15 Kebiasaan Sepele yang Bikin Mobil Cepat Rusak, Pengemudi Wajib Hindari

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 09:20 WIB
Ilustrasi kebiasaan mengemudi yang salah hingga membuat mobil cepat rusak. (Foto: Google)
Ilustrasi kebiasaan mengemudi yang salah hingga membuat mobil cepat rusak. (Foto: Google)

RADAR BOGOR – Kerusakan mobil tidak selalu terjadi karena usia kendaraan atau tingginya jarak tempuh.

Sejumlah kebiasaan yang terlihat sepele saat berkendara maupun merawat kendaraan justru bisa mempercepat keausan komponen dan membuat biaya perbaikan semakin mahal.

Menjaga mobil tetap dalam kondisi prima bukan hanya dilakukan dengan mencuci kendaraan atau mengganti oli.

Cara mengemudi, memperhatikan tanda-tanda kerusakan, hingga kedisiplinan menjalani servis berkala turut menentukan usia pakai berbagai komponen kendaraan.

Mengutip edukasi dari kanal YouTube TIPS OTOMOTIF CHANNEL, terdapat sejumlah kebiasaan yang sebaiknya dihindari pemilik mobil agar kendaraan tetap nyaman digunakan sekaligus membantu mencegah biaya perbaikan yang tidak perlu.

Berikut 15 kebiasaan yang dapat membuat mobil cepat rusak dan perlu menjadi perhatian para pemilik kendaraan:

Baca Juga: Hidangan Makan Siang Keluarga, Resep Ikan Panggang Madu Sambal Dabu-Dabu, Gurih Manis dan Segar

1. Terlambat Mengganti Oli Mesin

Menunda penggantian oli hanya karena mesin masih terasa normal bukan kebiasaan yang baik.

Oli yang kualitasnya sudah menurun tidak lagi memberikan perlindungan optimal sehingga gesekan antar-komponen mesin dapat meningkat.

Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut berpotensi mempercepat keausan komponen di dalam mesin.

2. Mengabaikan Lampu Peringatan di Dashboard

Ketika lampu indikator menyala, jangan langsung menganggap mobil masih aman karena kendaraan tetap dapat berjalan.

Lampu peringatan pada dashboard merupakan tanda adanya kondisi tertentu yang perlu diperiksa.

Mengabaikannya justru dapat membuat masalah kecil berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

3. Terlalu Sering Menginjak Gas Secara Agresif

Akselerasi mendadak yang dilakukan berulang kali membuat kerja mesin semakin berat. Kebiasaan tersebut juga dapat mempercepat keausan sejumlah komponen sekaligus meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Mengemudi dengan akselerasi yang lebih halus dapat membantu menjaga kerja mesin tetap optimal.

4. Menahan Mobil di Tanjakan dengan Pedal Gas

Menjaga posisi mobil di tanjakan hanya dengan memainkan pedal gas dapat memberikan beban tambahan pada transmisi dan sistem penggerak.

Kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari agar komponen kendaraan tidak bekerja di luar kondisi yang semestinya.

Baca Juga: Bansos Digital 2026, Cek Daftar Bantuan dari PKH hingga Subsidi

5. Kerap Menunda Servis Berkala

Servis berkala bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi kendaraan sejak dini.

Sejumlah kerusakan dapat berkembang secara perlahan tanpa menunjukkan gejala yang langsung terasa.

Jika servis terus ditunda, bukan tidak mungkin kendaraan mengalami masalah lebih serius bahkan mogok ketika digunakan.

6. Memilih Suku Cadang atau Cairan Hanya karena Murah

Harga murah tidak selalu berarti pilihan yang tepat untuk kendaraan. Penggunaan oli, cairan kendaraan, maupun suku cadang yang tidak sesuai dengan spesifikasi pabrikan berpotensi menimbulkan persoalan teknis lainnya.

Karena itu, pemilik mobil perlu memastikan komponen dan cairan yang digunakan sesuai rekomendasi kendaraan.

7. Membawa Muatan Melebihi Kapasitas

Bagasi yang terlalu sering dijadikan tempat menyimpan berbagai barang dapat membuat kendaraan membawa beban berlebih.

Beban tambahan tersebut dapat meningkatkan kerja suspensi, ban, transmisi hingga sistem pengereman.

8. Tidak Memeriksa Kondisi dan Tekanan Ban

Ban merupakan salah satu komponen yang berhubungan langsung dengan keselamatan berkendara.

Ban yang sudah aus atau tekanan udaranya tidak sesuai dapat mengurangi traksi dan memengaruhi kemampuan pengereman. Karena itu, kondisi tapak ban dan tekanan udara perlu diperiksa secara rutin.

9. Membiarkan Mobil Terparkir Terlalu Lama

Mobil yang jarang digunakan bukan berarti bebas dari perawatan. Kendaraan yang terlalu lama terparkir dapat mengalami sejumlah masalah, salah satunya aki yang melemah.

Baca Juga: JNE Kembali Jadi Official Logistics Partner SNADA Indonesia 2026, Hadirkan Musisi Lintas Generasi

Tekanan udara pada ban juga dapat berubah apabila mobil tidak digunakan dalam waktu lama.

10. Jarang Membersihkan Bagian Kolong

Bagian bawah kendaraan sering luput dari perhatian saat mobil dicuci. Padahal, lumpur dan kotoran yang menempel dalam waktu lama dapat mempercepat munculnya karat pada sejumlah bagian, termasuk area sasis.

Membersihkan kolong kendaraan secara berkala dapat membantu mengurangi penumpukan kotoran.

11. Membiarkan Kaki Menempel di Pedal Kopling

Kebiasaan ini khususnya perlu dihindari pengemudi mobil manual. Menaruh kaki di atas pedal kopling selama mobil berjalan dapat membuat mekanisme kopling terus menerima tekanan. 

Jika dilakukan terus-menerus, kondisi tersebut berpotensi mempercepat keausan komponen kopling.

12. Sembarangan Memindahkan Tuas Transmisi Mobil Matik

Pengemudi mobil otomatis perlu memastikan kendaraan sudah benar-benar berhenti sebelum memindahkan posisi transmisi.

Memindahkan tuas transmisi ketika mobil masih bergerak dapat memberikan tekanan yang tidak semestinya pada sistem transmisi otomatis dan berpotensi menimbulkan kerusakan.

13. Mengabaikan Suara atau Getaran yang Tidak Normal

Bunyi berdecit, suara ketukan, maupun getaran yang sebelumnya tidak pernah muncul sebaiknya tidak dianggap sebagai hal biasa.

Gejala tersebut dapat menjadi tanda awal adanya komponen yang mulai bermasalah. Pemeriksaan lebih cepat dapat membantu mencegah kerusakan berkembang lebih parah.

14. Mengira Mobil Modern Tidak Membutuhkan Perawatan

Teknologi pada mobil modern memang semakin berkembang, tetapi bukan berarti kendaraan tersebut bebas perawatan.

Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 4 Makin Dekat, Cek Data KPM yang Masih Aman

Sebaliknya, mobil dengan sistem elektronik yang lebih kompleks tetap membutuhkan pemeriksaan dan perawatan berkala agar berbagai sistem dapat bekerja sebagaimana mestinya.

15. Baru Memperbaiki Mobil Setelah Mogok

Menunggu kendaraan sampai mogok sebelum melakukan perbaikan dapat menjadi kebiasaan yang membuat biaya servis semakin besar.

Kerusakan kecil yang sebenarnya masih dapat ditangani sejak awal berpotensi berkembang menjadi kerusakan pada lebih banyak komponen apabila terus dibiarkan.

Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya lebih peka terhadap berbagai tanda awal kerusakan.

Perawatan rutin, penggunaan komponen sesuai spesifikasi, serta kebiasaan berkendara yang tepat dapat membantu menjaga kondisi mobil sekaligus mengendalikan biaya kepemilikan dalam jangka panjang. (Adi/Boash)

Editor : Yosep Awaludin
mobil Komponen kendaraan