RADAR BOGOR - Motor yang mendadak brebet saat gas ditarik tinggi tidak selalu disebabkan oleh karburator atau busi.
Berdasarkan pemeriksaan yang dibagikan kanal Siboen Chanel, gangguan juga dapat berasal dari kiprok yang mengalami overcharge sehingga mengganggu sistem pengapian.
Gejalanya bisa cukup khas. Saat mesin berada pada kondisi langsam, putaran terasa normal. Namun ketika gas dibuka lebih besar, mesin mulai tersendat, tenaga hilang, bahkan knalpot dapat mengeluarkan suara letupan.
Baca Juga: Asyik, Batas Usia Tugas Belajar Dosen PNS Resmi Naik, Simak Aturan Barunya
Cek Tegangan Kiprok dengan Multimeter
Salah satu langkah pemeriksaan adalah mengukur tegangan dari sistem pengisian menggunakan multimeter.
Pada pengujian motor dengan kiprok kaki empat tanpa aki, tegangan saat langsam disebut berada di kisaran 3–4 volt.
Jika tegangan saat langsam justru mencapai sekitar 9 volt hingga 12 volt atau lebih, kondisi tersebut mengindikasikan adanya tegangan berlebih dari kiprok.
Baca Juga: Sharia Wealth Forum 2026, BRI Wealth Management Bahas Strategi Diversifikasi Investasi Syariah
Kondisi overcharge perlu diperhatikan karena sistem kelistrikan dan pengapian dapat bekerja tidak normal.
Dalam kasus yang dibagikan tersebut, penggunaan kiprok dengan tegangan normal membuat mesin kembali dapat menerima putaran gas dengan lancar.
Kiprok Rusak Bisa Mengganggu Pengapian
Kiprok berperan dalam mengatur sistem kelistrikan dan pengisian pada motor. Ketika tegangan yang dihasilkan tidak sesuai, sistem pengapian dapat ikut terdampak.
Baca Juga: Rem Depan Motor Kurang Pakem? Cek Kaliper dan Minyak Rem, Ini Cara Perawatannya
Pada motor karburator yang menggunakan CDI, gangguan kelistrikan dapat membuat proses pengapian tidak bekerja sebagaimana mestinya. Gejalanya kemudian dapat terasa sebagai mesin brebet ketika putaran mesin dinaikkan.
Karena itu, ketika motor langsam normal tetapi langsung brebet saat digas, sistem kelistrikan sebaiknya ikut diperiksa, bukan hanya bagian bahan bakar.
Jangan Asal Pasang Kiprok Baru
Mengganti kiprok belum tentu langsung menyelesaikan masalah. Komponen baru, termasuk yang diklaim original, tetap perlu diperiksa menggunakan multimeter sebelum digunakan secara permanen.
Baca Juga: Motor Cuma Bunyi Cetik-Cetik Saat Distarter? Cek Komponen Ini Sebelum Ganti Aki
Pemeriksaan sederhana dapat membantu memastikan tegangan yang dihasilkan sesuai dengan sistem kelistrikan motor.
Hal ini juga penting untuk menghindari penggunaan kiprok yang ternyata mengalami masalah sejak awal.
Jika kiprok mengalami overcharge dan motor masih menggunakan aki, tegangan berlebih juga dapat membuat aki cepat panas, kembung, bocor, atau mengalami penurunan kemampuan.
Baca Juga: Perlintasan Kereta Api Gaperi Bojonggede Bogor Berbenah, KAI Tingkatkan Fasilitas Keselamatan
Brebet Saat Gas Tinggi, Cek Sistem Pengisian
Ketika motor mengalami gejala seperti berikut, sistem pengisian layak masuk daftar pemeriksaan:
- Mesin normal saat langsam tetapi mbrebet ketika digas.
- Knalpot mengeluarkan letupan.
- Tenaga hilang pada putaran tinggi.
- Tegangan kiprok terlalu tinggi.
- Aki cepat rusak atau mengalami perubahan fisik.
Namun, gejala brebet tidak selalu berasal dari kiprok. Karburator, busi, CDI, suplai bahan bakar, dan komponen pengapian lainnya tetap perlu diperiksa untuk memastikan sumber masalah.
Dengan melakukan pemeriksaan menggunakan multimeter sebelum mengganti komponen, pemilik motor dapat mengetahui apakah kiprok menjadi penyebab motor brebet atau justru terdapat gangguan lain pada sistem bahan bakar dan pengapian.***
Editor : Asep SuhendarSumber : YouTube Siboen channel