RADAR BOGOR — Honda BeAT karburator masih menjadi salah satu pilihan menarik bagi pencari motor bekas yang membutuhkan kendaraan praktis untuk aktivitas harian.
Meski usianya sudah tidak muda, generasi awal Honda BeAT karburator dikenal memiliki mesin yang cukup bandel jika mendapatkan perawatan rutin.
Selain mesin, sektor rangka hingga transmisi juga dinilai cukup tahan digunakan dalam jangka panjang. Namun, bukan berarti Honda BeAT karburator bebas dari masalah. Ada sejumlah penyakit yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan membeli unit bekasnya.
Baca Juga: Bansos PKH Validasi Mulai Cair Lagi, BPNT Susulan Tahap 3 Rp600 Ribu
Pemilik bengkel spesialis restorasi Honda BeAT, Garasi KVY, Khari Aryanto mengatakan, mesin BeAT karburator dikenal awet selama pemiliknya disiplin melakukan perawatan.
“Kalau yang paham, mesin Honda BeAT karburator ini terkenal bandel (awet),” kata Khari.
Menurutnya, salah satu perawatan penting adalah rutin mengganti oli mesin. Dengan perawatan yang baik, mesin BeAT karburator masih bisa digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
CVT BeAT Karburator Jarang Bermasalah
Honda BeAT generasi pertama sudah menggunakan transmisi otomatis dengan sistem Continuously Variable Transmission (CVT), seperti skutik pada umumnya.
Baca Juga: Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan
Khari menyebut sektor CVT juga relatif minim masalah apabila kondisinya selalu dijaga kebersihannya.
“Selama kondisinya bersih, CVT Honda BeAT karburator jarang gredek,” ujarnya.
Meski begitu, calon pembeli motor bekas tetap perlu memeriksa kondisi CVT dan komponen pendukungnya untuk memastikan tidak ada kerusakan akibat usia pemakaian.
Waspada BeAT Karbu Brebet
Baca Juga: Jangan Asal Ganti Coolant Mobil Listrik, Ternyata Baterai Punya Kebutuhan Khusus
Salah satu masalah yang cukup sering muncul pada Honda BeAT karburator adalah mesin brebet.
Khari menjelaskan, gangguan tersebut umumnya berkaitan dengan kondisi karburator yang sudah mengalami masalah.
“Penyakit Honda BeAT karburator itu biasanya cuma brebet,” katanya.
Karburator yang digunakan BeAT generasi pertama juga terbilang cukup canggih pada masanya. Sistem tersebut telah menggunakan mekanisme vakum pada gerak skep serta choke otomatis.
Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026 Digelar di Bandung, Dedi Mulyadi: Gerakkan Ekonomi Jawa Barat
Fitur choke otomatis membuat putaran mesin meningkat ketika mesin masih dalam kondisi dingin, misalnya saat motor pertama kali dinyalakan pada pagi hari.
Namun, komponen berbahan karet pada sistem tersebut dapat mengalami penurunan kondisi seiring bertambahnya usia kendaraan.
“Cuma vakumnya kalau sudah tua biasanya getas terus robek,” ujar Khari.
Selain itu, kerusakan choke otomatis juga dapat membuat karburator mengalami gangguan sehingga mesin sulit mempertahankan putaran langsam.
Karet Intake Manifold Juga Perlu Dicek
Baca Juga: Timun Mas Coffee Lab Bogor, Tempat Ngopi di Gadog Bisa Lihat Proses Roasting Kopi
Sumber brebet pada Honda BeAT karburator tidak hanya berasal dari karburator. Karet intake manifold juga menjadi salah satu komponen yang perlu diperhatikan.
Jika karet tersebut sudah getas atau mengalami kerusakan, kebocoran pada saluran masuk udara dapat mengganggu kerja mesin.
“Brebet juga bisa dari karet intake manifold yang sudah robek, sering kejadian juga tuh,” tutur Khari.
Baca Juga: Bayi Laki-Laki Ditemukan di Jalan Bomang Tajurhalang Bogor, Polisi Ungkap Kondisinya
Karena itu, calon pembeli Honda BeAT karburator bekas sebaiknya tidak hanya terpaku pada kondisi bodi. Pemeriksaan mesin, karburator, sistem choke, intake manifold, hingga CVT penting dilakukan sebelum membeli.
Dengan usia kendaraan yang sudah cukup tua, kondisi dan riwayat perawatan menjadi faktor yang jauh lebih penting dibanding sekadar tampilan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga