RADAR BOGOR - Tarikan motor karburator yang terasa lemot, terutama saat menanjak atau membawa beban, bisa disebabkan karet vakum karburator yang sudah kaku dan keras.
Pada Vario lama karburator, kondisi tersebut membuat piston skep tidak dapat terangkat dengan baik ketika gas ditarik sehingga respons mesin menjadi lambat dan tenaga berkurang, dikutip dari kanal Mulya motor.
Karet Vakum Keras Bisa Bikin Motor Loyo
Karet vakum merupakan salah satu komponen penting pada karburator tipe vakum. Ketika karet sudah mengeras karena usia pemakaian, gerakan piston skep dapat terganggu.
Baca Juga: Desain Helm Bertema Biota Laut Antar Siswa SMPN 16 Kota Bogor Raih Juara
Gejalanya biasanya terasa ketika motor membutuhkan tenaga lebih besar. Tarikan menjadi berat, respon gas lambat, dan tenaga terasa kurang ketika motor digunakan berboncengan atau melewati tanjakan.
Penggantian karet vakum menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan ketika ditemukan kondisi tersebut. Namun, pemasangannya tidak boleh dilakukan sembarangan.
Jarum Skep Lama Sebaiknya Jangan Langsung Diganti
Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat mengganti piston atau karet vakum adalah jarum skep. Jika paket penggantian menyediakan jarum skep baru, komponen tersebut tidak selalu harus langsung digunakan.
Baca Juga: Mobil Listrik Makin Ramai, Shell Ungkap Nasib Bisnis Pelumas Mesin Konvensional dan Hybrid
Dalam kasus yang dibahas, jarum skep lama tetap digunakan karena jarum baru bawaan paket penggantian dikhawatirkan tidak presisi dengan needle jet karburator bawaan. Ketidaksesuaian tersebut dapat membuat motor justru mengalami gejala berebet.
Artinya, sebelum mengganti seluruh komponen, pemilik motor perlu memastikan kecocokan jarum skep dengan karburator yang digunakan.
Jangan Sampai Karet Vakum Terjepit
Pemasangan karet vakum juga membutuhkan perhatian khusus. Lubang kecil pada piston skep perlu diarahkan ke bagian intake sesuai posisi pemasangannya.
Baca Juga: Anggaran BPJS Kesehatan Kota Bogor Hanya Naik Rp463 Juta, DPRD Soroti Kebutuhan Rp20,7 Miliar
Karet harus terpasang rata dan tidak boleh terlipat, terjepit, atau mengalami kebocoran. Posisi karet yang tidak tepat dapat mengganggu kerja sistem vakum sehingga piston skep tidak bergerak sebagaimana mestinya.
Untuk membantu karet tetap berada pada dudukannya saat kover vakum dipasang, sumber tersebut menyarankan penggunaan sedikit lem paking pada bibir dudukan karet agar posisinya tidak mudah bergeser atau terjepit.
Per Skep Tidak Perlu Dipotong
Bagian lain yang perlu diperhatikan adalah per atau pegas skep. Pegas bawaan karburator sebaiknya tetap digunakan dan tidak perlu dipotong untuk mengejar respons gas tertentu.
Baca Juga: Sekolah Pascasarjana Unpak Bogor Miliki Prodi Magister Akuntasi, Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru
Jika setelah karet vakum diganti gerakan skep masih lemah, pemeriksaan sebaiknya tidak berhenti pada komponen tersebut.
Kebersihan jalur karburator dan kondisi kompresi mesin juga perlu diperiksa karena keduanya dapat memengaruhi performa mesin.
Setelah karet vakum baru terpasang dengan benar dan jarum skep lama digunakan, respons tarikan gas pada kasus tersebut kembali lebih cepat dan bertenaga.
Baca Juga: Mau Beli Mobil Bekas? Kenali 5 Tanda Kampas Rem Mulai Habis Sebelum Terlambat
Tahap akhir dapat dilanjutkan dengan penyetelan baut angin karburator sesuai kebutuhan.
Kesimpulannya, mengganti karet vakum karburator bukan sekadar melepas komponen lama dan memasang yang baru.
Posisi karet, kondisi jarum skep, pegas, hingga kebersihan karburator perlu diperhatikan agar penggantian benar-benar memperbaiki tarikan motor, bukan malah menimbulkan masalah baru.
Editor : Rani Puspitasari SinagaSumber : YouTube Mulya motor