Aki Motor Baru Cepat Jebol? Warga Bogor Perlu Cek Sistem Pengisian, Bisa Jadi Spul Belum Full-Wave

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 17:53 WIB
Ilustrasi perbaikan kelistrikan motor (ilustrasi Gemini AI)
Ilustrasi perbaikan kelistrikan motor. Foto: ilustrasi Gemini AI

RADAR BOGOR - Aki motor yang baru diganti tetapi kembali cepat rusak atau terasa seperti mengalami overcharge tidak selalu disebabkan oleh kualitas aki. 

Dalam kasus yang dibahas kanal YouTube AGM Channel, pemeriksaan menemukan sistem kelistrikan dan pengisian menjadi bagian penting pada aki motor yang perlu diperiksa. 

Informasi ini relevan bagi warga Bogor yang mengalami aki motor cepat tekor, double starter tidak berfungsi, atau khawatir memasang aki baru karena masalah sebelumnya kembali terjadi.

Baca Juga: Pengangguran 7,22 Juta, Mahasiswa ITB Vinus Bogor Ditantang jadi Pencipta Lapangan Kerja

Aki Baru Cepat Rusak, Jangan Langsung Ganti Lagi

Dalam kasus tersebut, aki yang sebelumnya baru digunakan sekitar dua bulan sudah mengalami kerusakan. Kondisinya ditandai aki tidak dapat bekerja dan terdengar bunyi ketika digoyangkan.

Sebelum memasang aki baru, pemeriksaan dilakukan menggunakan avometer. Tegangan awal aki tercatat sekitar 12,82 volt DC. Namun, ketika kontak dinyalakan, tegangan langsung mengalami penurunan karena beban kelistrikan.

Pemeriksaan kemudian dilanjutkan pada sistem pengisian. Pada kondisi mesin stasioner, tegangan pengisian belum menunjukkan peningkatan yang memadai. 

Baca Juga: Legenda PSB Bogor Ikuti Fun Game Football, Kenalkan Jersey Baru hingga Bahas Kabar Klub

Saat putaran mesin dinaikkan, tegangannya memang meningkat, tetapi belum sesuai kebutuhan sistem.

Output Spul Terlalu Rendah

Pengukuran berikutnya dilakukan pada keluaran AC dari spul. Kabel yang digunakan untuk jalur lampu hanya menghasilkan sekitar 8 volt AC saat stasioner, kemudian meningkat ketika putaran mesin dinaikkan.

Sementara itu, jalur pengisian aki hanya menghasilkan sekitar 10 volt AC pada putaran rendah. 

Baca Juga: 700 Mahasiswa Baru ITB Vinus Kampus Cibungbulang Bogor Didorong Jadi Pemimpin Masa Depan

Kondisi tersebut menunjukkan sumber listrik dari spul perlu diperiksa lebih lanjut sebelum regulator atau aki diganti.

Dalam penjelasan teknis pada konten tersebut, sistem kelistrikan motor tersebut masih menggunakan konfigurasi half-wave. 

Salah satu jalur digunakan untuk lampu dan jalur lainnya untuk pengisian aki. Ketika konfigurasi kelistrikan telah mengalami perubahan, kebutuhan arus juga perlu disesuaikan.

Baca Juga: AC Mitsubishi Xpander Bekas Warga Bogor Mulai Tak Dingin? Segini Biaya Cuci Evaporator

Spul Digulung Ulang dan Diubah Menjadi Full-Wave

Perbaikan kemudian dilakukan dengan rewinding atau menggulung ulang spul, sekaligus mengubah sistem pengisian menjadi full-wave. 

Pada konfigurasi tersebut, jalur massa dari spul dilepas sehingga keluaran spul dapat digunakan untuk sistem penyearahan penuh.

Setelah proses tersebut, hasil pengukuran berubah cukup besar. Pada putaran stasioner, keluaran AC dari spul meningkat menjadi sekitar 26–27 volt AC. Ketika mesin digas, tegangannya bahkan dapat melewati 100 volt AC sebelum masuk ke regulator.

Baca Juga: Bansos PKD DKI Jakarta Mulai Cair, KAJ KPDJ KLJ Dapat Rp300 Ribu

Angka tersebut bukan berarti aki menerima tegangan sebesar itu. Tegangan dari spul terlebih dahulu diproses oleh kiprok atau regulator/rectifier sebelum menjadi arus DC yang digunakan untuk mengisi aki.

Pengisian Aki Berhasil Stabil

Setelah menggunakan kiprok sistem full-wave, pengisian aki kembali diuji. Pada putaran sekitar 1.300 RPM, tegangan pengisian tercatat 14,50 volt DC.

Ketika putaran mesin dinaikkan penuh, tegangan berada di sekitar 14,77 volt DC dan tetap berada di bawah 15 volt dalam pengujian tersebut.

Baca Juga: Dospulkam IPB University Kenalkan Inovasi Terumbu Buatan untuk Pulihkan Ekosistem Laut di Bali

Hasil ini menunjukkan pentingnya memeriksa seluruh sistem pengisian ketika aki motor cepat rusak. 

Pemeriksaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada aki, tetapi juga mencakup spul, jalur kabel, kiprok, massa, dan tegangan pengisian.

Tips untuk Warga Bogor

Jika aki motor baru tetapi cepat tekor atau justru mengalami kerusakan berulang, jangan buru-buru membeli aki berikutnya. 

Baca Juga: Kuliah Umum di DPRD Kota Bogor, STMIK Tazkia Tekankan Kemandirian Hadapi Perubahan Zaman

Gunakan multimeter untuk memeriksa tegangan aki dan sistem pengisian, kemudian bandingkan hasilnya dengan spesifikasi sistem kelistrikan kendaraan.

Perubahan dari half-wave ke full-wave juga bukan pekerjaan yang sebaiknya dilakukan sembarangan karena membutuhkan penyesuaian spul, jalur kabel, massa, dan regulator yang sesuai.

Bagi warga Bogor, gejala seperti aki cepat jebol, double starter tidak bekerja, atau tegangan pengisian tidak normal sebaiknya menjadi alasan untuk memeriksa sistem kelistrikan secara menyeluruh.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
Sumber : YouTube AGM channel
Aki Motor kelistrikan motor Aki cepat jebol bogor otomotif