AI Dashcam Cartrack Resmi Masuk Indonesia, Bisa Deteksi Pengemudi Ngantuk hingga Main HP

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 19:36 WIB
Ilustrasi dashcam. Foto: The Personal Insurance Company
Ilustrasi dashcam. Foto: The Personal Insurance Company

RADAR BOGOR — Teknologi pemantauan kendaraan berbasis kecerdasan buatan (AI) semakin berkembang. Cartrack resmi meluncurkan AI Dash Pro di Indonesia. Perangkat dashcam berbasis AI ini dirancang khusus untuk membantu operator armada memantau perilaku pengemudi secara real-time.

AI Dash Pro tidak hanya berfungsi sebagai dashcam atau kamera perekam perjalanan. Perangkat tersebut mampu mendeteksi sejumlah perilaku berkendara berisiko, mulai dari pengemudi kelelahan, kehilangan konsentrasi, menggunakan ponsel saat berkendara, hingga menjaga jarak yang terlalu dekat dengan kendaraan di depan.

Teknologi dashcam tersebut ditujukan untuk membantu perusahaan mengantisipasi potensi kecelakaan sebelum risiko berkembang menjadi insiden di jalan.

Baca Juga: Cegah Kebakaran Terulang, Petugas DLH Kota Bogor Dilatih Mitigasi di TPA Galuga

Chief Strategy & Marketing Officer Cartrack Carmen Calisto mengatakan, aspek keselamatan berkendara memiliki hubungan langsung dengan biaya operasional dan keberlangsungan bisnis perusahaan.

“Dalam pasar seperti Indonesia yang kompetitif dan sensitif terhadap harga, keselamatan tidak lagi hanya menjadi isu kepatuhan. Keselamatan secara langsung memengaruhi biaya perusahaan, reputasinya, dan kemampuannya mempertahankan pelanggan,” ujar Carmen di Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

Menurutnya, AI Dash Pro memungkinkan perusahaan tidak sekadar merekam kejadian setelah kecelakaan atau pelanggaran terjadi, tetapi melakukan tindakan pencegahan ketika risiko terdeteksi.

Pengemudi Bisa Dapat Peringatan Langsung

Baca Juga: Cek 5 Kategori KPM Penerima Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026

Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah sistem peringatan secara real-time.

Ketika mendeteksi perilaku berisiko, AI Dash Pro dapat memberikan peringatan langsung kepada pengemudi melalui suara dan getaran pada kursi.

Pada saat bersamaan, manajer armada juga mendapatkan notifikasi mengenai kondisi tersebut.

Dengan demikian, perusahaan dapat mengambil tindakan lebih cepat. Misalnya, ketika sistem mendeteksi pengemudi mengalami kelelahan, manajer dapat meminta pengemudi menghentikan kendaraan dan beristirahat.

Rekaman kejadian berisiko juga disimpan secara otomatis sehingga dapat ditinjau kembali oleh perusahaan.

Baca Juga: Bappisus Investigasi Temuan Miras di Lapas Cibinong Bogor Pasca Disidak Ombudsman

Data tersebut dapat diakses dari jarak jauh dan terhubung dengan informasi lokasi serta riwayat perjalanan kendaraan.

Hal ini memungkinkan manajer armada melakukan evaluasi berdasarkan rekaman kejadian, bukan hanya mengandalkan laporan dari pengemudi.

Bisa Buat Penilaian Pengemudi

Data yang dikumpulkan AI Dash Pro juga dapat dimanfaatkan perusahaan untuk membuat driver scorecard.

Melalui sistem tersebut, perusahaan dapat mengidentifikasi pengemudi yang membutuhkan pembinaan sekaligus mengetahui perilaku berkendara apa yang perlu diperbaiki.

Baca Juga: Ban Motor Baru Aspira Maxio Dash Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp280 Ribu

Cartrack menilai pendekatan berbasis data tersebut dapat membuat proses evaluasi lebih objektif karena manajer dan pengemudi dapat merujuk pada rekaman kejadian yang sama.

Bisa Tambah hingga Tiga Kamera

Kemampuan AI Dash Pro tidak hanya terbatas pada pemantauan kondisi di dalam kabin.

Perangkat ini dapat digunakan bersama hingga tiga kamera. Kamera tambahan dapat ditempatkan di area tertentu sesuai kebutuhan operator armada.

Misalnya, kamera dapat digunakan untuk memantau area muatan, tangki bahan bakar, maupun pintu kargo.

Fitur tersebut ditujukan untuk memberikan pengawasan yang lebih luas pada kendaraan komersial, termasuk membantu memantau potensi kehilangan muatan maupun manipulasi bahan bakar.

Baca Juga: Skema Baru PPPK 2027: Pengangkatan Penuh Waktu Tanpa Tes, Gaji Pusat dan Peluang CPNS

Klaim Turunkan Insiden Keselamatan

Cartrack menyebut teknologi AI Vision yang dipadukan dengan pembinaan pengemudi telah diterapkan oleh sejumlah pelanggannya.

Berdasarkan klaim perusahaan, salah satu operator logistik di kawasan yang menggunakan teknologi tersebut mencatat penurunan insiden keselamatan hingga 31 persen.

Sementara itu, Lintas Shuttle disebut berhasil mencatat penurunan kecelakaan hingga 60 persen melalui pembinaan pengemudi berbasis data.

Baca Juga: Gen Z Serbu Rumah Subsidi di Tengah Backlog 746 Ribu Unit di Kabupaten Bogor

Cartrack menilai pemanfaatan teknologi pemantauan perilaku pengemudi dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko kecelakaan yang berkaitan dengan kelelahan maupun kurangnya konsentrasi.

Untuk pasar Indonesia, Cartrack AI Dash Pro ditawarkan dengan skema berlangganan.

Harga layanan tersebut dibanderol mulai Rp550.000 per bulan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
dashcam Pioneer cartrack indonesia main hp