RADAR BOGOR – Persaingan industri otomotif di Indonesia semakin ramai dengan kehadiran mobil listrik asal China.
Merek-merek asal China yang sebelumnya belum banyak dikenal di pasar Tanah Air kini mulai menawarkan mobil listrik dengan teknologi yang semakin beragam.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah BYD. Merek asal China tersebut hadir dengan berbagai model mobil listrik yang menawarkan sejumlah teknologi modern dengan harga yang relatif kompetitif.
Baca Juga: Goffee Semplak Bogor Punya Kopi dengan Gelas Beku -86 Derajat, Ada Menu Signature by Champion
Dilansir dari kanal YouTube O Blitz, salah satu faktor yang membuat produsen mobil listrik China mampu menawarkan harga kompetitif adalah proses produksi yang terintegrasi.
Sejumlah produsen bahkan memproduksi sendiri berbagai komponen utama kendaraan, mulai dari baterai, motor listrik hingga cip.
Penggunaan otomatisasi dalam proses produksi juga disebut membantu menekan biaya manufaktur.
Tak berhenti pada penjualan kendaraan impor, sejumlah produsen asal China juga mulai membangun fasilitas produksi di Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung efisiensi distribusi sekaligus memperkuat posisi mereka di pasar otomotif Tanah Air.
Baca Juga: Sensor CKP Lemah Bikin Mesin Mobil Susah Hidup? Ini Gejala dan Cara Mengeceknya
Pabrikan Jepang Siapkan Strategi Hybrid
Di tengah meningkatnya persaingan mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV), sejumlah pabrikan Jepang seperti Toyota, Mazda dan Subaru juga terus mengembangkan teknologi elektrifikasi.
Namun, mereka tidak sepenuhnya meninggalkan teknologi mesin pembakaran internal. Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah mesin generasi baru yang dipadukan dengan sistem hybrid.
Mesin baru tersebut dikembangkan dalam kapasitas sekitar 1.500 cc dan 2.000 cc. Dimensinya dibuat lebih ringkas, tetapi tetap dirancang untuk menghasilkan performa dan efisiensi yang lebih baik ketika dikombinasikan dengan motor listrik.
Baca Juga: Danny Setiawan dalam Kenangan Dedi Mulyadi, Sosok Mentor yang Pernah Menegurnya
Menariknya, pengembangan mesin tersebut juga diarahkan agar dapat menggunakan berbagai jenis bahan bakar alternatif. Di antaranya bahan bakar sintetis atau e-fuel, bahan bakar nabati hingga hidrogen.
Hybrid Jadi Alternatif di Tengah Infrastruktur SPKLU
Teknologi hybrid juga menawarkan karakter berbeda dibandingkan mobil listrik murni. Kendaraan jenis ini tetap menggunakan mesin pembakaran internal sehingga pengemudi tidak sepenuhnya bergantung pada keberadaan stasiun pengisian kendaraan listrik atau SPKLU.
Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan di Indonesia, mengingat infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik masih terus dikembangkan, khususnya di sejumlah jalur luar kota.
Baca Juga: Febrie Adriansyah Segera Disidang, Berkas Kasus TPPU Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
Mobil hybrid memungkinkan pengemudi tetap melakukan perjalanan jarak jauh tanpa harus terlalu bergantung pada ketersediaan SPKLU. Di sisi lain, motor listrik tetap memberikan dukungan tenaga sekaligus membantu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.
Persaingan antara mobil listrik murni dan kendaraan hybrid pun membuat pilihan konsumen di Indonesia semakin beragam. Mobil listrik menawarkan pengalaman berkendara tanpa mesin pembakaran, sedangkan teknologi hybrid menjadi salah satu pendekatan yang menggabungkan mesin konvensional dengan elektrifikasi. (Faizul/Boash)
Editor : Rani Puspitasari Sinaga