RADAR BOGOR - Masalah instalasi aki pada mobil diesel seperti Mitsubishi Canter perlu mendapat perhatian serius.
Dilansir dari kanal YouTube Sejoli Chanel Otomotif, ditemukan kabel dan dudukan aki yang terlalu dekat dengan bagian logam pada sistem kelistrikan 24 volt.
Kondisi tersebut berisiko menimbulkan hubungan pendek atau korsleting jika terjadi gesekan saat kendaraan bergerak.
Baca Juga: Spesifikasi Kawasaki W230 2026, Motor Klasik 233 CC dengan Tenaga 18 PS
Dudukan dan Kabel Aki Jangan Sampai Goyang
Pada sistem kelistrikan 24 volt, dua aki digunakan secara seri. Karena itu, posisi terminal, kabel, dan dudukan aki harus dipastikan aman serta tidak mudah bergerak.
Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan bagian pengaman aki yang longgar. Saat kendaraan melewati jalan tidak rata, komponen yang bergerak dapat membuat terminal atau kabel mendekati bagian logam pada bodi.
Jika bagian bertegangan menyentuh logam, arus listrik dapat mengalami korsleting. Kondisi tersebut bukan hanya dapat menyebabkan kelistrikan bermasalah, tetapi juga berpotensi menimbulkan panas berlebih dan kerusakan pada kabel.
Baca Juga: Andre Taulany dan Amanda Rigby Resmi Menikah, Warganet Malah Komentar Begini
Kabel Aki Perlu Diberi Pengaman
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperbaiki posisi kabel agar memiliki jarak yang cukup dari bagian tajam atau logam. Bagian kabel yang berpotensi bergesekan juga diberikan isolator atau pelindung.
Pelindung tersebut berfungsi mencegah lapisan kabel terkelupas ketika terjadi getaran dan gesekan. Hal ini penting karena kabel yang terkelupas dapat meningkatkan risiko hubungan pendek.
Selain itu, terminal aki dan bagian kutub aki juga dibersihkan. Komponen yang sudah rusak atau tidak dapat dikencangkan dengan baik sebaiknya diperiksa dan diganti agar sambungan listrik tetap aman.
Baca Juga: MG ZS Hybrid Plus Punya Spesifikasi Menarik: Tenaga 192 PS dan Bagasi 1.400 Liter
Perhatikan Sistem Kelistrikan 12 dan 24 Volt
Pada kendaraan dengan dua aki seri, pemilik juga perlu memahami jalur kelistrikannya. Dalam pemeriksaan tersebut, jalur tertentu merupakan jalur 12 volt, sedangkan rangkaian utama dua aki menghasilkan 24 volt.
Perbedaan jalur ini penting ketika melakukan perbaikan atau pemasangan aksesori. Kesalahan pemasangan kabel dapat menyebabkan gangguan kelistrikan hingga kerusakan komponen.
Beberapa bagian yang perlu diperiksa antara lain:
- Posisi dan kekencangan dudukan aki.
- Kondisi terminal serta kabel aki.
- Jarak kabel dari bagian logam atau tajam.
- Kondisi isolasi kabel.
- Kebersihan kutub aki.
- Pengaman agar aki tidak bergerak saat kendaraan berjalan.
- Jalur kelistrikan 12 volt dan 24 volt.
Baca Juga: Oli Gardan Motor Matic: Fungsi, Waktu Ganti, Cara Mengganti, dan Dampaknya Jika Telat
Aki Meledak Tidak Selalu Berawal dari Akinya
Risiko yang dibahas dalam pemeriksaan tersebut tidak semata-mata berasal dari kondisi baterai. Instalasi kabel, terminal, dudukan aki, serta perlindungan terhadap gesekan juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan sistem kelistrikan.
Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya tidak mengabaikan kabel yang longgar, terminal yang rusak, atau dudukan aki yang bergerak. Pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan potensi masalah sebelum berkembang menjadi korsleting atau kerusakan kelistrikan.
Setelah perbaikan, sebaiknya posisi aki dibuat lebih aman, terminal dibersihkan, sambungan diperbaiki, dan pengaman ditambahkan agar komponen tidak mudah bergerak.***
Editor : Asep SuhendarSumber : YouTube Sejoli Chanel OTOMOTIF