Harga Mobil Listrik Bekas Makin Turun! 3 Model Ini Kini Mulai Rp200 Jutaan

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 10:44 WIB
Hyundai Ioniq 5. Foto: Laman Hyundai
Hyundai Ioniq 5. Foto: Laman Hyundai

RADAR BOGOR – Harga mobil listrik bekas di Indonesia kembali menjadi perhatian. Memasuki September 2026, sejumlah model EV seken mengalami koreksi harga cukup signifikan di tengah semakin ramainya pilihan mobil listrik baru dengan banderol Rp300 jutaan hingga Rp400 jutaan.

Kondisi tersebut membuat pasar mobil listrik bekas semakin menarik bagi calon pembeli. Di sisi lain, penurunan harga juga menjadi tantangan bagi pedagang karena harga mobil listrik baru dapat berubah sewaktu-waktu akibat program diskon dari produsen.

Kepala Bursa Mobil Bekas Mangga Dua Square, Agus, mengatakan koreksi harga mobil listrik bekas tidak terlepas dari semakin agresifnya promo kendaraan listrik baru.

Baca Juga: Pin Cafe Puncak, Kafe dengan View Kebun Teh, Bebas Tiket Masuk dan Ramah Keluarga

“Mobil bekas di 2026 ini yang harganya drop kebanyakan mobil-mobil listrik karena banyak diskon. Tapi tetap laku,” kata Agus.

Menurutnya, meski mengalami penurunan harga, mobil listrik bekas masih memiliki peminat yang cukup tinggi, khususnya di Jakarta. Bahkan, unit EV seken disebut relatif cepat terjual.

“Lakunya laku banget, cepat kalau di Jakarta. Mungkin di daerah lain, di luar Jakarta saya kurang tahu, karena belum banyak tempat cas di tempat umum,” ujarnya.

Pedagang Harus Ekstra Hati-hati

Baca Juga: Tiga Kali Disurati, 60 Lapak PKL di Jalan Nyi Raja Permas Kota Bogor Akhirnya Dibongkar

Penurunan harga mobil listrik baru juga membuat pedagang kendaraan bekas harus lebih cermat ketika menentukan harga pembelian unit.

Pemilik Diler Auto Cars di Pasar Mobil Kemayoran, Reynando, mengatakan salah satu tantangan terbesar dalam menjual EV bekas adalah risiko harga baru turun setelah pedagang membeli unit.

“EV tuh kadang kita masih khawatir, kita dihantam sama harga barunya. Hari ini kita beli, dengan patokan harga baru,” kata Reynando.

Ia mencontohkan Hyundai Ioniq 5. Ketika harga unit barunya berada di kisaran Rp500 jutaan, pedagang bisa mengambil unit bekas sekitar Rp380 juta hingga Rp390 juta untuk kemudian dijual kembali di kisaran Rp400 jutaan.

Baca Juga: Rank 1 Dunia Tumbang 2 Set Langsung, Leo Daniel Melaju ke Final Asian Games 2026

Namun, perhitungan tersebut dapat berubah apabila mobil barunya tiba-tiba mendapatkan potongan harga besar.

“Tiba-tiba yang baru didiskon, khawatir di situnya. Apalagi mobil-mobil China, itu gila-gilaan. Keluar baru malah lebih murah terus,” lanjutnya.

Menurut Reynando, fenomena tersebut menjadi tantangan baru di pasar mobil bekas. Kehadiran berbagai model EV baru dengan teknologi yang semakin berkembang, tetapi dibanderol kompetitif, membuat harga mobil listrik generasi sebelumnya lebih cepat terkoreksi.

3 Mobil Listrik Bekas yang Harganya Turun

Baca Juga: Pedagang Curhat ke Dedi Mulyadi di Pasar Ciroyom, Harga Kios Bikin Resah 

Berdasarkan pemantauan harga di sejumlah platform jual beli mobil bekas pada September 2026, beberapa model EV populer tercatat mengalami penurunan dibandingkan akhir 2025.

1. Chery Omoda E5

Chery Omoda E5 produksi 2024 yang sebelumnya dipasarkan sekitar Rp288 juta hingga Rp315 juta, kini berada di kisaran Rp250 juta sampai Rp300 juta.

Artinya, calon pembeli kini berpeluang mendapatkan mobil listrik bekas tersebut dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan periode sebelumnya.

2. Hyundai Ioniq 5

Harga Hyundai Ioniq 5 produksi 2023 juga mengalami koreksi. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp425 juta hingga Rp475 juta, kini unit bekasnya mulai ditawarkan sekitar Rp350 juta sampai Rp400 juta.

3. BYD Seal

Baca Juga: Cat Mobil Anda Cepat Kusam? Ini Penyebab dan Cara Merawatnya

BYD Seal produksi 2024 yang pada akhir 2025 masih berada di rentang Rp465 juta hingga Rp489 juta, kini terpantau ditawarkan sekitar Rp399 juta sampai Rp470 juta.

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa calon konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan untuk masuk ke pasar mobil listrik dengan dana yang lebih rendah.

Meski demikian, calon pembeli tetap perlu memperhatikan kondisi baterai, riwayat servis, usia kendaraan, garansi baterai, serta ketersediaan fasilitas pengisian daya sebelum memutuskan membeli EV bekas.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Temui Ayatulloh, Pedagang Gorengan yang Terpilih Jadi Kades Pahlawan Setia

Bagi konsumen yang sudah mempertimbangkan mobil listrik, turunnya harga sejumlah model bekas pada September 2026 bisa menjadi peluang. Namun, pergerakan harga mobil listrik baru dan program diskon dari masing-masing merek tetap perlu dipantau karena dapat kembali memengaruhi harga EV seken di pasaran.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
mobil murah hyundai mobil listrik mobil bekas