RADAR BOGOR - Oli mobil yang mulai rembes atau menetes ke lantai jangan langsung dianggap sebagai masalah ringan.
Kebocoran dapat berasal dari beberapa bagian mesin dan jika dibiarkan, volume oli terus berkurang hingga berisiko mengganggu pelumasan serta meningkatkan panas mesin.
Kasus kebocoran oli yang dikutip dari kanal AHA Pedia menunjukkan bahwa sumber rembesan bisa lebih dari satu titik. Karena itu, menemukan lokasi oli yang menetes saja belum tentu cukup untuk mengetahui sumber masalah sebenarnya.
Baca Juga: Cek Fitur Baru Info GTK: Lacak Pencairan TPG September dan Seterusnya Jadi Lebih Mudah
1. Periksa O-Ring Sensor CKP
Salah satu bagian yang perlu diperiksa ketika oli merembes di area mesin adalah O-ring sensor CKP atau Crankshaft Position Sensor.
Seiring usia pemakaian, O-ring dapat mengeras, getas, bahkan rusak. Kondisi tersebut memungkinkan oli keluar dari area sensor dan mengalir ke bagian mesin lainnya.
Jika area sekitar sensor terlihat basah oleh oli, bagian O-ring perlu diperiksa untuk memastikan apakah kebocoran berasal dari sana.
Baca Juga: Bodi Motor Bekas Mulai Kusam? Nggak Perlu Cat Ulang, Begini Cara Bikin Kinclong Lagi
2. Cek Paking Cover Deksel
Paking cover deksel atau rocker cover juga menjadi salah satu titik yang perlu diperhatikan. Paking yang sudah rusak, getas, atau pemasangannya kurang tepat dapat menyebabkan oli merembes dari sisi cover maupun area baut.
Penggunaan sealer juga tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Pada konstruksi tertentu, sealer hanya diperlukan pada titik sambungan yang memang ditentukan, bukan dilapiskan ke seluruh permukaan paking.
Pemasangan yang tidak tepat justru dapat membuat kebocoran kembali muncul.
Baca Juga: Bodi Motor Bekas Mulai Kusam? Nggak Perlu Cat Ulang, Begini Cara Bikin Kinclong Lagi
3. Waspadai OCV yang Mengeluarkan Oli
Bagian lain yang perlu diperiksa adalah OCV atau Oil Control Valve. Kebocoran dari area ini cukup berbahaya karena posisi oli yang keluar dapat mengarah ke bagian bawah mesin.
Salah satu komponen yang berpotensi terkena adalah fanbelt. Jika fanbelt terus terkena oli, karet dapat berubah menjadi lengket, keriting, dan mengalami penurunan kondisi.
Fanbelt yang sudah terkena oli juga belum tentu langsung mengeluarkan suara. Karena itu, pemeriksaan sebaiknya tidak hanya mengandalkan munculnya bunyi.
Baca Juga: KPK Geledah Kantor BPN Kabupaten Bogor Pasca Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi HGB
4. Fanbelt Terkena Oli Sebaiknya Jangan Diabaikan
Ketika ditemukan oli pada fanbelt, jangan hanya membersihkan permukaannya lalu menganggap masalah selesai. Sumber kebocoran harus diperbaiki terlebih dahulu.
Fanbelt juga perlu diperiksa secara menyeluruh, termasuk tekstur karet dan kondisi jalur yang bersentuhan dengan puli. Jika kondisinya sudah berubah akibat paparan oli, penggantian dapat diperlukan.
Untuk kebocoran pada OCV, penggunaan lem sealer sebagai solusi sementara juga tidak menyelesaikan sumber masalah.
Baca Juga: Lampu Indikator ABS Tiba-tiba Menyala di Speedometer? Ini 3 Penyebab yang Perlu Diketahui
Pemeriksaan komponen dan O-ring perlu dilakukan, kemudian komponen yang rusak diganti dengan suku cadang yang sesuai.
5. Rutin Cek Dipstick dan Kolong Mobil
Kebocoran oli yang terus dibiarkan dapat membuat volume oli mesin berkurang. Kondisi ini berpotensi mengganggu sistem pelumasan dan membuat temperatur mesin meningkat.
Pemilik mobil sebaiknya membiasakan pemeriksaan sederhana, terutama pada kendaraan yang sudah berusia lebih dari lima tahun. Sebelum bepergian, perhatikan apakah ada tetesan oli di bawah mobil.
Baca Juga: Bahas RAPBD Perubahan 2026, DPRD Kota Bogor Minta Peserta BPJS PBI yang Terputus Diperhatikan
Selain itu, cek level oli menggunakan dipstick dan periksa cairan pendingin secara berkala. Jika level oli terus berkurang atau ditemukan rembesan baru, kendaraan sebaiknya segera diperiksa agar sumber kebocoran dapat ditemukan sebelum merusak komponen lain.
Intinya, oli mobil rembes bukan sekadar membuat lantai garasi kotor. Kebocoran dari sensor, paking, atau OCV bisa merembet ke komponen lain seperti fanbelt dan membuat volume oli mesin terus berkurang. Pemeriksaan sejak awal dapat mencegah kerusakan yang lebih luas.***
Editor : Asep SuhendarSumber : YouTube AHA pedia