RADAR BOGOR – Kehadiran fitur fast charging memang memudahkan pemilik mobil listrik saat membutuhkan pengisian daya dalam waktu singkat.
Namun, penggunaan fast charging secara terus-menerus ternyata perlu diperhatikan karena dapat berpengaruh terhadap usia pakai baterai mobil listrik.
Service Manager Denza HAKA Pondok Indah, Jakarta Selatan, Suratman Muid, mengatakan proses fast charging menghasilkan panas lebih tinggi dibandingkan pengisian daya mobil listrik secara normal.
Baca Juga: Tinggal Hitungan Hari! Ini Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
“Kalau fast charging dipakai terus-menerus, panas yang dihasilkan dari proses charging lebih besar dibandingkan charging biasa,” ujar Suratman.
Panas Berlebih Bisa Pengaruhi Sel Baterai
Menurut Suratman, temperatur baterai menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam perawatan mobil listrik.
Pasalnya, panas berlebihan selama proses pengisian dapat berdampak terhadap sel-sel yang terdapat di dalam baterai.
Baca Juga: Pengembangan Kokurikuler Berbasis Lingkungan di SMAN 4 Bogor
“Panas yang berlebihan itu bisa merusak sel-sel baterai di dalam, jadi memang secara tidak langsung bisa memperpendek usia baterai,” jelasnya.
Karena itu, pemilik mobil listrik sebaiknya menggunakan fast charging sesuai kebutuhan dan tidak menjadikannya sebagai metode pengisian utama setiap saat.
Untuk kebutuhan sehari-hari, pengisian daya dapat dilakukan menggunakan wall charger maupun charger portabel bawaan kendaraan.
Baca Juga: Ada Daerah Masih Menunggu Keputusan Terkait Nasib PPPK Paruh Waktu September 2026
Wall Charger dan Charger Portabel Bisa Jadi Pilihan
Suratman menjelaskan, kedua metode tersebut tetap dapat digunakan dengan aman selama sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi kendaraan.
Wall charger umumnya mempunyai daya pengisian yang lebih besar dibandingkan charger portabel. Dengan begitu, waktu yang diperlukan untuk mengisi baterai biasanya lebih singkat.
Baca Juga: PPPK Dosen Bisa Masuk Skema Pengadaan Khusus PNS, Ini Dasar Hukumnya
Sementara itu, charger portabel memiliki daya yang lebih rendah sehingga proses pengisian berlangsung lebih lama.
Meski demikian, perangkat tersebut tetap bisa dimanfaatkan untuk kondisi tertentu.
“Kalau dari sisi keamanan, dua-duanya aman dan direkomendasikan, tinggal balik lagi ke kebutuhan pemilik mobil,” kata Suratman.
Dengan demikian, fast charging tetap bisa dimanfaatkan ketika membutuhkan pengisian daya secara cepat. Namun, untuk penggunaan rutin sehari-hari, pemilik mobil listrik dapat mempertimbangkan metode pengisian yang lebih lambat guna membantu menjaga kondisi baterai dalam jangka panjang.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga