, hingga mesin macet atau mati total.
Dilansir dari YouTube Tips Otomotif Channel, berikut delapan kesalahan umum saat mesin mobil mengalami overheating yang wajib dihindari.
Baca Juga: AC Mobil Bunyi Cetik dan Keluar Asap, Ternyata Penyebabnya Bukan Sekadar Kompresor
1. Memaksa Mobil Tetap Berjalan Meski Temperatur Sudah di Zona Merah
Kesalahan pertama dan paling berbahaya adalah terus memaksa mobil berjalan meskipun indikator temperatur sudah menunjukkan zona merah. Ketika mesin overheating, suhu kerja mesin sudah melebihi batas normal.
Jika dipaksa terus berjalan, panas akan terus meningkat, komponen mesin bisa mengalami pemuaian berlebihan, dan kemampuan pelumasan oli dapat menurun.
Pada kondisi yang semakin parah, temperatur tinggi ini dapat merusak gasket kepala silinder atau silinder head.
Baca Juga: Review Jujur Yamaha Nmax Neo: Shockbreaker Belakang Jadi Keluhan
Jadi, begitu indikator temperatur menunjukkan mesin terlalu panas, sebaiknya segera berhenti dengan aman daripada harus mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan mesin.
2. Langsung Membuka Tutup Radiator Saat Mesin Masih Panas
Sistem pendingin mobil bekerja dalam kondisi bertekanan. Ketika mesin overheating, tekanan di dalam sistem pendingin ikut meningkat.
Jika tutup radiator dibuka dalam kondisi tersebut, cairan pendingin yang panas dan bertekanan bisa menyembur keluar dan berisiko menyebabkan luka bakar pada tangan, wajah, atau bagian tubuh lainnya.
Ketika mobil overheat, jangan buru-buru membuka tutup radiator. Matikan kendaraan di tempat yang aman, lalu biarkan mesin dan sistem pendingin turun suhunya terlebih dahulu.
Baca Juga: Yamaha Jupiter Z Burhan 2006 Kembali Diburu, Motor Bebek Legendaris dengan Jok Empuk
3. Menyiram Mesin Panas dengan Air Dingin Secara Sembarangan
Menyiram bagian mesin dengan air dingin saat overheating memang bertujuan agar mesin cepat dingin, namun cara ini tidak selalu aman.
Perubahan temperatur yang sangat cepat dapat menimbulkan risiko thermal shock, terutama pada komponen yang sudah mengalami tekanan panas tinggi.
Selain itu, air yang disiramkan ke area mesin juga berisiko mengenai komponen kelistrikan. Yang lebih penting adalah menghentikan sumber masalah dan memberi waktu agar temperatur turun secara bertahap, bukan menyiram seluruh mesin dengan air dingin.
Baca Juga: Mobil Berebet dan Kurang Tenaga? Cek Platina, Bisa Jadi Pengapian Tidak Stabil
4. Menghidupkan Mesin Berkali-kali untuk Mencoba Melanjutkan Perjalanan
Sebagian pengemudi mematikan mesin setelah overheating, lalu beberapa menit kemudian menyalakannya kembali dan langsung dipakai berjalan. Ketika temperatur naik lagi, mesin dimatikan lalu dicoba lagi.
Cara seperti ini justru bisa memperparah kondisi jika penyebab overheating belum diketahui, misalnya sistem pendingin kehilangan cairan, kipas radiator tidak bekerja, termostat bermasalah, water pump mengalami gangguan, atau ada kebocoran pada sistem pendingin.
Selama penyebabnya belum diperbaiki, mesin berisiko kembali overheating. Mobil yang masih bisa berjalan belum tentu aman untuk terus digunakan.
Baca Juga: Karburator Boros BBM? Cek Nosel dan Main Jet, Bisa Jadi Ada Kebocoran
5. Hanya Menambahkan Cairan Coolant Tanpa Mencari Penyebab Berkurangnya
Ketika melihat cairan coolant berkurang, langkah pertama yang biasa dilakukan adalah menambahkannya kembali.
Padahal, yang lebih penting adalah mencari tahu penyebab berkurangnya cairan tersebut, apakah ada selang yang bocor, radiator mengalami kebocoran, reservoir bermasalah, water pump bocor, atau ada masalah lain yang lebih serius pada mesin.
Jika coolant terus berkurang dan hanya ditambah berulang kali tanpa mencari sumber masalahnya, overheating bisa kembali terjadi.
Baca Juga: Asap Putih Tipis dari Knalpot Padahal Piston Mulus? Ini Penyebabnya
6. Mengabaikan Tanda-Tanda Awal Overheating
Overheating biasanya tidak terjadi tanpa tanda. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain indikator temperatur naik, lampu peringatan suhu menyala, performa mesin menurun, muncul bau coolant, atau terlihat uap dari ruang mesin.
Pada beberapa mobil, sistem pendingin juga bisa menunjukkan gejala seperti level coolant yang berkurang atau kipas radiator yang tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Banyak pengemudi baru bereaksi setelah jarum temperatur berada di zona merah, padahal semakin cepat masalah diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan yang lebih serius.
Baca Juga: Aston Martin DB11 AMR 2019 Dibanderol Rp5,5 Miliar, Bawa Mesin V12 Twin-Turbo 630 HP
7. Langsung Melanjutkan Perjalanan Setelah Mesin Terlihat Dingin
Setelah mesin dimatikan dan temperatur terlihat turun, sebagian pengemudi langsung melanjutkan perjalanan.
Padahal, turunnya temperatur bukan berarti penyebab overheating sudah hilang. Jika masalahnya berasal dari kipas radiator, termostat, water pump, radiator bocor, atau komponen sistem pendingin lainnya, mesin bisa kembali panas setelah kendaraan berjalan beberapa kilometer.
Karena itu, setelah mengalami overheating, penting untuk mencari tahu penyebabnya, bukan hanya melihat apakah temperatur sudah kembali normal. Jika tidak yakin dengan kondisinya, pilihan yang lebih aman adalah meminta bantuan mekanik atau menggunakan jasa towing.
Baca Juga: Ganti Oli Shockbreaker Depan Motor Tanpa Bongkar Total, Ini Langkah Mudah dan Praktis
8. Menganggap Overheating sebagai Masalah Biasa
Kesalahan terakhir dan paling fatal adalah menganggap overheating sebagai hal yang wajar, misalnya dengan berpikir "namanya juga mobil tua, tambah air saja, besok juga normal."
Padahal overheating bisa menjadi tanda adanya masalah serius pada sistem pendingin atau mesin.
Jika dibiarkan berulang kali, biaya perbaikan yang harus dikeluarkan bisa jauh lebih besar dibandingkan jika masalah ditangani sejak awal.
Baca Juga: Kerak Oli di Mesin Motor Membandel? Ini Cara Membersihkannya dengan 3 Bahan Sederhana
Langkah yang Tepat Saat Mobil Overheating di Jalan
Berikut langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan ketika mobil mengalami overheating saat berkendara:
- Segera kurangi beban mesin dan cari tempat yang aman untuk berhenti.
- Jika memungkinkan, matikan mesin dan jangan terus dipaksa berjalan.
- Jangan langsung membuka tutup radiator ketika sistem masih panas dan bertekanan.
- Tunggu hingga kondisi cukup aman untuk melakukan pemeriksaan.
- Jangan mengambil risiko hanya karena ingin melanjutkan perjalanan.
Baca Juga: Yamaha R25 Generasi Pertama Naik Kelas Jadi 320 Cc, Tenaganya Tembus 40,9 HP
Jika penyebab overheating tidak jelas atau temperatur kembali naik setelah dicoba, lebih baik kendaraan diperiksa oleh bengkel atau dibawa menggunakan jasa towing. Overheating bukan sekadar masalah jarum temperatur yang naik.
Jika salah mengambil tindakan, masalah yang awalnya hanya berkaitan dengan sistem pendingin bisa berkembang menjadi kerusakan mesin yang jauh lebih mahal untuk diperbaiki.
Menghadapi mesin mobil yang overheating memerlukan ketenangan dan tindakan yang tepat.
Berhenti dengan aman, jangan membuka radiator saat panas, jangan memaksa mobil terus berjalan, dan pastikan mencari tahu penyebab overheating sebelum kendaraan digunakan kembali.
Dengan memahami kesalahan-kesalahan umum ini, risiko kerusakan mesin yang lebih parah dan biaya perbaikan yang membengkak bisa dihindari.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : youtube tips otomotif channel