RADAR BOGOR – Mengetahui tekanan angin ban mobil yang ideal menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga keselamatan sekaligus kenyamanan selama berkendara.
Tekanan angin ban yang terlalu rendah maupun berlebihan dapat memengaruhi pengendalian kendaraan dan kondisi ban.
Karena itu, pemilik mobil perlu memastikan tekanan angin pada setiap ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
Namun, masih banyak pengemudi yang belum mengetahui ukuran tekanan angin yang tepat untuk kendaraannya.
Cara Cek Tekanan Angin Ban Mobil yang Ideal
Setiap produsen mobil telah menentukan tekanan angin yang sesuai dengan karakteristik kendaraan, mulai dari bobot hingga kapasitas angkut.
Dengan begitu, pengemudi tidak perlu menentukan tekanannya berdasarkan perkiraan.
Baca Juga: WMoto Porter 125 Rp23 Jutaan, Irit 62 Km per Liter dan Punya Fitur Lengkap
Informasi mengenai tekanan ban biasanya dapat ditemukan dengan mudah. Pengemudi cukup membuka pintu di sisi pengemudi, kemudian melihat stiker yang terpasang pada bagian pilar atau bingkai pintu.
Stiker tersebut umumnya memuat informasi mengenai tekanan angin yang direkomendasikan untuk ban depan dan belakang, termasuk ketika kendaraan digunakan dengan kondisi muatan tertentu.
Selain melihat stiker pada pintu, informasi tekanan ban juga dapat ditemukan di buku manual kendaraan.
Berikut beberapa kisaran tekanan angin berdasarkan jenis mobil, seperti dikutip dari Suzuki Indonesia:
1. Mobil Tipe SUV (Sport Utility Vehicle)
SUV memiliki bodi yang relatif besar serta dirancang untuk menghadapi beragam kondisi jalan.
Karakteristik tersebut membuat kendaraan jenis ini umumnya membutuhkan tekanan angin yang lebih tinggi, yakni sekitar 35 hingga 40 Psi.
2. Mobil Tipe City Car/Hatchback
City car dan hatchback memiliki ukuran bodi yang lebih kompak dan bobot relatif ringan sehingga tekanan udaranya cenderung lebih rendah. Kisaran tekanan ban untuk jenis mobil ini berada di sekitar 30 hingga 36 Psi.
Baca Juga: HUT PMI ke-81, BNI Cabang Bogor Hadirkan Layanan Gerak di Grand Afiat RS PMI
3. Mobil Tipe MPV (Multi Purpose Vehicle)
MPV banyak digunakan sebagai kendaraan keluarga yang membawa penumpang sekaligus barang.
Karena beban yang dapat ditopang cukup besar, tekanan angin ban depan maupun belakang umumnya berada pada kisaran 35 hingga 40 Psi.
4. Mobil Tipe Sedan
Sedan lebih mengutamakan kenyamanan berkendara dan karakter suspensi yang relatif lembut.
Tekanan angin ban pada kendaraan jenis ini umumnya berada di kisaran 30 hingga 36 Psi.
Meski demikian, angka tersebut hanya merupakan gambaran umum berdasarkan tipe kendaraan.
Untuk mendapatkan tekanan yang benar-benar sesuai, pemilik mobil tetap harus mengikuti angka pada stiker rekomendasi resmi yang terdapat di bagian dalam pintu kendaraan.
Tips Mengatur Tekanan Angin Ban Mobil
Memahami cara mengatur tekanan ban dengan tepat penting dilakukan untuk mengurangi berbagai risiko selama berkendara. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Sesuaikan dengan Beban Kendaraan
Ketika mobil digunakan tanpa muatan berlebih, pengemudi dapat menggunakan tekanan angin standar untuk pemakaian sehari-hari.
Baca Juga: 6 Tanda Kampas Rem Mobil Habis, Jangan Diabaikan agar Tetap Aman Berkendara
Namun, jika kendaraan membawa penumpang penuh dan barang dalam jumlah banyak, tekanan angin dapat dinaikkan sekitar 2–3 Psi dari tekanan normal.
Penyesuaian tersebut bertujuan membantu ban menopang tambahan beban. Meski begitu, tekanan tetap tidak boleh melampaui batas yang tercantum pada stiker rekomendasi di pintu mobil.
2. Periksa Sebelum Perjalanan Jauh
Sebelum melakukan perjalanan jauh, mudik, maupun berkendara dalam waktu lama di jalan tol, kondisi tekanan ban perlu dipastikan terlebih dahulu.
Ban dengan tekanan terlalu rendah yang digunakan pada kecepatan tinggi dalam waktu lama dapat menghasilkan panas berlebih sehingga meningkatkan risiko kerusakan ban.
Pemeriksaan dan pengisian angin sebaiknya dilakukan ketika ban masih dalam kondisi dingin agar hasil pengukuran lebih akurat.
3. Perhatikan Kondisi Jalan
Karakteristik jalan yang dilalui juga perlu menjadi pertimbangan. Jika rute sehari-hari banyak melewati jalan rusak, berbatu, atau berlubang, tekanan angin dapat disesuaikan sekitar 1–2 Psi lebih rendah agar bantingan kendaraan terasa lebih nyaman.
Sementara itu, ketika mobil lebih sering digunakan di jalan beraspal mulus, tekanan sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan.
Tekanan yang sesuai dapat membantu kendaraan tetap nyaman dikendarai dan mendukung efisiensi bahan bakar.
Baca Juga: Indeks Bisnis UMKM BRI Q2-2026 Capai 102,1, Pelaku Usaha Masih Optimistis
4. Perhatikan Kondisi Cuaca Dingin dan Hujan
Perubahan suhu, termasuk ketika berkendara di wilayah pegunungan dengan temperatur lebih rendah, dapat memengaruhi tekanan udara di dalam ban.
Saat musim hujan maupun berada di daerah yang lebih dingin, pengemudi disarankan lebih rutin memeriksa tekanan ban menggunakan alat pengukur atau pressure gauge portabel.
Pemeriksaan berkala membantu memastikan tekanan ban tetap berada pada kondisi yang sesuai dan mendukung traksi kendaraan.
Tekanan Ban Depan dan Belakang, Apakah Harus Sama?
Pertanyaan lain yang kerap muncul adalah apakah tekanan angin ban depan dan belakang harus memiliki ukuran yang sama. Jawabannya bergantung pada karakteristik serta beban kendaraan.
1. Kondisi Normal, Ban Depan Bisa Lebih Tinggi
Dalam kondisi normal, bagian depan kendaraan umumnya menanggung beban yang lebih besar karena terdapat komponen seperti mesin dan transmisi.
Saat melakukan pengereman, distribusi bobot kendaraan juga cenderung berpindah ke bagian depan.
Oleh sebab itu, pabrikan pada sejumlah kendaraan dapat menetapkan tekanan ban depan sedikit lebih tinggi atau setidaknya sama dengan ban belakang. Pengaturan tersebut membantu menjaga karakter pengendalian kendaraan.
2. Kondisi Penuh Muatan, Ban Belakang Bisa Lebih Tinggi
Ketika mobil digunakan untuk perjalanan jauh dengan jumlah penumpang yang banyak dan bagasi penuh, kondisi distribusi beban dapat berubah.
Baca Juga: Kekeringan Meluas, Pemkab Bogor Gelar Salat Istisqa di Alun-Alun Tegar Beriman
Dalam situasi tersebut, ban belakang dapat membutuhkan tekanan angin lebih tinggi untuk menopang tambahan beban pada bagian belakang kendaraan. Namun, penyesuaian tetap harus mengikuti angka yang ditentukan oleh pabrikan.
Pentingnya Menjaga Tekanan Ban Tetap Ideal
Menjaga tekanan angin ban mobil sesuai rekomendasi pabrikan merupakan bagian penting dari perawatan kendaraan sekaligus keselamatan berkendara.
Tekanan yang tepat dapat membantu menjaga keausan ban tetap merata sehingga mengurangi risiko ban aus pada salah satu sisi. Tekanan ban yang sesuai juga dapat mendukung efisiensi konsumsi bahan bakar.
Yang tidak kalah penting, pemeriksaan tekanan ban secara rutin dapat membantu mengurangi risiko masalah ban saat kendaraan digunakan, termasuk ketika melaju di jalan tol.
Karena itu, pemeriksaan tekanan angin sebaiknya dijadikan kebiasaan, misalnya seminggu sekali dan sebelum melakukan perjalanan jauh. (***)
Editor : Yosep Awaludin