Mobil Listrik Makin Ramai, Shell Ungkap Nasib Bisnis Pelumas Mesin Konvensional dan Hybrid

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 17:05 WIB
Ilustrasi. EVP Global Lubricants Shell beberkan fakta penjualan pelumas akibat mobil listrik. Foto: Shell
Ilustrasi. EVP Global Lubricants Shell beberkan fakta penjualan pelumas akibat mobil listrik. Foto: Shell

RADAR BOGOR – Pertumbuhan mobil listrik mulai mengubah peta industri otomotif. Meski demikian, kondisi tersebut belum serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap produk pelumas.

Shell melihat pasar mobil penumpang saat ini masih diisi oleh beragam jenis kendaraan, mulai dari mobil listrik atau electric vehicle (EV), hybrid, hingga mobil dengan mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE).

Mobil listrik memang terus mengalami peningkatan adopsi. Namun, kendaraan dengan mesin konvensional masih menjadi bagian terbesar dari pasar mobil penumpang.

Baca Juga: Persiapan Bansos Tahap 4, 3 Cara Usul Desil dan Bantuan Tambahan Akhir Tahun

Jason Wong, EVP Global Lubricants Shell, mengatakan kondisi tersebut membuat kendaraan dengan mesin pembakaran internal tetap menjadi salah satu segmen konsumen yang akan dilayani perusahaan.

“Jadi, adopsi kendaraan listrik sekarang semakin meningkat. Namun, dari sisi mobil penumpang, sebenarnya masih ada banyak kategori. Ada EV, ada hybrid, dan mayoritas masih menggunakan internal combustion engine atau mesin konvensional,” ujar Jason.

Menurutnya, kendaraan bermesin konvensional masih memiliki pasar yang cukup besar sehingga kebutuhan terhadap pelumas tetap ada.

Baca Juga: Rp900 Ribu BLT Kesra Tak Cair, Tapi KPM Masih Bisa Dapat Bansos Ini

“Itu merupakan segmen konsumen yang akan terus kami layani,” lanjutnya.

Kendaraan Hybrid Masih Butuh Pelumas

Sementara itu, peralihan menuju kendaraan hybrid juga belum membuat penggunaan pelumas sepenuhnya hilang.

Baca Juga: Roemah Nona, Tempat Makan di Bogor dengan Menu Roti Sisir hingga Bubur Hongkong

Jason menyebut sekitar 70-80 persen kendaraan hybrid masih membutuhkan produk pelumas.

Hal ini berkaitan dengan keberadaan mesin pembakaran internal yang tetap digunakan pada kendaraan hybrid.

“Kemudian, untuk hybrid, 70-80 persen masih membutuhkan lubricants. Jadi, tidak akan semuanya hilang begitu saja,” jelas Jason.

Shell juga mulai menyesuaikan produknya dengan perkembangan kendaraan listrik.

Untuk mobil listrik, perusahaan telah menyiapkan E-Fluids yang dirancang untuk kebutuhan kendaraan berbasis elektrifikasi.

Baca Juga: Dospulkam IPB University 2026 Gelar Webinar Transformasi Digital UMKM Olahan Perikanan

“Sementara untuk EV sendiri, kami sudah meluncurkan produk E-Fluids. Jadi, itu yang bisa kami tawarkan kepada konsumen yang menggunakan kendaraan listrik,” katanya.

Pabrik Shell di Bekasi Sasar Industri

Di sisi lain, Shell juga memiliki fasilitas Grease Manufacturing Plant (GMP) di Marunda, Bekasi.

Pabrik tersebut memiliki sasaran pasar yang berbeda karena produk gemuk atau grease yang dihasilkan terutama ditujukan untuk kebutuhan sektor industri.

Produk grease tersebut digunakan di berbagai bidang, mulai dari otomotif, manufaktur, pertanian, pertambangan hingga pembangkit listrik.

Baca Juga: Cak Imin Gebrak 1001 Pasar Rakyat di Ciomas Bogor, Dorong UMKM Punya Akses Pasar Lebih Luas

Salah satu penggunaannya adalah untuk komponen seperti bearing yang membutuhkan pelumasan agar dapat bekerja dengan baik.

Dengan perkembangan teknologi kendaraan yang semakin beragam, Shell pun menyiapkan produk pelumas dan fluida yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing segmen kendaraan maupun industri.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
pelumas mobil listrik shell hybrid