RADAR BOGOR – Kondisi ban mobil yang terlihat lebih cepat aus pada salah satu sisi sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah biasa.
Keausan yang hanya terjadi pada bagian tertentu ban mobil dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem roda, suspensi, hingga kebiasaan berkendara.
Jika dibiarkan, ban mobil yang aus tidak merata dapat memengaruhi kestabilan kendaraan ketika melaju.
Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan risiko saat mobil digunakan, terutama ketika melewati jalan basah atau melakukan manuver.
Karena itu, penting bagi pemilik kendaraan mengetahui penyebab ban mobil habis sebelah sekaligus langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.
Berikut enam penyebab ban mobil aus sebelah seperti dikutip dari Suzuki Indonesia:
Baca Juga: Goldang Corndog dan Topokki, Spot Jajan Korea di Tebet dengan Menu Kekinian
1. Membawa Muatan Berlebihan
Beban kendaraan yang terlalu berat, terlebih jika terkonsentrasi pada salah satu sisi, dapat membuat roda di bagian tersebut menerima tekanan lebih besar.
Kondisi ini menyebabkan ban bekerja lebih keras dan bagian yang menopang beban paling besar menjadi lebih cepat mengalami keausan.
Distribusi beban yang tidak seimbang juga dapat memengaruhi kestabilan kendaraan.
Selain itu, konsumsi bahan bakar berpotensi meningkat karena mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan.
2. Tekanan Angin Tidak Sesuai
Tekanan udara ban yang tidak mengikuti rekomendasi pabrikan merupakan salah satu faktor yang sering menyebabkan keausan tidak merata.
Ketika tekanan terlalu rendah, area permukaan ban yang bersentuhan dengan jalan menjadi lebih besar. Akibatnya, bagian sisi luar ban dapat mengalami pengikisan lebih cepat.
Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi membuat bagian tengah tapak ban menerima beban lebih besar sehingga lebih cepat aus.
Tekanan berlebih juga dapat membuat temperatur ban meningkat dan meningkatkan risiko kerusakan.
3. Shockbreaker Mengalami Masalah
Kondisi shockbreaker atau peredam kejut yang sudah lemah maupun mengalami kebocoran dapat memengaruhi kemampuan suspensi dalam meredam guncangan.
Ketika kinerjanya menurun, ban tidak selalu mendapatkan kontak yang optimal dengan permukaan jalan. Hal tersebut dapat memicu keausan pada bagian tertentu dari tapak ban.
Baca Juga: Resep Mangut Lele Khas Jogja, Gurih Pedas dengan Kuah Santan yang Meresap Sempurna
Beberapa tanda shockbreaker bermasalah antara lain mobil terasa limbung ketika menikung, terdengar suara gluduk dari area suspensi, serta terlihat rembesan oli pada bagian bodi shockbreaker.
4. Sudut Camber Tidak Sesuai
Camber merupakan sudut kemiringan roda apabila kendaraan dilihat dari arah depan.
Apabila camber terlalu negatif, dengan bagian atas ban mengarah ke dalam, atau terlalu positif, dengan bagian atas ban mengarah ke luar, permukaan ban tidak akan menapak secara merata.
Akibatnya, salah satu sisi tapak ban menerima gesekan lebih besar dengan permukaan jalan. Dalam jangka waktu tertentu, kondisi ini dapat membuat sisi tersebut lebih cepat gundul.
5. Pengaturan Toe atau Alignment Bermasalah
Selain camber, pengaturan toe juga berpengaruh terhadap keausan ban. Toe merupakan arah hadap roda jika kendaraan dilihat dari atas.
Pengaturan toe-in maupun toe-out yang tidak tepat, salah satunya akibat proses spooring yang kurang akurat, dapat membuat ban seolah-olah terseret ketika mobil bergerak.
Gesekan yang terjadi secara terus-menerus dapat mempercepat keausan pada sisi tertentu. Masalah alignment juga dapat memengaruhi kestabilan mobil ketika dikendarai.
6. Gaya Mengemudi Agresif
Kebiasaan mengemudi secara agresif turut mempercepat kerusakan dan keausan ban.
Akselerasi secara mendadak, pengereman keras, serta menikung dengan kecepatan tinggi membuat ban menerima tekanan lebih besar, termasuk pada bagian tertentu.
Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan keausan berlangsung tidak merata. Sebaliknya, gaya berkendara yang lebih halus dan stabil dapat membantu memperpanjang usia pemakaian ban.
Baca Juga: Peningkatan Sarana dan Prasarana Transportasi yang Berkualitas di Kabupaten Bogor
Cara Mengatasi Ban Mobil Habis Sebelah
Setelah mengetahui sejumlah penyebabnya, pemilik kendaraan juga perlu melakukan langkah perawatan agar masalah ban aus sebelah tidak semakin parah.
1. Ganti Ban yang Sudah Aus Parah
Jika tingkat keausan ban sudah ekstrem, penggantian ban menjadi langkah yang perlu dilakukan.
Ban yang aus pada salah satu sisi memiliki risiko lebih tinggi mengalami selip, terutama ketika kendaraan melintasi permukaan jalan licin atau saat menikung.
Periksa kondisi tapak ban secara berkala. Perhatikan apakah ketebalannya sudah menipis dan tidak merata.
Pemilik kendaraan juga dapat menggunakan Tread Wear Indicator (TWI) sebagai salah satu acuan untuk melihat batas keausan ban sesuai ketentuan yang berlaku pada ban tersebut.
2. Periksa Kondisi Ban dengan Dongkrak
Pemeriksaan sederhana dapat dilakukan dengan menggunakan dongkrak untuk mengangkat kendaraan hingga roda tidak menyentuh permukaan tanah.
Setelah itu, coba goyangkan ban ke berbagai arah. Apabila roda terasa oblak atau memiliki kelonggaran yang tidak semestinya, kondisi tersebut dapat mengindikasikan masalah pada bagian kaki-kaki.
Komponen seperti ball joint maupun bushing dapat menjadi bagian yang perlu diperiksa. Jika ditemukan gejala tersebut, kendaraan sebaiknya diperiksa lebih lanjut di bengkel.
3. Periksa dan Ganti Ball Joint Jika Aus
Ball joint yang mengalami keausan dapat membuat posisi roda berubah dan tidak lagi berada pada posisi yang seharusnya.
Pemilik kendaraan dapat mengamati posisi roda setelah mobil kembali diturunkan. Pemeriksaan dari arah depan maupun belakang dapat membantu melihat apakah posisi roda tampak tidak selaras.
Baca Juga: Peningkatan Sarana dan Prasarana Transportasi yang Berkualitas di Kabupaten Bogor
Jika ditemukan masalah pada ball joint, komponen tersebut perlu diperiksa dan diganti apabila memang sudah rusak. Penanganan yang tepat dapat membantu mengembalikan kestabilan sistem roda.
4. Cek Seluruh Komponen Kaki-Kaki
Keausan ban sebelah juga dapat berkaitan dengan kondisi kaki-kaki kendaraan. Suspensi, shockbreaker, dan bushing yang sudah aus dapat membuat tapak ban tidak bekerja secara optimal ketika bersentuhan dengan jalan.
Karena itu, pemeriksaan sistem kaki-kaki sebaiknya dilakukan secara rutin. Komponen yang ditemukan rusak perlu segera diperbaiki atau diganti agar keausan ban tidak semakin parah.
5. Rutin Spooring dan Balancing
Spooring dan balancing menjadi bagian penting dalam perawatan roda kendaraan.
Spooring dilakukan untuk membantu memastikan keselarasan sudut roda sesuai pengaturan yang dibutuhkan kendaraan. Sementara balancing bertujuan menjaga putaran roda tetap seimbang.
Perawatan ini dapat dilakukan secara berkala, salah satunya setiap 10.000 kilometer atau sekitar enam bulan sekali.
Dalam naskah sumber, biaya spooring disebut berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp20.000 per ban, sedangkan balancing sekitar Rp90.000 hingga Rp150.000 per ban. Biaya tersebut dapat berbeda bergantung pada bengkel dan jenis kendaraan.
6. Lakukan Rotasi Ban Secara Berkala
Rotasi ban dilakukan dengan memindahkan posisi ban untuk membantu membuat tingkat keausan lebih merata.
Sebagai contoh, posisi ban depan kanan dapat dipindahkan ke bagian belakang sesuai pola rotasi yang diperbolehkan untuk kendaraan dan jenis bannya.
Rotasi secara berkala, misalnya setiap 10.000 kilometer, dapat membantu mengurangi penumpukan beban keausan pada posisi ban tertentu sehingga umur pakainya berpotensi lebih panjang.
Baca Juga: Siswa SMK-SMAK Bogor Bikin Alat Cerdas untuk Belajar Kimia
7. Hindari Gaya Mengemudi Agresif
Cara berkendara juga perlu diperhatikan untuk menjaga kondisi ban. Kurangi kebiasaan melakukan pengereman mendadak, akselerasi secara agresif, maupun menikung dalam kecepatan tinggi.
Manuver tersebut memberikan tekanan lebih besar pada ban dan dapat mempercepat keausan pada bagian tertentu.
Sebaliknya, biasakan melakukan akselerasi secara bertahap, mengerem dengan halus, serta mengurangi kecepatan ketika melewati tikungan atau jalan yang rusak.
Pola berkendara yang lebih stabil membantu mendistribusikan tekanan secara lebih merata ke permukaan ban.
8. Pastikan Tekanan Angin Sesuai
Tekanan udara ban perlu diperiksa secara berkala, setidaknya satu kali dalam sebulan.
Pastikan tekanan mengikuti rekomendasi pabrikan yang biasanya tercantum pada stiker di bagian pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.
Tekanan udara yang sesuai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga performa, kenyamanan, sekaligus membantu memperpanjang usia ban.
Ban mobil yang habis sebelah pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan kondisi ban itu sendiri.
Baca Juga: Fall 2: Deadpoint Resmi Tayang di Bioskop Indonesia, Sajikan Teror Bertahan Hidup di Tebing
Masalah tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem kendaraan, mulai dari tekanan udara yang tidak tepat, distribusi beban berlebih, pengaturan sudut roda, hingga komponen suspensi yang sudah aus.
Karena itu, pemeriksaan rutin perlu dilakukan untuk menemukan penyebabnya. Spooring, balancing, rotasi ban mobil, pemeriksaan kaki-kaki, serta menjaga tekanan udara sesuai rekomendasi pabrikan dapat menjadi bagian dari perawatan untuk mencegah keausan tidak merata. (***)
Editor : Yosep Awaludin