Warga Bogor, Laher Bak CVT Honda BeAT Baru Diganti Tapi Bunyi Lagi? Ini Penyebabnya

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 21:23 WIB
Laher bak CVT Honda BeAT (YouTube Yunus motor)
Laher bak CVT Honda BeAT (YouTube Yunus motor)

RADAR BOGOR - Suara kasar dari area CVT Honda BeAT yang tetap muncul meski laher bak CVT sudah diganti berulang kali ternyata tidak selalu disebabkan bearing yang rusak. 

Melansir dari kanal YouTube Yunus Motor, masalah dapat berasal dari as puli yang sudah aus sehingga bearing baru tetap oblak. 

Bagi pemilik Honda BeAT di Bogor, kondisi ini penting diketahui agar tidak terus mengeluarkan biaya untuk mengganti laher tanpa memperbaiki sumber masalahnya.

Baca Juga: Anggota DPRD Kota Bogor Dilaporkan ke Polisi Terkait Ambulans, Kuasa Hukum Buka Suara

Laher CVT Sudah Tiga Kali Diganti, Suara Tetap Muncul

Kasus tersebut dialami pemilik Honda BeAT yang mendapati suara kasar seperti srek-srek dari area bak CVT, terutama ketika motor mulai berjalan atau saat membuka gas.

Laher bak CVT bahkan sudah diganti sebanyak tiga kali dalam rentang sekitar satu hingga dua minggu. Namun, suara berisik kembali muncul sehingga pemilik harus mencari penyebab lain.

Pemeriksaan kemudian menemukan bagian ujung as puli yang menjadi dudukan bearing sudah mengalami keausan. Permukaannya terkikis sehingga posisi bearing tidak lagi presisi dan mudah oblak.

Baca Juga: Ditjenpas Jawa Barat Telusuri Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Pekan di Lapas Cibinong Bogor

As Puli Aus Bisa Membuat Laher Baru Cepat Bermasalah

Ketika dudukan bearing pada as puli sudah aus, mengganti laher saja tidak menyelesaikan masalah. 

Bearing baru memang terpasang, tetapi tetap memiliki kelonggaran karena dudukan as sudah berubah ukuran.

Kondisi tersebut juga dapat semakin parah apabila menggunakan bearing polos tanpa bos kuningan. 

Baca Juga: Marselino Ferdinan 'Pulang Kampung' ke Persija, Wargenet: Kirain Kembali ke Persebaya

Dalam kasus yang ditangani, jenis bearing tersebut disebut membuat permukaan as puli yang sudah aus semakin terkikis.

Karena itu, pemilik Honda BeAT di Bogor yang mengalami suara kasar dari CVT sebaiknya tidak langsung berasumsi bahwa bearing baru kembali rusak. Dudukan bearing dan kondisi as puli juga perlu diperiksa.

Bisa Diperbaiki Tanpa Langsung Ganti As Puli

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah memperbaiki bagian ujung as puli yang sudah aus. 

Baca Juga: Jelang Pemilu 2029, Bawaslu Perkuat Strategi Kehumasan Melalui Refleksi dan Transformasi di Bogor

Komponen tersebut dapat dibawa ke tukang bubut untuk diberi tambahan material melalui proses pengelasan, kemudian dibubut kembali hingga diameternya presisi.

Artinya, kerusakan pada dudukan bearing tidak selalu harus langsung berujung pada penggantian seluruh komponen.

Setelah ukuran dudukan kembali sesuai, bearing bak CVT kemudian diganti dengan tipe yang memiliki bos kuningan. 

Baca Juga: KPM Bogor Perlu Tahu, Tidak Semua Bansos Cair Dalam Bentuk Uang Tunai

Pelepasan bearing dilakukan menggunakan tracker agar komponen dan rumah bearing tidak rusak.

O-Ring Ikut Dipasang untuk Membantu Meredam Getaran

Perbaikan juga dilengkapi pemasangan O-ring karet pada bagian ujung as puli. Komponen sederhana tersebut digunakan untuk membantu meredam getaran sekaligus mendukung keawetan bearing.

Setelah as puli kembali presisi dan bearing dengan bos kuningan dipasang, dudukan bearing menjadi lebih rapat. 

Baca Juga: Bansos PKH BPNT Terancam Dihentikan Jika KPM Masuk 7 Kategori Ini

Bos kuningan juga dapat berputar mengikuti as sehingga suara kasar dari area CVT yang sebelumnya muncul kembali hilang.

Jangan Terus Ganti Laher Sebelum Periksa Dudukannya

Kasus Honda BeAT ini menunjukkan bahwa suara berisik dari bak CVT tidak selalu berarti lahernya yang menjadi sumber masalah. 

Jika bearing sudah beberapa kali diganti tetapi bunyi tetap muncul, kondisi as puli dan dudukan bearing perlu diperiksa secara menyeluruh.

Baca Juga: Ditjenpas Dalami Soal Dugaan Temuan Miras di Rumah Dinas Lapas Cibinong Bogor

Bagi warga Bogor yang menggunakan Honda BeAT untuk aktivitas harian, pemeriksaan seperti ini dapat membantu mencegah pengeluaran berulang. 

Selain memilih bearing yang sesuai, kondisi as puli, rumah bearing, dan komponen CVT lainnya sebaiknya diperiksa sebelum menentukan penggantian komponen.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : YouTube Yunus motor
CVT Beat Laher CVT bogor motor honda beat