7 Penyebab Kendaraan Listrik Terasa Boros, Warga Bogor Perlu Tahu Sebelum Menyalahkan Baterai

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 15:53 WIB
Ilustrasi penyebab mobil listrik terasa boros (ilustrasi Gemini AI)
Ilustrasi penyebab baterai kendaraan listrik terasa boros. Foto: Ilustrasi Gemini AI

RADAR BOGOR - Kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dikenal memiliki biaya energi per kilometer yang relatif rendah, tetapi pemilik tetap bisa merasa konsumsi baterai boros. 

Bagi warga Bogor yang menggunakan kendaraan listrik untuk aktivitas harian, kondisi tersebut tidak selalu berarti baterai bermasalah. 

Dikutip dari channel YouTube Roda pikir, ada sejumlah faktor penyebab baterai kemdaraan listrik boros. Mulai dari fitur yang terus aktif, cara parkir, kebiasaan pengisian daya hingga gaya berkendara yang dapat meningkatkan penggunaan energi dan biaya kepemilikan.

Baca Juga: Telaga Teblongan Pamijahan Bogor, Cek Rute Perjalanan hingga Camping View Air Terjun

1. Phantom Drain dari Fitur yang Tetap Aktif

Salah satu penyebab kendaraan listrik kehilangan daya ketika sedang tidak digunakan adalah phantom drain. 

Alarm pintar, GPS tracker, sentry mode, dashcam, dan perangkat elektronik lainnya tetap membutuhkan energi meskipun kendaraan sedang terparkir.

Jika mobil listrik sering dibiarkan dalam kondisi tersebut selama waktu lama, konsumsi daya secara perlahan dapat membuat persentase baterai berkurang sebelum kendaraan kembali digunakan.

Baca Juga: Resep Pumpkin Spice Cookies dengan Cream Cheese Frosting, Lembut dan Wangi Rempah

2. Terlalu Lama Parkir di Bawah Matahari

Suhu lingkungan juga dapat memengaruhi penggunaan energi. Kendaraan yang diparkir di tempat sangat panas dapat membuat sistem manajemen termal baterai bekerja untuk menjaga temperatur tetap berada dalam kondisi yang sesuai.

Bagi pemilik EV di Bogor, kebiasaan memilih tempat parkir yang teduh dapat membantu mengurangi kerja sistem pendingin baterai ketika kendaraan tidak digunakan.

3. Kebiasaan Mengisi Baterai hingga 100 Persen

Jenis baterai juga perlu diperhatikan. Pada baterai lithium-ion NMC, kebiasaan mempertahankan kondisi pengisian sangat tinggi dalam waktu lama dapat meningkatkan stres pada baterai dan berkontribusi terhadap penurunan kualitasnya.

Baca Juga: WPD 2026, IAI Kota Bogor Tegaskan Komitmen Cegah Penyalahgunaan Obat dan Peredaran Ilegal

Karena itu, pemilik perlu mengikuti batas pengisian yang direkomendasikan oleh produsen kendaraan, terutama ketika mobil tidak akan langsung digunakan setelah pengisian selesai.

4. Strategi Charging di Rumah

Biaya penggunaan EV juga dipengaruhi cara pemilik mengisi daya. Tidak memanfaatkan program atau tarif pengisian rumah yang tersedia dapat membuat biaya listrik lebih tinggi dibandingkan jika pengisian dilakukan pada waktu yang lebih sesuai.

Pemilik mobil listrik di Bogor juga perlu memperhatikan penggunaan peralatan listrik berdaya besar secara bersamaan agar beban listrik rumah tetap terkelola.

Baca Juga: Cara Benar Pasang Koil 2 Kaki dan Resistor Ballast agar Tidak Cepat Panas, Warga Bogor Wajib Tahu

5. Ada Energi yang Hilang Saat Charging

Energi listrik dari jaringan tidak seluruhnya masuk ke baterai. Saat pengisian AC, onboard charger melakukan proses konversi dari arus AC menjadi DC yang disimpan dalam baterai.

Proses tersebut menghasilkan panas dan menyebabkan adanya charging loss. Sumber informasi menyebut kehilangan energi dapat berada di kisaran 10–15 persen, meskipun angka sebenarnya dapat berbeda tergantung kendaraan, charger, kondisi baterai, dan faktor pengisian lainnya.

6. Kaki-Kaki Bisa Menambah Biaya Kepemilikan

Baterai kendaraan listrik yang memiliki bobot besar membuat komponen kaki-kaki bekerja membawa beban kendaraan yang relatif tinggi. 

Baca Juga: Awas Tertipu! Beredar Video Dedi Mulyadi Janjikan Rp50 Juta Cuma Modal Komentar Amin

Penggunaan di jalan rusak atau sering melewati lubang dapat mempercepat keausan komponen seperti bushing, suspensi dan shockbreaker.

Artinya, efisiensi energi bukan satu-satunya hal yang perlu diperhitungkan. Biaya perawatan kendaraan juga menjadi bagian dari total biaya kepemilikan mobil listrik.

7. Terjebak Rebound Effect

Ada pula faktor kebiasaan. Karena biaya energi per kilometer kendaraan listrik terasa lebih murah, pemilik bisa terdorong menggunakan kendaraan lebih sering atau menempuh jarak lebih jauh.

Baca Juga: 5 Tanda Kompresor AC Mobil Mulai Bermasalah, Kenali Sebelum Terlambat

Kondisi tersebut dikenal sebagai rebound effect. Pengeluaran per perjalanan memang dapat terasa rendah, tetapi total biaya tetap meningkat apabila jarak dan frekuensi berkendara ikut bertambah.

Kendaraan listrik yang terasa boros tidak selalu menandakan baterainya bermasalah. Pemilik perlu melihat penggunaan energi secara menyeluruh, mulai dari phantom drain, suhu saat parkir, kebiasaan charging, charging loss, kondisi kaki-kaki hingga pola penggunaan kendaraan.

Bagi warga Bogor, memahami faktor-faktor tersebut dapat membantu menjaga efisiensi kendaraan listrik sekaligus mengendalikan biaya pengisian dan perawatan dalam penggunaan sehari-hari.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
Sumber : YouTube Roda Pikir
bogor mobil listrik kendaraan listrik otomotif baterai