Visco Fan Lemah Bikin Mesin Mobil Mudah Panas, Warga Bogor Perlu Tahu Cara Kerjanya

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 19:20 WIB
Visco fan yang sedang diperbaiki (YouTube Sejoli Channel Otomotif)
Visco fan yang sedang diperbaiki (YouTube Sejoli Channel Otomotif)

RADAR BOGOR - Visco fan atau kipas pendingin radiator yang sudah lemah bisa membuat temperatur mesin kendaraan lebih mudah naik. 

Kondisi ini perlu diperhatikan pemilik mobil, termasuk warga Bogor yang menggunakan kendaraan niaga seperti Mitsubishi Canter untuk aktivitas harian, karena sistem pendinginan yang tidak maksimal dapat mengganggu kerja mesin.

Kanal YouTube Sejoli Channel Otomotif membagikan perbaikan visco fan pada dua unit kendaraan. Setelah komponen pendinginan lainnya dinilai baik, sumber masalah mengarah pada visco fan yang putarannya dianggap terlalu ringan atau tidak lagi bekerja maksimal.

Baca Juga: BRI Peduli Sahabat Disabilitas Perluas Kesempatan Kerja Inklusif Lewat Pelatihan dan Pemagangan

Visco Fan Lemah, Temperatur Mesin Bisa Naik

Berbeda dengan kipas radiator elektrik, visco fan bekerja mengikuti putaran mesin melalui sistem kopling viskos yang menggunakan cairan silikon di dalamnya.

Saat kondisi visco fan masih baik, kipas memiliki tahanan tertentu sehingga mampu membantu mengalirkan udara melalui radiator ketika mesin membutuhkan pendinginan.

Sebaliknya, jika oli silikon di dalam mekanisme visco fan berkurang atau kondisinya sudah tidak sesuai, kipas dapat terasa terlalu ringan. 

Baca Juga: Mobil Mercedes Benz Terbakar di Jalan Transyogi Cileungsi Bogor, Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Kondisi ini menjadi salah satu hal yang perlu diperiksa ketika temperatur mesin kendaraan cenderung meningkat.

Perbaikan Visco Fan Tidak Selalu Harus Ganti Komponen

Dalam video channel tersebut, visco fan yang dianggap sudah lemah tidak diisi kembali dengan oli silikon. Mekanik justru melakukan modifikasi agar mekanisme kipas tidak lagi bekerja seperti visco fan standar.

Caranya dilakukan dengan membuka bagian tengah visco fan, kemudian memasang potongan karet dari ban dalam sebagai pengganjal. Material tersebut dibuat dengan ukuran tertentu agar bagian mekanisme di dalamnya dapat terkunci rapat.

Baca Juga: Vario Kurang Bertenaga? Warga Bogor Bisa Cek 5 Bagian CVT Ini Sebelum Modifikasi

Setelah karet terpasang, bagian visco fan dirakit kembali dan dikencangkan. Tujuannya membuat kipas bekerja lebih langsung mengikuti putaran mesin.

Namun, metode ini merupakan modifikasi berdasarkan praktik bengkel dalam sumber informasi, bukan prosedur perbaikan standar yang berlaku untuk semua kendaraan.

Kenali Ciri Visco Fan Bermasalah

Bagi warga Bogor yang menggunakan mobil dengan sistem pendinginan berbasis visco fan, beberapa kondisi berikut bisa menjadi tanda awal yang perlu diperiksa:

- Temperatur mesin lebih sering meningkat.

- Putaran kipas terasa terlalu ringan ketika mesin dalam kondisi tertentu.

- Kipas tidak memberikan tahanan yang semestinya.

- Sistem pendinginan lainnya sudah diperiksa tetapi temperatur masih bermasalah.

- Saat mesin dimatikan, kipas masih berputar cukup lama atau terlalu bebas.

Baca Juga: Jadwal Padat Oktober 2026, Asisten Pelatih Persib Sampaikan Hal Ini

Pemeriksaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada kipas. Kondisi radiator, coolant, thermostat, water pump, belt, serta kebersihan sirip radiator juga perlu diperiksa untuk mencari penyebab temperatur mesin naik.

Kenapa Modifikasi Visco Fan Perlu Dipertimbangkan Matang?

Mengubah visco fan menjadi sistem yang lebih permanen dapat membuat kipas terus mengikuti putaran mesin. 

Cara tersebut dapat berbeda karakter kerjanya dibandingkan sistem visco fan standar yang mengatur keterikatan kipas berdasarkan kondisi temperatur.

Baca Juga: Ayah Meninggal di Gunung Sindur Bogor, Anak 19 Tahun Diduga Terlibat

Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya mempertimbangkan karakter mesin, beban kendaraan, konsumsi tenaga mesin, serta kebutuhan pendinginan sebelum melakukan modifikasi.

Untuk kendaraan niaga seperti Mitsubishi Canter yang sering membawa beban dan bekerja dalam kondisi berat, sistem pendinginan memiliki peran penting. 

Kerusakan atau modifikasi yang tidak tepat justru dapat menimbulkan masalah baru apabila tidak dilakukan dengan perhitungan yang benar.

Baca Juga: Siswa-siswi SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Gunung Sindur Bogor Luncurkan 2 Hasil Karya Buku

Warga Bogor Jangan Abaikan Temperatur Mesin

Bagi warga Bogor yang menggunakan mobil diesel atau kendaraan niaga dengan visco fan, kenaikan temperatur mesin sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah sepele. Pemeriksaan sejak gejala awal dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih besar.

Jika visco fan memang sudah lemah, tentukan terlebih dahulu apakah komponen perlu diperbaiki, diisi ulang oli silikon sesuai spesifikasi, atau diganti. 

Modifikasi untuk mengunci mekanisme kipas sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan konstruksi kendaraan dan risiko penggunaannya.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jabar Soroti Peran Media di Tengah Banjir Hoaks

Dengan sistem pendinginan yang bekerja baik, temperatur mesin lebih mudah dikontrol dan risiko gangguan akibat overheat dapat ditekan, terutama pada kendaraan yang digunakan untuk bekerja setiap hari.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : YouTube Sejoli Channel Otomotif
radiator mobil Visco fan kipas radiator bogor mobil