RADAR BOGOR - Aki motor yang terbaca sekitar 12,6 volt belum tentu mampu membuat dinamo starter bekerja dengan kuat.
Hal ini diperlihatkan dalam pengujian pada Suzuki Shogun setelah mesin selesai dikerjakan, ketika tegangan baterai berada di sekitar 12,6 volt dan turun saat tombol starter ditekan, dikutip dari kanal YouTube Siboen channel.
Pengujian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan arus dinamo starter jauh lebih besar daripada angka kapasitas Ah yang sering dilihat pada aki.
Baca Juga: Hanggar di Jalan Nyi Raja Permas Kota Bogor Dibangun Tahun Ini, Siap Tampung 800 Pedagang
Informasi ini penting bagi warga Bogor yang mengalami motor sulit distarter, terutama ketika aki terlihat normal jika hanya diukur menggunakan multimeter.
Tegangan Aki Bisa Normal, tetapi Kemampuan Starter Belum Tentu
Dalam pengujian tersebut, tegangan baterai sebelum starter berada di sekitar 12,6 volt. Ketika tombol starter ditekan, tegangan turun ke kisaran 10 volt lebih.
Kondisi seperti ini menunjukkan mengapa pemeriksaan aki sebaiknya tidak hanya melihat angka tegangan saat motor dalam kondisi diam.
Baca Juga: Uang Rp1,5 Miliar Sudah Disita, Kasus Dugaan Korupsi Pemkab Bogor Belum Juga Ada Tersangka
Aki harus mampu mempertahankan tegangan ketika mendapatkan beban besar dari dinamo starter.
Jika tegangan turun terlalu jauh atau starter berputar lemah, kondisi baterai, kabel, terminal, massa, bendik, dan dinamo starter perlu diperiksa.
Dinamo Starter Membutuhkan Arus Puluhan Ampere
Pengujian menggunakan alat pengukur arus pada kabel utama starter menunjukkan angka sekitar 30–31 Ampere pada unit yang diperiksa.
Baca Juga: Cara Kirim Nilai PMM ke e-Kinerja BKN dan Cetak Dokumen SKP Triwulan 3 2026
Angka tersebut memberikan gambaran bahwa dinamo starter membutuhkan arus yang cukup besar ketika memutar mesin.
Besarnya arus aktual dapat berbeda tergantung jenis motor, kondisi mesin, sistem starter, dan beban yang harus diputar.
Karena itu, kapasitas aki yang ditulis dalam satuan Ah tidak bisa langsung dibandingkan dengan kebutuhan arus starter dalam satuan Ampere.
Baca Juga: PTA NISKALA Sangkuriang Dayang Sumbi SMAN 7 Kota Bogor Jadi Ajang Bentuk Karakter Siswa
Jangan Samakan Ampere dengan Ampere-hour
Salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi adalah menganggap aki 5 Ah hanya mampu mengeluarkan arus 5 Ampere.
Padahal, Ah atau Ampere-hour merupakan kapasitas penyimpanan listrik, sedangkan Ampere menunjukkan besar arus yang mengalir pada suatu kondisi.
Dengan kata lain, aki yang memiliki kapasitas tertentu tetap dapat memberikan arus jauh lebih besar dalam waktu singkat untuk kebutuhan starter, selama kemampuan aki dan sistem kelistrikannya mendukung.
Baca Juga: Pemkot Bogor Perkuat Ekonomi Sirkular, Minyak Jelantah dan Plastik Dimanfaatkan Kembali
Itulah sebabnya dinamo starter dapat menarik arus sekitar 30 Ampere meskipun kapasitas aki ditulis dalam satuan Ah yang jauh lebih kecil.
Kenapa Aki 12 Volt Belum Tentu Kuat Starter?
Bagi warga Bogor, gejala ini cukup mudah ditemui ketika motor mulai sulit dihidupkan pada pagi hari atau setelah lama tidak digunakan.
Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:
- Ukur tegangan aki ketika motor dalam kondisi diam.
- Ukur kembali tegangan saat tombol starter ditekan.
- Periksa terminal positif dan negatif aki.
- Pastikan kabel massa tidak longgar atau berkarat.
- Periksa kabel besar menuju bendik dan dinamo starter.
- Periksa kondisi bendik starter.
- Jika perlu, ukur arus yang digunakan dinamo starter dengan alat yang sesuai.
Baca Juga: Rem Tromol Macet dan Paha Rem Miring? Ini Penyebab yang Sering Terlewat, Warga Bogor Wajib Tahu
Jika tegangan aki terlihat normal tetapi starter tetap berat, jangan langsung menyimpulkan aki pasti sehat.
Pengujian ketika mendapat beban jauh lebih memberikan gambaran mengenai kemampuan aki dalam menjalankan starter.
Dinamo Starter Berat Juga Bisa Membuat Arus Tinggi
Kebutuhan arus starter tidak hanya dipengaruhi oleh aki. Dinamo starter yang bermasalah atau mesin yang terlalu berat diputar juga dapat memengaruhi arus yang dibutuhkan.
Baca Juga: Arahan Tegas untuk RT, RW dan Kepala Desa Soal Aturan Desil Bansos, Simak di Sini
Karena itu, jika hasil pengukuran menunjukkan arus tidak wajar, pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada seluruh rangkaian starter, bukan hanya baterai.
Untuk motor lawas seperti Suzuki Shogun, pemeriksaan kabel, konektor, massa, bendik, dan dinamo starter juga penting karena usia kendaraan dapat memengaruhi kondisi komponen kelistrikan.
Bagi warga Bogor, memahami perbedaan Volt, Ampere, dan Ampere-hour (Ah) penting agar tidak salah mendiagnosis aki motor.
Baca Juga: Kampoeng Koneng Sentul Bogor, Resto Sunda Ramah Anak dengan Suasana Pedesaan dan View Gunung Pancar
Angka 12 volt menunjukkan tegangan, sedangkan kemampuan menyediakan arus untuk starter merupakan hal yang berbeda.
Jadi, jangan hanya melihat angka voltase saat aki dalam keadaan diam. Untuk mengetahui apakah sistem starter benar-benar sehat, kemampuan aki dan rangkaian starter saat bekerja juga perlu diperiksa.***
Editor : Asep SuhendarSumber : YouTube Siboen channel