Waspada! Ada 11 Kesalahan Saat Menyalakan Mobil yang Diam-Diam Bisa Merusak Mesin

Eli Kustiyawati • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 09:56 WIB
Ilustrasi perbaikan mesin mobil (Anna Shvets/pexcel)
Ilustrasi perbaikan mesin mobil (Anna Shvets/pexcel)

RADAR BOGOR - Ternyata lebih dari 60 persen keausan mesin justru terjadi hanya dalam beberapa detik pertama setelah mesin mobil dinyalakan.

Sebagian besar kerusakan mesin bukan disebabkan oleh kecepatan tinggi atau perjalanan jauh, melainkan berasal dari kesalahan kecil yang dilakukan pengemudi setiap pagi saat memutar kunci atau menekan tombol start mobil.

Apa yang dilakukan dalam 30 detik pertama setelah mesin mobil hidup bisa menentukan apakah mesin mampu bertahan hingga 100.000 km atau bahkan 500.000 km.

Berikut 11 kesalahan umum saat menyalakan mobil yang perlu dihindari agar mesin tetap awet dalam jangka panjang.

Baca Juga: 7 Penyebab AC Mobil Tiba-Tiba Tidak Dingin, Jangan Buru-Buru Isi Freon

11. Langsung Menginjak Gas Setelah Mesin Hidup

Banyak pengemudi menyukai suara mesin yang meraung saat baru dinyalakan, sehingga langsung menekan pedal gas.

Padahal, saat mesin baru hidup, oli mesin masih dalam kondisi dingin dan belum sepenuhnya bersirkulasi ke seluruh komponen.

Akibatnya, komponen bergerak seperti piston, katup, dan ring piston saling bergesekan dengan pelumasan yang minim.

Baca Juga: Mesin Avanza Sering Overheat? Waspadai Water Pump Rusak, Ini Tanda dan Kisaran Harganya

Menginjak gas pada momen ini menciptakan gesekan ekstrem yang mempercepat keausan, bahkan bisa menggores dinding silinder dan memperpendek umur mesin secara drastis.

Solusinya, biarkan mobil idle setidaknya selama 30 detik sebelum menginjak gas, terutama saat pagi hari.

10. Mengabaikan Lampu Peringatan Saat Start

Lampu indikator di dashboard yang menyala saat mobil dinyalakan sering diabaikan oleh banyak pengemudi.

Baca Juga: Motor Ngebul dan Boros BBM, Ternyata Ini Penyebabnya

Padahal, lampu tersebut merupakan bagian dari sistem pengecekan bawaan kendaraan.

Mengabaikannya berarti berisiko melewatkan sinyal penting, seperti tekanan oli yang rendah atau alternator yang bermasalah, sehingga bisa membuat pengemudi berkendara dalam kondisi berbahaya tanpa disadari.

9. Menyalakan Mobil dengan Aksesoris Masih Aktif

Lampu, AC, dan audio yang masih menyala saat mesin dinyalakan akan membebani aki dan alternator secara berlebihan.

Meski tidak langsung merusak mesin, kebiasaan ini bisa menyebabkan proses start terasa lebih kasar dan mempercepat keausan komponen mesin dalam jangka panjang.

Baca Juga: Aki Mobil 24 Volt Bisa Korslet dan Meledak, Ini Penyebab yang Wajib Dicek

8. Menahan Kunci Terlalu Lama pada Posisi Start

Kebiasaan menahan kunci kontak terlalu lama pada posisi start bisa menyebabkan starter motor terus bergesekan dengan flywheel, sehingga merusak gigi starter dan menimbulkan getaran berlebih pada mesin.

Cara yang benar adalah melepaskan kunci segera setelah mesin hidup. Untuk mobil dengan tombol push start, cukup tekan sekali dan biarkan sistem bekerja secara otomatis.

7. Menginjak Pedal Gas Saat Start

Baca Juga: Gir Belakang Motor Goyang atau Oblak? Ini Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Kebiasaan ini merupakan warisan dari era mobil berkarburator. Namun pada mobil modern dengan sistem fuel injection, menginjak gas saat start justru berbahaya karena membuat campuran bahan bakar menjadi terlalu kaya, mengikis lapisan oli pada dinding silinder, dan mempercepat keausan mesin.

Cara yang benar adalah tetap melepaskan kaki dari pedal gas dan membiarkan ECU (Electronic Control Unit) mengatur proses starting secara otomatis.

6. Sering Melakukan Perjalanan Pendek dengan Start Berulang Kali

Mesin yang tidak pernah mencapai suhu kerja optimal akan menyimpan uap air dan sisa bahan bakar yang tidak terbakar sempurna di dalam oli, yang bisa menyebabkan sludge atau lumpur oli serta kerusakan jangka panjang pada mesin.

Baca Juga: Remote Keyless Motor Tidak Terhubung? Cek Bagian Ini Sebelum Ganti ECU

Solusinya, sesekali bawa mobil berjalan selama 20 hingga 30 menit agar seluruh sistem mesin bekerja secara optimal.

5. Terus Melakukan Start Saat Mesin Tidak Mau Hidup

Setiap kali mencoba start ulang, bahan bakar yang tidak terbakar akan masuk ke dalam silinder, menghilangkan lapisan oli pelindung, dan bisa membanjiri busi.

Kebiasaan ini juga berisiko membuat starter motor mengalami overheat dan aki cepat terkuras. Jika mesin tidak hidup setelah tiga kali percobaan, sebaiknya berhenti sejenak dan cari tahu penyebabnya terlebih dahulu.

Baca Juga: Spesifikasi Kawasaki W230 2026, Motor Klasik 233 CC dengan Tenaga 18 PS

4. Menyalakan Mobil Saat Setir dalam Posisi Mentok

Menyalakan mobil dengan posisi setir yang mentok ke salah satu sisi memberikan tekanan maksimum pada sistem power steering saat mesin masih dalam kondisi lemah.

Kondisi ini bisa merusak pompa, belt, hingga menyebabkan kebocoran pada sistem power steering. Biasakan untuk selalu memulai mesin dengan posisi setir lurus.

3. Menggunakan Oli Mesin yang Sudah Tua atau Terlalu Encer

Baca Juga: Spesifikasi Kawasaki W230 2026, Motor Klasik 233 CC dengan Tenaga 18 PS

Oli yang sudah kehilangan viskositasnya tidak lagi mampu melindungi permukaan logam secara optimal saat proses start up.

Akibatnya, komponen mesin saling bergesekan tanpa perlindungan yang memadai, sehingga mempercepat keausan dan membuat mesin lebih cepat menua dari usia sebenarnya.

2. Menyalakan Mobil dalam Posisi Gigi (Mobil Manual)

Menyalakan mobil manual dalam posisi gigi masih masuk bisa menyebabkan mobil meloncat secara tiba-tiba, memberikan beban besar pada starter dan kopling, serta berisiko merusak transmisi dan engine mounting.

Baca Juga: MG ZS Hybrid Plus Punya Spesifikasi Menarik: Tenaga 192 PS dan Bagasi 1.400 Liter

Selalu pastikan posisi transmisi dalam keadaan netral dan tetap menginjak kopling saat proses starting.

1. Menyalakan Mobil dengan Aki Lemah

Kesalahan paling fatal adalah menyalakan mobil dalam kondisi aki lemah. Aki yang lemah membuat putaran starter menjadi lambat, sehingga menyebabkan proses pembakaran tidak sempurna, bahan bakar tidak terbakar dengan baik, dan menimbulkan tekanan berlebihan pada berbagai sistem di dalam mesin.

Baca Juga: Oli Gardan Motor Matic: Fungsi, Waktu Ganti, Cara Mengganti, dan Dampaknya Jika Telat

Kesebelas kesalahan di atas mungkin terlihat sepele dan sering dilakukan tanpa disadari, namun dampaknya bisa sangat signifikan terhadap usia pakai mesin dalam jangka panjang.

Dengan mengubah kebiasaan sederhana saat menyalakan mobil, seperti membiarkan mesin idle sejenak, memastikan aksesoris dalam kondisi mati, menjaga kualitas oli, hingga memastikan posisi gigi netral sebelum start, mesin mobil berpotensi tetap awet dan bekerja optimal meski sudah digunakan selama puluhan tahun.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : youtube tips otomotif channel
kerusakan mesin mobil mesin mobil Kesalahan