RADAR BOGOR - Membeli mobil bekas membutuhkan pemeriksaan lebih teliti agar calon pemilik tidak mendapatkan kendaraan dengan masalah tersembunyi.
Dikutip dari kanal YouTube AHA Pedia, ada sejumlah bagian penting yang perlu diperiksa sebelum transaksi, mulai dari dokumen, mesin, transmisi hingga sistem rem ABS.
1. Pastikan Dokumen Mobil Sesuai
Pemeriksaan pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah dokumen kendaraan. STNK, BPKB, nomor rangka, dan nomor mesin harus sesuai dengan kendaraan yang akan dibeli.
Baca Juga: Fe-licious, Cookies Buah Bit Kreasi SMPN 4 Bogor untuk Cegah Anemia
Jika calon pembeli belum memahami cara memeriksanya, pengecekan dapat dilakukan bersama penjual di Samsat.
Pemeriksaan tersebut dapat membantu memastikan kesesuaian data kendaraan dan menghindari masalah seperti dokumen tidak sah atau kendaraan yang bermasalah secara hukum.
2. Dengarkan Suara Mesin dan Lakukan Test Drive
Kondisi mesin menjadi bagian penting karena kerusakan komponen internal bisa membutuhkan biaya perbaikan besar. Saat mesin idle, perhatikan apakah muncul suara kasar dan cari tahu sumbernya.
Baca Juga: BLT Kesra 2026 Belum Ada Kepastian Resmi, Ini Penjelasan Pendamping PKH
Suara dari komponen luar seperti fanbelt atau puli belum tentu menunjukkan kerusakan berat.
Namun, bunyi dari komponen internal seperti metal, piston, rantai timing, atau balancer perlu mendapat perhatian lebih karena dapat berujung pada pekerjaan mesin dengan biaya jutaan rupiah.
Pemeriksaan juga jangan berhenti ketika mobil dalam kondisi diam. Test drive perlu dilakukan untuk mengetahui apakah muncul suara atau gejala ketika mesin bekerja dengan beban.
Baca Juga: Bukti Pencairan Susulan BPNT dan PKH Tahap 3 Masih Berlangsung, Ini Daftarnya
Kompresor AC, puli alternator, maupun komponen lainnya bisa menunjukkan masalah ketika mobil berjalan meski sebelumnya terlihat normal saat idle.
3. Transmisi Matic Sebaiknya Dicek Saat Mesin Dingin
Transmisi manual juga perlu diperiksa dengan mengoperasikan pedal kopling dan mendengarkan apakah muncul suara tidak normal ketika pedal diinjak atau dilepas.
Untuk mobil matic, pemeriksaan sebaiknya dilakukan ketika kendaraan masih dalam kondisi dingin.
Baca Juga: Sudah Terdaftar PKH atau BPNT, Masih Perlu Daftar Perlinsos? Ini Jawabannya
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah respons transmisi ketika tuas dipindahkan ke posisi D.
Jika muncul jeda sebelum mobil mulai bergerak, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut. Test drive juga penting untuk merasakan perpindahan gigi dan respons transmisi saat mobil digunakan.
Sumber menyebutkan, perbaikan transmisi matic yang sudah mengalami kerusakan dapat membutuhkan biaya mulai jutaan rupiah, bahkan bisa lebih tinggi tergantung tingkat kerusakan dan jenis kendaraan.
Baca Juga: Guru PPPK Paruh Waktu Diangkat Jadi Penuh Waktu, PGRI Kota Bogor Sambut Gembira
4. Jangan Abaikan Indikator ABS
Sistem pengereman, terutama ABS, juga wajib diperiksa ketika membeli mobil bekas.
Saat kunci kontak berada pada posisi ON, indikator ABS seharusnya muncul di panel instrumen dan kemudian mati setelah mesin dinyalakan jika sistem bekerja normal.
Calon pembeli perlu waspada jika indikator ABS tidak muncul sama sekali. Pemeriksaan menggunakan alat scan juga dapat dilakukan untuk melihat apakah terdapat kode gangguan atau DTC yang tersimpan.
Baca Juga: Hujan Disertai Angin Kencang, 3 Pohon Tumbang di Kota Bogor hingga Tutup Sebagian Jalan
Pemeriksaan ini penting karena kerusakan sistem ABS dapat menimbulkan biaya perbaikan cukup besar.
Jangan Hanya Terpaku pada Tampilan
Mobil bekas dengan bodi mulus belum tentu bebas dari masalah mekanis. Karena itu, pemeriksaan sebelum transaksi sebaiknya dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berdasarkan kondisi eksterior.
Empat bagian utama yang perlu diperhatikan adalah dokumen, mesin, transmisi, dan sistem rem ABS.
Baca Juga: Investasi di Kabupaten Bogor Tembus Rp32,46 Triliun, Sektor Perumahan dan Industri Mendominasi
Jika calon pembeli tidak memiliki pengetahuan teknis, membawa mekanik terpercaya atau menggunakan jasa inspeksi kendaraan dapat membantu menemukan potensi masalah sebelum pembayaran dilakukan.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube AHA pedia