Vario Kurang Bertenaga? Warga Bogor Bisa Cek 5 Bagian CVT Ini Sebelum Modifikasi

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 18:00 WIB
Proses pembongkaran CVT Vario (YouTube HND garage)
Proses pembongkaran CVT Vario (YouTube HND garage)

RADAR BOGOR - Honda Vario yang terasa kurang bertenaga atau respons gasnya mulai menurun tidak selalu membutuhkan modifikasi mesin. 

Melansir dari kanal YouTube HND garage, untuk pemakaian harian, pemilik motor bisa lebih dulu memeriksa kondisi CVT, terutama roller, rumah roller, V-belt, pulley, dan kampas ganda.

Pemeriksaan menjadi penting ketika jarak tempuh motor sudah puluhan ribu kilometer. Pada salah satu unit Vario dengan odometer sekitar 22.000 kilometer, ditemukan roller yang mulai aus meski sejumlah komponen CVT lainnya masih layak digunakan.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jabar Soroti Peran Media di Tengah Banjir Hoaks

1. Periksa Kondisi Roller

Roller merupakan salah satu komponen penting dalam sistem CVT motor matik. Bentuk roller seharusnya tetap relatif bulat dan permukaannya tidak mengalami keausan berlebihan.

Roller yang sudah terkikis pada salah satu sisi dapat membuat pergerakannya di rumah roller tidak optimal. Dampaknya bisa terasa pada respons akselerasi dan karakter putaran mesin.

Karena itu, ketika Vario mulai terasa kurang responsif, pemeriksaan roller bisa menjadi langkah awal sebelum mengganti komponen lain.

Baca Juga: Tidak Masuk Skuad Timnas Indonesia, Marc Klok Tetap Sampaikan Hal Ini

2. Jangan Abaikan Rumah Roller

Selain roller, rumah roller juga perlu diperiksa. Jalur tempat roller bergerak mengalami gesekan selama CVT bekerja sehingga kondisi permukaannya dapat berubah seiring pemakaian.

Pada unit yang diperiksa, jalur rumah roller dihaluskan untuk mendapatkan karakter kerja CVT tertentu. Tujuannya adalah mengatur pergerakan roller agar perubahan rasio CVT sesuai dengan kebutuhan.

Namun, bagian ini sebaiknya tidak dikerjakan sembarangan. Mengubah bentuk atau sudut jalur secara berlebihan dapat mengubah karakter motor dan berpotensi membuat kerja CVT tidak sesuai.

Baca Juga: Ayah Meninggal di Gunung Sindur Bogor, Anak 19 Tahun Diduga Terlibat

3. Cek V-Belt Sebelum Mengganti Roller

V-Belt juga menjadi komponen yang wajib diperiksa ketika CVT dibongkar. Kondisi retak, aus, atau ukuran yang sudah berkurang dapat memengaruhi penyaluran tenaga dari mesin menuju roda.

Pada unit yang diperiksa, V-Belt masih dinilai layak meskipun terdapat sedikit retakan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan kondisi aktual komponen lebih penting daripada sekadar mengganti semua bagian berdasarkan jarak tempuh.

Jika V-Belt sudah menunjukkan kerusakan yang jelas, penggantian sebaiknya dilakukan sebelum digunakan kembali untuk aktivitas harian.

Baca Juga: Setor Sampah di Balai Kota Bogor Melalui Waste Station, Warga Bisa Dapat Saldo

4. Bersihkan Area Pulley dan Kampas Ganda

Debu dari gesekan komponen CVT dapat menumpuk di dalam rumah CVT. Karena itu, area pulley dan kampas ganda sebaiknya ikut dibersihkan ketika CVT dibongkar.

Kebersihan CVT penting karena debu yang menumpuk dapat mengganggu kerja komponen dan membuat pemeriksaan kondisi permukaan menjadi lebih sulit.

Pemilik Vario juga sebaiknya memastikan pelumasan pada bagian yang memang membutuhkan pelumas dilakukan dengan jenis dan jumlah yang tepat. Pelumas yang tidak sesuai justru dapat menimbulkan masalah pada komponen tertentu.

Baca Juga: BKN Ubah Cara Menilai Karier PNS, Talenta Mulai Jadi Kunci Pengisian Jabatan

5. Jangan Hanya Fokus pada CVT

Jika CVT sudah diperiksa tetapi performa mesin tetap kurang, bagian mesin juga perlu mendapat perhatian. Dalam pengerjaan pada unit tersebut, posisi top mesin, celah katup, busi, dan kondisi oli ikut diperiksa.

Setelan klep pada unit tersebut dibuat berbeda dari ukuran standar yang disebutkan dalam sumber, yaitu 10 mm untuk bagian atas dan 20 mm untuk bagian bawah. 

Setelan seperti ini merupakan bagian dari eksperimen pada unit tertentu dan tidak seharusnya langsung diterapkan pada semua Vario.

Baca Juga: Hidden Gem Kuliner Bogor, Boemi Sagala Punya Nasi Mercon Mulai Rp12 Ribu

Kondisi busi dan oli juga perlu diperiksa secara berkala karena keduanya berhubungan dengan kondisi kerja mesin.

Tips untuk Vario yang Dipakai Harian di Bogor

Bagi warga Bogor yang menggunakan Vario untuk aktivitas sehari-hari, beberapa pemeriksaan sederhana bisa dilakukan saat motor mulai terasa berbeda.

- Periksa roller jika tarikan mulai berubah.

- Cek V-Belt dari retak atau tanda keausan.

- Perhatikan kondisi rumah roller dan pulley.

- Bersihkan debu CVT secara berkala.

- Periksa kampas ganda ketika CVT dibongkar.

- Pastikan kondisi busi dan oli tetap baik.

- Hindari modifikasi jalur rumah roller tanpa memahami dampaknya.

Bagi warga Bogor, perawatan CVT secara berkala juga penting karena motor matik yang digunakan setiap hari menghadapi beragam kondisi lalu lintas dan beban penggunaan. 

Baca Juga: Peduli Seksama, Ini Cara Mudah Daftar Bansos Lewat Perlinsos

Dengan pemeriksaan yang tepat, performa motor bisa tetap terjaga tanpa harus mengorbankan keandalan.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : youtube HND garage
honda vario CVT bogor motor