RADAR BOGOR – Membeli mobil bekas membutuhkan ketelitian agar calon pembeli tidak mendapatkan kendaraan dengan masalah tersembunyi yang justru menguras biaya setelah transaksi.
Selain mengecek kondisi eksterior dan interior, calon pembeli mobil bekas juga perlu memperhatikan kondisi mesin, riwayat kilometer, hingga bekas kecelakaan pada kendaraan.
Dikutip dari YouTube @mekanikkw1362, terdapat tiga ciri mobil bekas yang sebaiknya menjadi perhatian serius sebelum memutuskan untuk membeli.
Menurut mekanik dalam video tersebut, apabila menemukan salah satu dari kondisi tertentu, calon pembeli sebaiknya mempertimbangkan kembali kendaraan tersebut meskipun ditawarkan dengan harga murah.
Pasalnya, masalah pada mobil bisa saja berlanjut dan menimbulkan kerusakan lain. Kendaraan yang awalnya terlihat murah justru berpotensi membutuhkan biaya perbaikan berulang.
1. Ada Sludge atau Lumpur Oli di Mesin
Hal pertama yang disarankan untuk diperiksa adalah bagian tutup pengisian oli mesin.
Baca Juga: Bisnis Sepi Terus? 10 Hal Ini Sering Tak Disadari Pemula
Calon pembeli dapat membuka tutup pengisian oli untuk melihat kondisi bagian dalam mesin.
Jika ditemukan sludge atau lumpur oli yang sudah menebal dan membentuk kerak, kondisi tersebut patut diwaspadai.
Menurut penjelasan dalam video, munculnya sludge tidak selalu disebabkan penggunaan oli palsu.
Oli yang berkualitas pun dapat menimbulkan masalah serupa apabila pemilik kendaraan sebelumnya tidak melakukan penggantian oli secara rutin.
Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan menunda penggantian oli. Dalam video tersebut disebutkan bahwa penggantian oli sebaiknya dilakukan maksimal sekitar 5.000 kilometer atau enam bulan, tergantung penggunaan dan rekomendasi kendaraan.
Apabila penggantian oli terlalu lama ditunda, kotoran dan endapan dapat menumpuk di dalam mesin hingga membentuk sludge.
Lantas, apakah mesin yang sudah dipenuhi sludge tebal bisa dibersihkan menggunakan cairan flushing?
Mekanik tersebut mengingatkan agar tidak sembarangan melakukan engine flushing pada mesin yang sludge-nya sudah tebal dan mengeras.
Cairan flushing memang dapat digunakan pada kondisi tertentu, misalnya ketika endapan masih tipis dan belum membentuk kerak.
Namun, jika sludge sudah menumpuk tebal, proses flushing justru berpotensi membuat endapan terlepas dalam bentuk gumpalan.
Baca Juga: PPPK Kesehatan di Rumah Sakit Pemerintah: Apa Saja Hak yang Didapat?
Gumpalan tersebut dapat menyumbat lubang-lubang saluran oli atau jalur pelumasan di dalam mesin.
Akibatnya, distribusi oli ke berbagai komponen mesin dapat terganggu. Ketika pelumasan tidak berjalan dengan baik, suara mesin bisa menjadi lebih kasar dan risiko kerusakan komponen meningkat.
Karena itu, apabila sludge sudah terlalu tebal, solusi yang disebutkan dalam video adalah melakukan pembongkaran mesin untuk membersihkan endapan secara menyeluruh.
2. Kilometer Mobil Diduga Sudah Diputar
Ciri kedua yang perlu diperhatikan adalah angka kilometer kendaraan. Praktik memundurkan atau mengubah angka odometer dapat membuat mobil terlihat seolah-olah memiliki jarak tempuh rendah sehingga lebih menarik bagi calon pembeli.
Dalam video tersebut, mekanik mengaku pernah menemukan mobil yang jarak tempuh sebenarnya hampir mencapai 200.000 kilometer, tetapi angka pada odometernya telah diubah menjadi sekitar 15.000 kilometer.
Kondisi mobil tersebut memang disebut masih terlihat rapi dan terawat. Namun, persoalan kilometer tetap menjadi hal penting karena setiap komponen kendaraan mempunyai batas usia pakai yang berbeda berdasarkan jarak tempuh.
Salah satu contohnya adalah timing belt. Komponen tersebut pada sejumlah kendaraan memiliki interval penggantian tertentu dan dapat berada di kisaran 100.000 kilometer, tergantung model serta rekomendasi pabrikan.
Jika calon pembeli hanya berpatokan pada odometer yang menunjukkan angka 50.000 atau 70.000 kilometer, misalnya, komponen tersebut bisa dianggap masih jauh dari jadwal penggantian.
Padahal, apabila jarak tempuh sebenarnya telah melewati 100.000 kilometer, timing belt dan komponen lainnya mungkin sudah memasuki masa pemeriksaan atau penggantian.
Kondisi tersebut tentu dapat merugikan pembeli apabila kerusakan terjadi tidak lama setelah kendaraan dibeli.
Baca Juga: PPPK Kesehatan di Rumah Sakit Pemerintah: Apa Saja Hak yang Didapat?
Untuk mengecek keaslian kilometer, pemeriksaan dapat dilakukan melalui proses scanning.
Namun, dalam video tersebut disebutkan bahwa riwayat servis di bengkel resmi juga dapat menjadi salah satu cara untuk mencocokkan angka odometer dengan catatan perawatan kendaraan.
3. Mobil Bekas Kecelakaan Berat dan Sasis Pernah Diperbaiki
Ciri ketiga yang menjadi perhatian adalah mobil yang pernah mengalami kecelakaan berat, terutama jika benturan sampai menyebabkan bagian sasis mengalami kerusakan atau perubahan bentuk.
Dalam video tersebut, mekanik menyebut kondisi sasis yang pernah bengkok, kemudian diperbaiki dengan cara diketok, dipotong, atau disambung kembali sebagai salah satu kondisi yang dihindari.
Hal ini berkaitan dengan aspek keamanan dan kenyamanan kendaraan. Sasis yang sebelumnya mengalami kerusakan berat dapat memiliki tingkat kekuatan yang berbeda setelah melalui proses perbaikan.
Karena itu, mobil bekas kecelakaan dengan kerusakan sasis menjadi salah satu kategori yang tidak direkomendasikan dalam video tersebut.
Meski demikian, tidak semua bekas kecelakaan otomatis dianggap harus dihindari.
Benturan ringan, seperti mobil menabrak tembok atau pagar ketika parkir, masih dinilai dapat menjadi pertimbangan selama kerusakannya tidak menyentuh struktur utama kendaraan.
Kecelakaan di bagian samping juga perlu dilihat berdasarkan tingkat kerusakannya.
Namun, jika kendaraan pernah mengalami kecelakaan besar hingga terguling, pilar A atau pilar C diganti, atau kerusakan berat lainnya, kondisi tersebut menjadi alasan untuk lebih berhati-hati.
Baca Juga: BBM Bisa Kedaluwarsa? Ini Batas Aman Menyimpan Bensin dan Solar di Rumah
Terlebih apabila kecelakaan sampai menyebabkan dampak serius terhadap penumpang di dalam kendaraan.
Jangan Hanya Tergiur Harga Murah
Membeli mobil bekas dengan harga rendah memang dapat menarik perhatian. Namun, calon pembeli tetap perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.
Kondisi mesin yang dipenuhi sludge, kilometer yang tidak sesuai dengan riwayat kendaraan, serta bekas kecelakaan berat yang berdampak pada sasis merupakan beberapa hal yang disebut dalam video @mekanikkw1362 sebagai kondisi yang perlu diwaspadai.
Pemeriksaan dapat dilakukan mulai dari kondisi mesin, riwayat servis, angka odometer, hingga struktur kendaraan.
Dengan pemeriksaan yang lebih teliti, calon pembeli dapat mengurangi risiko mendapatkan mobil bekas yang justru membutuhkan biaya perbaikan besar setelah dibeli. (***)
Editor : Yosep Awaludin