RADAR BOGOR - Pernah merasa cat mobil terlihat kurang bercahaya dan tidak lagi tampak bersih? Kondisi tersebut bisa terjadi karena berbagai faktor yang memengaruhi lapisan cat kendaraan.
Menurut situs resmi Auto2000, terdapat sejumlah penyebab yang dapat membuat warna cat mobil semakin pudar. Salah satunya adalah paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari.
Sinar UV memiliki energi yang cukup besar sehingga dapat menyebabkan perubahan kimia pada molekul yang membentuk cat mobil.
Paparan tersebut dapat memutus dan mengubah ikatan kimia di dalam lapisan cat.
Selain sinar UV, perubahan suhu atau temperatur yang terjadi secara cepat juga dapat memengaruhi kondisi cat mobil.
Suhu yang tinggi dapat mempercepat berbagai reaksi kimia sekaligus meningkatkan tekanan panas pada lapisan cat.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Temui Ayatulloh, Pedagang Gorengan yang Terpilih Jadi Kades Pahlawan Setia
Sebagai contoh, mobil yang diparkir dan terkena sinar matahari dapat mengalami kenaikan suhu di dalam bodi kendaraan hingga jauh lebih tinggi dibandingkan suhu lingkungan.
Setelah lama terpapar panas, kondisi cuaca dapat berubah secara tiba-tiba. Hujan atau mencuci mobil ketika bodi masih dalam kondisi panas dapat menyebabkan perubahan temperatur secara cepat.
Siklus perubahan suhu yang terjadi berulang dalam waktu lama dapat membuat lapisan cat kendaraan lebih cepat mengalami kerusakan.
Debu dan Kotoran Juga Bisa Membuat Cat Kusam
Faktor lain yang dapat membuat cat mobil terlihat tidak bersih adalah debu, polusi, getah pohon, kotoran burung, serta berbagai sisa kotoran lainnya yang menempel di permukaan kendaraan.
Kotoran tertentu memiliki sifat asam sehingga dapat menyebabkan noda pada permukaan cat apabila dibiarkan terlalu lama, terutama ketika kendaraan terpapar terik matahari.
Selain lebih sulit dibersihkan, kotoran yang sudah lama menempel juga berpotensi meninggalkan bekas noda pada permukaan cat.
Tips Merawat Cat Mobil agar Tidak Cepat Kusam
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi cat mobil agar tetap terlihat bersih dan tidak cepat kusam.
1. Cuci Mobil Secara Teratur dalam Kondisi Dingin
Mobil sebaiknya dibersihkan secara rutin, terutama saat musim kemarau. Mencuci kendaraan setidaknya satu kali dalam seminggu dapat membantu menghilangkan debu dan kotoran yang menempel di permukaan bodi.
Hindari mencuci mobil ketika bodi masih panas. Kondisi tersebut dapat membuat air lebih cepat menguap sehingga meninggalkan bekas air dan kotoran pada permukaan kendaraan.
2. Parkir di Tempat Teduh
Jika mobil harus diparkir di luar ruangan, usahakan bagian atap dan kap mesin terlindung dari paparan sinar matahari langsung.
Baca Juga: Pimpin Apel di Balaikota Bogor, Dedie Curhat Sering Disurati Gereja Imbas CFD di Soedirman
Kedua bagian tersebut biasanya lebih sering terkena sinar UV. Gunakan pelindung mobil apabila kendaraan harus diparkir dalam waktu lama.
Jika memungkinkan, parkir kendaraan di dalam garasi atau area tertutup untuk mengurangi paparan sinar UV.
Parkir di bawah pohon juga perlu diperhatikan. Meski dapat memberikan keteduhan, kendaraan tetap berisiko terkena getah, ranting, maupun kotoran burung.
3. Lakukan Polish dan Wax Secara Berkala
Polish dan wax dapat dilakukan secara berkala apabila kendaraan sering terpapar sinar matahari.
Baca Juga: Cegah Gagal Ginjal Kronis, RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Edukasi Pasien dan Keluarga
Polish digunakan untuk membantu mengangkat kotoran dan menjaga tampilan permukaan cat, sedangkan wax memberikan lapisan perlindungan tambahan pada bodi mobil.
Dengan perawatan secara rutin dan menghindari paparan sinar matahari secara berlebihan, kondisi cat mobil dapat tetap terjaga dan tidak cepat terlihat kusam. (Fauzan Kaifah/MG)
Editor : Yosep Awaludin