Jangan Asal Tambah Oli Motor, Ada Risiko yang Mengintai

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 01:41 WIB
ILUSTRASI: Wajib tahu, jangan asal menambah oli pada motor.
ILUSTRASI: Wajib tahu, jangan asal menambah oli pada motor.

RADAR BOGOR - Takaran oli mesin motor, sering kali dianggap sebagai angka yang tidak boleh diganggu. 

Pemilik kendaraan, tinggal mengikuti kapasitas yang tercantum dalam buku manual, lalu menggantinya sesuai jadwal.

Namun, di lapangan muncul pertanyaan lain, bagaimana jika oli mesin diisi sedikit lebih banyak dari kapasitas standar pabrik?

Pertanyaan tersebut bukan tanpa alasan. 

Baca Juga: Cuma 2 Telur, Ini Resep Bolu Susu Vanilla Choco Lembut Anti Gagal untuk Pemula

Ada motor yang mengalami konsumsi oli cukup tinggi, kendaraan yang digunakan untuk bekerja sepanjang hari, hingga motor yang sudah berusia cukup tua. 

Kondisi seperti itu membuat sebagian pemilik memilih menambahkan oli sekitar 100–200 mililiter dari kapasitas normal.

Lantas, apakah langkah tersebut aman untuk mesin?

Kapasitas Oli Sudah Diperhitungkan Pabrikan

Mekanik bengkel Room Technology, Oki mengatakan, setiap sepeda motor memiliki kapasitas oli berbeda. 

Jumlahnya disesuaikan dengan konstruksi mesin, kapasitas bak oli, serta kebutuhan sistem pelumasan.

Karena itu, angka yang tercantum dalam buku manual seharusnya menjadi patokan pertama ketika melakukan penggantian oli.

Mengisi oli terlalu sedikit jelas berisiko karena komponen mesin bisa kekurangan pelumasan.

Namun, bukan berarti semakin banyak oli akan semakin baik.

Pengisian yang berlebihan juga dapat menimbulkan persoalan tersendiri, terutama jika jumlahnya jauh melampaui kapasitas yang ditentukan.

Tambahan 100–200 Ml Bisa Berkaitan dengan Kondisi Motor

Menurut pengalaman mekanik yang menjadi sumber pembahasan, tambahan oli dalam jumlah kecil dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Rumah Makan Sunda di Bogor, Harga Cukup Terjangkau

Salah satunya adalah motor yang mengalami konsumsi oli cukup tinggi atau sering mengalami penyusutan oli.

Pada kendaraan seperti ini, sedikit cadangan oli dapat membantu mengurangi risiko mesin bekerja dalam kondisi kekurangan pelumas.

Hal serupa dapat terjadi pada motor yang digunakan untuk aktivitas berat dengan mobilitas tinggi, seperti kendaraan operasional kurir atau pengemudi ojek online.

Nah, sobat Radar Bogor harus tahu bahwa motor yang bekerja dalam waktu lama tentu membutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi oli. 

Bukan berarti kapasitasnya boleh diisi sesuka hati, tetapi pemilik perlu lebih sering memeriksa level oli dan memastikan jumlahnya tidak sampai berada di bawah batas aman.

Motor dengan Oil Cooler Juga Perlu Diperhatikan

Pemasangan oil cooler tambahan juga dapat memengaruhi jumlah oli dalam sistem.

Komponen tersebut memiliki jalur dan ruang tambahan yang ikut menampung oli.

Karena itu, setelah pemasangan oil cooler, kapasitas sistem secara keseluruhan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan rekomendasi teknis perangkat tersebut.

Yang perlu diperhatikan bukan sekadar menambah oli sebanyak-banyaknya, melainkan memastikan level akhirnya tetap berada pada batas yang aman.

Oli Berlebih Tidak Membuat Mesin Semakin Awet

Ada anggapan bahwa semakin banyak oli, semakin aman pula mesin.

Padahal, anggapan tersebut tidak tepat jika pengisiannya sudah melewati batas yang semestinya.

Baca Juga: Lahan Perkebunan di Cileungsi Bogor Kebakaran, Penyebab Masih Ditelusuri

Oli yang terlalu banyak dapat membuat komponen mesin bekerja dalam kondisi yang tidak sesuai perancangan.

Pada mesin tertentu, pelumas yang berlebihan juga dapat menyebabkan oli teraduk lebih kuat oleh komponen bergerak sehingga berpotensi menimbulkan masalah.

Karena itu, tambahan sedikit dalam kondisi tertentu tidak dapat disamakan dengan mengisi oli secara berlebihan.

Jika kapasitas normal sebuah motor adalah 1 liter, misalnya, menambahkan sekitar 100–200 ml merupakan hal yang berbeda dengan mengisinya hingga 1,5 liter tanpa alasan teknis yang jelas.

Motor yang Sering Dipakai Ngebut Tidak Perlu Dikurangi Olinya

Dalam pembahasan mengenai kapasitas oli, terdapat pula anggapan bahwa oli perlu dikurangi agar motor terasa lebih ringan dan cepat.

Namun, pemilik motor harian sebaiknya tidak mengikuti pola tersebut begitu saja.

Takaran oli yang direkomendasikan pabrikan dibuat berdasarkan kebutuhan sistem pelumasan mesin.

Mengurangi volume oli demi mengejar performa dapat meningkatkan risiko jika level oli menjadi terlalu rendah.

Kebutuhan kendaraan balap tentu berbeda dengan motor yang digunakan sehari-hari.

Karena itu, setting mesin kompetisi tidak bisa langsung dijadikan patokan untuk kendaraan harian.

Masalah Besar Justru Bisa Datang dari Oli yang Kurang

Daripada terlalu fokus pada kelebihan 100–200 ml, pemilik motor justru perlu mewaspadai kondisi ketika volume oli terus berkurang.

Konsumsi oli dapat terjadi karena berbagai sebab, mulai dari kebocoran, keausan komponen mesin, hingga kondisi tertentu pada sistem pembakaran.

Jika level oli dibiarkan terus turun tanpa pemeriksaan, risiko kerusakan mesin menjadi jauh lebih besar.

Itulah sebabnya pemilik motor yang memiliki riwayat konsumsi oli tinggi sebaiknya rutin memeriksa dipstick atau indikator level oli, sesuai prosedur pemeriksaan pada model motornya.

Jangan Lupa Periksa Saluran Pernapasan Mesin

Salah satu persoalan yang juga perlu diperhatikan ketika oli terlihat naik atau terdorong menuju filter udara adalah sistem ventilasi atau pernapasan mesin.

Saluran tersebut berfungsi mengatur tekanan di dalam crankcase.

Jika jalurnya tersumbat atau mengalami gangguan, tekanan di dalam mesin dapat meningkat dan menyebabkan oli terdorong ke area yang tidak semestinya.

Kondisi ini terkadang disalahartikan sebagai akibat langsung dari pengisian oli berlebih.

Padahal, sebelum menyimpulkan penyebabnya, saluran pernapasan mesin juga perlu diperiksa. Pastikan tidak terdapat sumbatan, endapan, atau kerusakan pada komponen terkait.

Apakah Oli Berlebih Bisa Membuat Seal Bocor?

Kebocoran pada seal juga kerap dikaitkan dengan volume oli yang terlalu banyak.

Namun, penyebab seal mengalami kebocoran tidak selalu sesederhana itu.

Usia komponen, kondisi karet seal, tekanan di dalam mesin, serta masalah pada sistem ventilasi juga dapat berpengaruh.

Seal pada dasarnya merupakan komponen yang memiliki usia pakai.

Karena itu, ketika terjadi rembesan oli, pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh daripada langsung menyalahkan kapasitas oli.

Tambah Oli Boleh, Asal Ada Alasannya

Pada akhirnya, pengisian oli sedikit di atas angka penggantian standar tidak bisa dianggap sebagai aturan yang berlaku untuk semua motor.

Untuk mesin yang sehat dan tidak mengalami konsumsi oli berlebih, mengikuti kapasitas serta prosedur yang ditetapkan pabrikan merupakan pilihan yang paling aman.

Sementara pada motor dengan kondisi khusus, seperti konsumsi oli tinggi, penggunaan sangat berat, atau pemasangan oil cooler tambahan, kebutuhan oli dapat berbeda dan harus disesuaikan dengan kondisi sistem pelumasannya.

Hal yang paling penting adalah jangan sampai mesin kekurangan oli.

Menambahkan sedikit oli untuk mengantisipasi penyusutan tidak sama dengan mengisi oli secara berlebihan.

Sebaliknya, jika volume oli terus berkurang, pemilik kendaraan sebaiknya mencari penyebabnya agar masalah tidak berujung pada kerusakan mesin yang lebih serius.

Dengan memahami fungsi dan batas kerja oli, pemilik motor dapat menentukan perawatan berdasarkan kondisi kendaraan, bukan sekadar mengikuti anggapan bahwa semakin banyak oli berarti semakin baik. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
bogor motor oli