RADAR BOGOR – Perkembangan teknologi otomotif membuat berbagai sistem pada mobil kini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pengaturan mekanis.
Sejumlah komponen kendaraan telah dikendalikan secara elektronik sehingga pengoperasiannya dapat berlangsung lebih akurat, stabil, andal, serta membutuhkan lebih sedikit penyetelan dan perawatan tertentu.
Salah satu penerapannya terdapat pada engine management system. Sistem scanner mobil ini dilengkapi modul ECM (Engine Control Module), sensor.
Serta aktuator yang bekerja mengatur berbagai fungsi mesin, mulai dari injeksi bahan bakar, waktu pengapian, mekanisme variable valve, hingga teknologi drive by wire.
Untuk mengetahui kondisi dan kinerja sistem elektronik tersebut, pemilik kendaraan maupun teknisi membutuhkan alat diagnostik yang dikenal sebagai scanner mobil, scan tool, atau perangkat sejenis.
Alat tersebut dapat berkomunikasi dengan ECM sehingga informasi mengenai nilai sensor, riwayat gangguan, hingga kerusakan yang sedang terjadi pada kendaraan dapat diketahui.
Baca Juga: Revitalisasi Bogor Creative Hub Capai 29 Persen, Ditargetkan Rampung Desember 2026
Di pasaran sendiri tersedia berbagai merek dan seri scanner mobil dengan fitur yang berbeda-beda.
Ada perangkat yang hanya kompatibel dengan merek kendaraan tertentu, tetapi ada pula scanner yang dapat digunakan untuk berbagai merek mobil.
Apa Itu Scanner Mobil?
Bagi pemilik kendaraan yang belum mengetahui fungsinya, scanner mobil merupakan perangkat yang digunakan untuk membantu mendiagnosis gangguan pada mesin maupun sistem kelistrikan kendaraan.
Scanner bekerja pada kendaraan yang telah menggunakan sistem EFI (Electronic Fuel Injection).
Penggunaan alat ini juga berkaitan dengan kendaraan yang sudah dilengkapi ECU (Engine Control Unit) atau sistem injeksi.
Hal tersebut karena informasi yang dibaca scanner berasal dari sensor-sensor yang terdapat pada mesin serta sistem kelistrikan kendaraan.
Dengan demikian, mobil yang masih menggunakan sistem pengabutan bahan bakar berbasis karburator tidak dapat didiagnosis menggunakan scanner mobil seperti pada kendaraan dengan sistem injeksi.
Meski demikian, scanner bukan berarti mampu mendeteksi seluruh jenis kerusakan pada sistem kelistrikan kendaraan. Ada gangguan tertentu yang tetap membutuhkan pemeriksaan secara langsung.
Kendati memiliki keterbatasan, keberadaan scanner mobil sangat membantu mekanik dalam mempersempit pencarian sumber masalah pada kendaraan.
Selain menggunakan scanner, pemeriksaan kondisi mesin juga dapat dilakukan dengan metode lain, salah satunya menggunakan tespen untuk kebutuhan pengecekan tertentu.
Baca Juga: Portal Perlinsos Mulai Oktober, KPM PKH dan BPNT Aktif Tak Perlu Daftar Ulang, Tapi Lakukan Hal Ini
Bagaimana Cara Kerja Scanner Mobil?
Pada dasarnya, scanner mobil bekerja dengan membaca informasi yang tersimpan dan dikirimkan oleh ECU kendaraan.
Bagi yang belum familiar, ECU merupakan perangkat elektronik yang berfungsi mengatur sekaligus mengontrol berbagai sistem pada kendaraan bermesin.
ECU dapat dianalogikan seperti pusat kendali atau “otak” mobil karena berperan dalam mengatur komponen yang berkaitan dengan sistem pembakaran serta kelistrikan kendaraan.
Karena memiliki fungsi tersebut, ECU menyimpan berbagai informasi mengenai kondisi kendaraan. Data inilah yang kemudian dapat dibaca oleh scanner mobil.
Hasil pembacaan scanner antara lain dapat berupa Diagnostic Trouble Code (DTC) atau kode gangguan yang menunjukkan adanya masalah tertentu pada sistem kendaraan.
Namun, membaca dan menginterpretasikan DTC tidak dapat dilakukan secara sembarangan.
Kode yang muncul perlu dipahami sesuai sistem kendaraan dan sebaiknya diperiksa oleh mekanik atau orang yang memiliki pemahaman mengenai sistem mesin serta kelistrikan mobil.
Manfaat Menggunakan Scanner Mobil
Setelah memahami pengertian dan cara kerja scanner, terdapat sejumlah manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan alat diagnostik tersebut.
Mempermudah Teknisi Mencari Kerusakan
Salah satu alasan scanner mobil banyak digunakan di bengkel adalah kemampuannya membantu teknisi menemukan indikasi kerusakan kendaraan, terutama pada sistem pembakaran dan kelistrikan.
Scanner dapat membaca kondisi berbagai komponen dan menampilkan informasi atau status tertentu pada layar.
Baca Juga: Bogor Punya Banyak Cerita, tetapi Siapa Dirigennya?
Dengan begitu, teknisi dapat lebih terarah dalam menentukan bagian kendaraan yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Menghemat Waktu dan Biaya
Penggunaan scanner juga dapat membantu membuat proses pemeriksaan kendaraan menjadi lebih efisien.
Dibandingkan pemeriksaan manual yang dalam kondisi tertentu membutuhkan pembongkaran komponen terlebih dahulu, proses pemindaian dapat memberikan informasi awal mengenai sistem kendaraan tanpa harus langsung membongkar seluruh komponen.
Hal tersebut dapat membantu menghemat waktu pemeriksaan sekaligus menekan biaya pengecekan, meskipun pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan apabila scanner menemukan indikasi masalah.
Membantu Mengecek Efisiensi Bahan Bakar
Manfaat lainnya adalah membantu mengetahui fuel trim pada kendaraan. Fuel trim merupakan perhitungan yang dilakukan ECU untuk mengatur campuran bahan bakar dan udara agar berada pada kondisi yang sesuai.
Informasi mengenai fuel trim dapat ditampilkan scanner dalam bentuk persentase.
Baca Juga: Pernah Punya 19 SPBU di Indonesia, Petronas Kini Hilang dari Jalanan: Ini Alasannya
Ketika hasil pembacaan menunjukkan angka 0,0 persen, hal tersebut menunjukkan bahwa pada parameter tersebut tidak terdapat koreksi bahan bakar dari ECU.
Dengan berbagai fungsi tersebut, scanner mobil menjadi salah satu perangkat penting dalam proses diagnosis kendaraan modern yang telah menggunakan sistem elektronik dan injeksi. (***)
Editor : Yosep Awaludin