RADAR BOGOR - Mahindra Cendrawasih pikap Kopdes menjadi perhatian karena menawarkan penggerak 4x4, mesin diesel 2.200 cc, serta fitur yang cukup lengkap dengan harga sekitar Rp 279 juta.
Mengutip ulasan kanal YouTube Ridwan Hanif, mobil ini dinilai menarik untuk kebutuhan operasional, termasuk sektor perkebunan, pertambangan, dan industri yang membutuhkan kendaraan niaga tangguh.
Mahindra Cendrawasih Pakai Mesin Diesel 2.200 cc
Mahindra Cendrawasih merupakan versi rebranding dari Mahindra Scorpio Pickup single cabin 4x4 yang diimpor secara CBU dari India.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Kebayoran Lama, 150 Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Mobil ini menggunakan mesin mHawk Turbo Diesel berkapasitas 2.200 cc dengan tenaga 140 hp dan torsi 320 Nm.
Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual enam percepatan. Sistem penggeraknya juga dilengkapi transfer case elektrik dengan pilihan 2H, 4H, dan 4L sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi medan.
Untuk pasar Indonesia, harga patokannya berada di kisaran Rp 279 juta OTR Jakarta.
Baca Juga: Karier Dosen PPPK Jadi Sorotan, Bukan Hanya Soal Gaji dan Status
Harga tersebut membuat Mahindra Cendrawasih menarik perhatian, terutama bagi pengguna yang mencari pick up 4x4 dengan kemampuan angkut dan operasional di medan berat.
Filter Solar Perlu Jadi Perhatian
Salah satu catatan dalam ulasan tersebut berkaitan dengan bahan bakar dan sistem penyaringan solar.
Unit yang belum memiliki plat nomor belum dapat menggunakan Biosolar bersubsidi karena belum bisa didaftarkan untuk QR Code, sehingga pengisian dilakukan menggunakan Dex.
Baca Juga: Villa Kita by KAVASTAY di Lembang, Muat 30 Orang dengan Private Pool
Filter solar bawaan juga disebut masih mengikuti standar India dan belum dirancang untuk karakter Biosolar B50 di Indonesia.
Salah satu solusi yang disarankan adalah menambahkan pre-filter atau double filter dengan water separator, seperti komponen yang digunakan pada Isuzu Traga.
Kabin dan Fitur Tergolong Lengkap
Untuk sebuah pickup single cabin, Mahindra Cendrawasih menawarkan perlengkapan yang cukup lengkap.
Baca Juga: Kompetisi Fotografi BRI inFrame 2026 Resmi Dibuka, Ini Tema dan Subtemanya
Kabinnya memiliki AC dengan pengaturan suhu, defogger, power window, spion elektrik, soket USB/AUX, dan sumber listrik 12V.
Fitur keselamatannya juga mencakup dual airbag, Electronic Stability Program (ESP), hill descent control, cruise control, serta electric headlight leveling. Kursi pengemudi dan penumpang turut dibekali height adjuster dan armrest.
Mesin Halus, tetapi Radius Putar Jadi Catatan
Dari sisi kenyamanan berkendara, mesin diesel Mahindra Cendrawasih dinilai memiliki suara dan getaran yang halus untuk ukuran pick up.
Baca Juga: Macet vs Tanjakan, Mana yang Lebih Bikin Mobil Cepat Rusak? Kenali Komponen yang Paling Terbebani
Posisi intercooler yang berada di atas mesin membuat jalur intake lebih pendek sehingga respons turbo terasa cepat, meski posisi tersebut berpotensi menyimpan panas ketika kendaraan digunakan dalam kondisi macet.
Karakter suspensinya disebut memiliki kemiripan dengan pikap modern lain, yakni terasa cukup keras ketika bak kosong tetapi memiliki rebound yang lebih teredam.
Namun, radius putarnya menjadi salah satu kekurangan karena cukup patah sehingga manuver ketika parkir atau melakukan putar balik dapat terasa lebih sulit.
Baca Juga: Jangan Asal Daftar, 5 Tips Jitu Memilih Formasi CPNS Sesuai Ijazah dan Kualifikasi Anda
Bak Luas dan Cocok untuk Kendaraan Operasional
Mahindra Cendrawasih memiliki bak berukuran sekitar 2,29 meter x 1,55 meter. Material bak dinilai kokoh dan dilengkapi perlindungan bumper yang cukup menyeluruh.
Dengan harga dibawah Rp300 juta dan sistem penggerak 4x4, mobil ini berpotensi menjadi pilihan kendaraan operasional untuk perkebunan, pertambangan, maupun sektor industri.
Namun, calon pengguna di Bogor maupun daerah lain tetap perlu mempertimbangkan ketersediaan dealer dan jaringan after sales yang masih terbatas.
Baca Juga: Jangan Tertipu Informasi Palsu, Ini Cara Mengecek Informasi Resmi POLTEKPIN
Secara keseluruhan, Mahindra Cendrawasih menawarkan kombinasi mesin diesel 2.200 cc, penggerak 4x4, bak berukuran besar, serta fitur kabin yang cukup lengkap.
Tantangan utamanya bukan hanya kemampuan kendaraan, tetapi juga kesiapan layanan purnajual dan ketersediaan komponen di Indonesia.***
Editor : Asep SuhendarSumber : youtube ridwan hanif