Mobil Bermasalah di Bengkel? Ini Komponen yang Wajib Dicek Sebelum Kerusakan Makin Parah

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 15:12 WIB
Penampakan oli mobil yang bercampur air saat dicek (YouTube AHA pedia)
Penampakan oli CVT terkontaminasi air saat dicek (YouTube AHA pedia)

RADAR BOGOR - Masalah pada mobil tidak selalu langsung terlihat dari gejala yang muncul. Karena itu, pemilik kendaraan perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh agar kerusakan kecil tidak berkembang menjadi masalah yang lebih mahal.

Dilansir dari channel YouTube AHA Pedia, sejumlah kendaraan yang masuk ke bengkel ditemukan mengalami berbagai gangguan, mulai dari busi retak, kebocoran oli, masalah sistem rem, hingga oli CVT yang bercampur air. 

Temuan tersebut bisa menjadi bahan perhatian bagi pemilik mobil untuk lebih rutin melakukan pemeriksaan.

Baca Juga: Hindari 4 Kesalahan Sepele Ini agar Bansos PKH dan BPNT Tidak Terblokir

Periksa Busi Jika Mesin Mengalami Misfire

Mesin yang terasa pincang atau mengalami misfire tidak selalu disebabkan kerusakan besar. Salah satu pemeriksaan awal yang bisa dilakukan adalah kondisi busi dan sistem pengapian.

Pada Nissan X-Trail T31 yang diperiksa ditemukan keramik busi mengalami keretakan sehingga mengganggu proses pengapian.

Busi yang rusak sebaiknya tidak dipaksakan digunakan karena dapat membuat performa mesin menurun.

Baca Juga: IPB University Kembangkan Biodigester, Limbah Kopi Disulap Jadi Energi

Jangan Abaikan Rembesan Oli

Rembesan oli dari bagian atas mesin juga perlu segera diperiksa. Pada mobil yang sudah berusia cukup lama, gasket atau seal dapat mengeras sehingga tidak lagi mampu menahan oli dengan baik.

Kondisi tersebut ditemukan pada beberapa kendaraan, termasuk bagian rocker cover.

Pemilik mobil sebaiknya tidak hanya membersihkan bekas oli, tetapi mencari sumber kebocorannya agar masalah tidak berulang.

Baca Juga: Kawasaki Ninja H2 2027 Resmi Meluncur, Mesin Dirombak dan Tenaga Makin Buas

Oli CVT Berubah Seperti Susu Kopi? Wajib Dicek

Pemilik mobil dengan transmisi CVT juga perlu memperhatikan perubahan warna dan kondisi oli transmisi. Oli yang berubah menjadi seperti campuran susu kopi dapat menjadi tanda adanya kontaminasi air.

Pada Nissan Serena C26 yang diperiksa, oli CVT ditemukan bercampur dengan air. Kondisi seperti ini membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut karena komponen transmisi CVT tidak seharusnya bekerja dengan fluida yang sudah tercampur air.

Jika menemukan perubahan warna atau kondisi oli yang tidak normal, sebaiknya jangan sekadar mengganti oli tanpa mencari penyebab masuknya air.

Baca Juga: Digitalisasi Bansos Oktober, PKH, BPNT hingga PBI-JKN Masuk Portal Perlinsos

Jangan Modifikasi Sistem Rem Sembarangan

Sistem rem menjadi bagian yang tidak boleh ditangani dengan cara improvisasi. Pedal rem terasa terlalu dalam, pengereman berkurang, atau perubahan respons rem harus segera diperiksa.

Dalam salah satu pemeriksaan, ditemukan jalur sistem rem yang sebelumnya ditutup menggunakan paku setelah terjadi masalah pada sistem ABS. 

Cara seperti ini dapat mengganggu fungsi pengereman dan beresiko membahayakan pengemudi.

Baca Juga: Area Tugu Narkoba Kota Bogor Ditata Ulang, Anggaran Capai Rp400 Juta

Perbaikan sistem rem sebaiknya dilakukan dengan komponen dan prosedur yang sesuai, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fungsi pengereman secara menyeluruh.

Ganti Oli Berbeda dengan Tune-Up

Pemilik mobil juga perlu memahami bahwa ganti oli dan tune-up merupakan pekerjaan yang berbeda. 

Ganti oli berfokus pada penggantian pelumas, sedangkan tune-up mencakup pemeriksaan sejumlah komponen yang memengaruhi performa mesin.

Baca Juga: Scanner Mobil: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya untuk Mendeteksi Kerusakan

Saat melakukan perawatan berkala, pemilik kendaraan dapat meminta pemeriksaan kondisi busi, filter udara, throttle body, sistem pengapian, serta sistem elektronik jika terdapat gejala tertentu.

Berbagai temuan yang dibagikan menunjukkan bahwa pemeriksaan rutin penting dilakukan meski mobil masih dapat digunakan. 

Gejala kecil seperti mesin pincang, rembesan oli, pedal rem terlalu dalam, atau perubahan kondisi oli transmisi sebaiknya tidak diabaikan.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : YouTube AHA pedia
masalah mobil mobil bengkel oli