Rem Tromol Macet dan Paha Rem Miring? Ini Penyebab yang Sering Terlewat, Warga Bogor Wajib Tahu

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 12:51 WIB
Rem tromol macet (YouTube Silaban channel)
Rem tromol macet (YouTube Silaban channel)

RADAR BOGOR - Rem tromol yang terasa macet, pedal atau tuas rem tidak kembali, hingga paha rem terlihat terlalu miring ke depan bisa disebabkan beberapa kondisi. 

Dikutip dari channel otomotif YouTube Silaban channel, berdasarkan pemeriksaan pada sistem rem tromol, masalah tidak selalu berasal dari as roda yang kering atau kampas yang sudah tipis, tetapi bisa terjadi karena permukaan tromol sudah aus dan membentuk cekungan. 

Bagi warga Bogor yang menggunakan motor setiap hari, kondisi ini perlu segera diperiksa karena berhubungan langsung dengan kinerja pengereman.

Baca Juga: Peluang PPPK Paruh Waktu Teknis Jadi Guru, Begini Aturan Teknis Terbaru

Paha Rem Miring Bisa Jadi Tanda Ada Masalah

Salah satu gejala yang mudah dilihat adalah posisi paha atau tuas pengungkit rem tromol terlihat lebih maju dari posisi normal.

Ketika pedal rem diinjak, tuas tersebut juga tidak segera kembali ke posisi semula. Kondisi ini bisa membuat rem terasa seret atau bahkan berpotensi membuat kampas tetap menempel pada tromol.

Ada beberapa kemungkinan penyebab yang perlu diperiksa, seperti as pengungkit yang kering atau macet, kampas rem yang sudah terlalu tipis, serta permukaan tromol yang mengalami keausan.

Baca Juga: Harga Mobil Listrik Bekas Makin Turun! 3 Model Ini Kini Mulai Rp200 Jutaan

Jangan Langsung Menyalahkan As Pengungkit

Pada pemeriksaan, kondisi as pengungkit ternyata masih dapat bergerak dengan normal. Kampas rem juga belum terlalu tipis.

Masalah justru ditemukan pada posisi pengungkit kampas yang sudah terlalu tegak akibat permukaan tromol mengalami keausan cukup dalam.

Ketika tromol sudah membentuk cekungan, kampas harus bergerak lebih jauh untuk mencapai permukaan pengereman. 

Baca Juga: Pin Cafe Puncak, Kafe dengan View Kebun Teh, Bebas Tiket Masuk dan Ramah Keluarga

Akibatnya, posisi mekanisme pembuka kampas bisa menjadi terlalu terbuka sehingga pegas tidak lagi cukup kuat untuk mengembalikannya seperti semula.

Tromol Aus Bisa Membuat Mekanisme Rem Tidak Kembali

Permukaan tromol yang sudah terkikis atau membentuk cekungan sering disebut sebagai tromol ngantong.

Kondisi ini membuat bagian permukaan tromol yang paling luar masih memiliki diameter berbeda dengan area yang sering bergesekan dengan kampas. 

Baca Juga: Tiga Kali Disurati, 60 Lapak PKL di Jalan Nyi Raja Permas Kota Bogor Akhirnya Dibongkar

Perbedaan tersebut juga dapat membuat proses pemasangan kampas menjadi lebih sulit jika mekanisme pengungkit sudah disetel terlalu mekar.

Karena itu, ketika rem tromol mulai macet atau paha rem terlalu maju, beberapa bagian berikut perlu diperiksa:

- As dan mekanisme pengungkit kampas.

- Ketebalan kampas rem.

- Kondisi pegas sepatu rem.

- Permukaan bagian dalam tromol.

- Posisi tuas atau paha rem.

- Gerakan kampas saat pedal atau tuas rem dilepas.

Pengganjal Tidak Selalu Menjadi Solusi

Salah satu cara yang kadang dilakukan untuk mengatasi tromol aus adalah menambahkan ganjalan pada mekanisme sepatu rem.

Baca Juga: Rank 1 Dunia Tumbang 2 Set Langsung, Leo Daniel Melaju ke Final Asian Games 2026

Namun, metode tersebut memiliki konsekuensi. Jika ganjalan membuat kampas sudah dalam kondisi mekar sebelum pedal rem diinjak, kampas dapat menjadi lebih sulit dimasukkan ke dalam tromol.

Selain itu, penyetelan yang tidak tepat dapat membuat kampas terlalu dekat dengan permukaan tromol sebelum pengereman dilakukan.

Karena itu, metode modifikasi seperti pengganjalan atau penambahan material pada mekanisme rem tidak sebaiknya dianggap sebagai prosedur standar. 

Baca Juga: Pimpin Apel di Balaikota Bogor, Dedie Curhat Sering Disurati Gereja Imbas CFD di Soedirman

Sistem rem merupakan komponen keselamatan sehingga perbaikan harus mempertimbangkan keamanan dan ketepatan pemasangan.

Solusi Standar Tetap Mengganti Tromol yang Aus

Jika permukaan tromol sudah mengalami keausan parah, solusi sesuai prosedur perbaikan adalah mengganti komponen tersebut dengan kondisi yang layak, kemudian melakukan penyetelan kembali mekanisme rem.

Perbaikan dengan menambahkan material las pada bagian tertentu dari mekanisme pengungkit merupakan metode rekondisi yang ditunjukkan dalam pemeriksaan tersebut, bukan pengganti universal untuk tromol baru.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Temui Ayatulloh, Pedagang Gorengan yang Terpilih Jadi Kades Pahlawan Setia

Setelah pengerjaan apa pun dilakukan, gerakan kampas dan kemampuan tuas kembali ke posisi semula harus diperiksa. Rem juga perlu diuji secara hati-hati sebelum motor digunakan secara normal.

Warga Bogor Wajib Cek Rem Tromol Secara Berkala

Bagi warga Bogor yang menggunakan motor dengan rem tromol, pemeriksaan jangan hanya dilakukan ketika rem sudah terasa macet.

Jika paha rem mulai terlalu maju, pedal tidak kembali, roda terasa berat setelah pengereman, atau rem berbunyi tidak normal, segera periksa sistem rem.

Baca Juga: Pedagang Curhat ke Dedi Mulyadi di Pasar Ciroyom, Harga Kios Bikin Resah 

Pemeriksaan sederhana dapat dimulai dengan memastikan tuas bergerak bebas, kampas tidak terlalu tipis, pegas bekerja baik, serta tidak ada keausan berlebihan pada permukaan tromol.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube Silaban channel
paha rem miring Rem tromol permukaan tromol sudah aus tuas rem tidak kembal