Bahlil Siapkan Aturan Baru BBM, Orang Kaya Bakal Dipersulit Beli Pertalite dan Biosolar

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 16:10 WIB
Ilustrasi. Pertalite dikabarkan akan kembali dibatasi untuk beberapa kategori. Foto: Pertamina
Ilustrasi. Pertalite dikabarkan akan kembali dibatasi untuk beberapa kategori. Foto: Pertamina

RADAR BOGOR – Pemerintah tengah menyiapkan aturan baru untuk memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi, seperti Pertalite dan Biosolar lebih tepat sasaran.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, aturan tersebut akan mengatur pembelian BBM subsidi, khususnya Pertalite dan Biosolar, agar hanya dapat diakses masyarakat yang memang berhak.

“Ya, memang kami lagi ada memformulasikan aturan BBM terbaru, khusus pembelian Pertalite dan Biosolar,” ujar Bahlil di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, 16 September 2026).

Baca Juga: Respons Keberatan Warga di Bojong Koneng Bogor, Sentul City Buka Ruang Diskusi

Bahlil menjelaskan, penyusunan aturan tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya peralihan atau shifting konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi agar penggunaan BBM subsidi tetap sesuai dengan peruntukannya.

Bahlil pun mengimbau masyarakat yang tergolong mampu untuk tidak menggunakan BBM subsidi. Ia menegaskan, Pertalite dan Biosolar seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi.

Baca Juga: CVT Motor Matic Bunyi Tek-tek Saat Awal Jalan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

“Makanya dalam berbagai kesempatan kan saya menganjurkan agar saudara-saudara yang mampu, yang mobilnya bagus, tolonglah kita jangan sampai memakai BBM subsidi,” tutur Bahlil.

“Karena BBM subsidi itu kan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” sambungnya.

Kelompok Desil 9 dan 10 Jadi Sorotan

Sebelumnya, pemerintah memang tengah menyiapkan skema penataan penyaluran Pertalite.

Salah satu pembahasannya berkaitan dengan kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan atau desil.

Baca Juga: CVT Motor Matic Bunyi Tek-tek Saat Awal Jalan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dalam skema tersebut, masyarakat yang masuk dalam desil 9 dan 10 direncanakan tidak lagi diperbolehkan mengonsumsi BBM subsidi.

Sebagai informasi, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraan. Setiap desil mencakup sekitar 10 persen keluarga dalam populasi.

Desil 9 dan 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. Sementara itu, desil 1 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Baca Juga: Mengenal Burnout, Rasa Lelah yang Kerap Menyelimuti Anak Muda, Begini Penjelasan Psikolog

Melalui penataan tersebut, pemerintah berupaya memastikan BBM subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang menjadi sasaran penerima manfaat.

 

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
bbm pertalite biosolar