RADAR BOGOR - Oli gardan motor matic Honda menjadi perhatian setelah ditemukan produk AHM Oil Transmission Gear Oil dengan spesifikasi yang pada kemasannya terlihat mirip dengan oli mesin, yakni viskositas 10W-30 dan API SL.
Hal tersebut menjadi informasi menarik bagi pemilik motor matic, termasuk warga Bogor, yang rutin mengganti oli mesin dan oli gardan.
Kesamaan spesifikasi pada label tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan apakah isi oli gardan tersebut sama dengan oli mesin tertentu.
Baca Juga: Kisah Mahesa, Siswa SD di Semarang yang Dapat Sepeda dari BRI Peduli untuk Berangkat Sekolah
Mengutip dari kanal YouTube Pertamax7, perbandingan dilakukan dengan AHM Oil SPX2 dan ditemukan kemiripan pada viskositas serta API, meski terdapat perbedaan pada informasi dan kemasan produk.
Kenapa Oli Gardan Punya Spesifikasi Mirip Oli Mesin?
Oli transmisi atau gear oil untuk motor matic Honda umumnya dikemas khusus dalam botol berukuran kecil agar pengguna lebih mudah melakukan penggantian oli gardan.
AHM Oil Transmission Gear Oil yang dibahas memiliki kemasan 120 cc. Pada labelnya tercantum viskositas 10W-30 dan API SL. Sementara itu, oli mesin yang dibandingkan juga memiliki viskositas 10W-30 dan API SL.
Baca Juga: Gigi Netral Motor Kopling Susah Masuk? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Saat Macet
Kesamaan angka tersebut tidak otomatis membuktikan kedua produk memiliki formulasi yang identik.
Jenis penggunaan, formulasi aditif, serta rekomendasi pabrikan tetap perlu menjadi pertimbangan ketika memilih pelumas.
Jangan Hanya Melihat Angka 10W-30
Bagi pemilik motor matic di Bogor, informasi pada botol oli sebaiknya tidak hanya dilihat dari angka viskositas.
Baca Juga: Hidangan Makan Siang Keluarga, Resep Ikan Panggang Madu Sambal Dabu-Dabu, Gurih Manis dan Segar
Oli mesin dan oli transmisi bekerja pada lingkungan dan kebutuhan pelumasan yang berbeda.
Karena itu, pemilik motor sebaiknya mengikuti buku pedoman kendaraan atau rekomendasi resmi untuk menentukan jenis dan volume oli yang digunakan.
Khusus oli gardan, kesalahan memilih pelumas atau mengisi volume yang tidak sesuai juga dapat membuat perawatan CVT menjadi kurang optimal.
Baca Juga: Bansos Digital 2026, Cek Daftar Bantuan dari PKH hingga Subsidi
Ada Cara Lebih Praktis untuk Motor Tertentu
Sumber video juga membahas motor Honda dengan mesin tertentu yang menggunakan volume oli mesin sekitar 650 cc dan oli gardan sekitar 70 cc.
Dengan kemasan oli mesin 800 cc, sisa oli setelah penggantian mesin disebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.
Namun, penggunaan satu jenis oli untuk dua bagian kendaraan tidak boleh dilakukan hanya karena angka pada kemasan terlihat sama.
Baca Juga: Review Ducati 450 Desmo: Motor Trail Ducati dengan Teknologi Canggih, Harga Tembus Rp327 Juta
Pastikan terlebih dahulu bahwa oli tersebut memang direkomendasikan untuk kedua fungsi tersebut oleh pabrikan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pemilik motor matic antara lain:
- Cek rekomendasi oli berdasarkan tipe dan tahun motor.
- Perhatikan volume oli mesin dan oli gardan.
- Jangan menyamakan fungsi oli mesin dan oli transmisi hanya dari angka SAE.
- Periksa spesifikasi API dan standar lain yang tercantum.
- Hindari mencampur jenis oli tanpa mengetahui kompatibilitasnya.
Oli Gardan Matic Tetap Perlu Diganti Berkala
Oli gardan bekerja melumasi komponen transmisi akhir pada motor matic. Karena itu, pelumas tersebut tetap membutuhkan penggantian secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan.
Baca Juga: Villa Favore Puncak, Villa Baru Mewah dengan Infinity Pool dan View 180 Derajat ke Gunung Pangrango
Warga Bogor yang sering menggunakan motor matic untuk aktivitas harian sebaiknya tidak menunggu munculnya suara kasar dari area gardan untuk melakukan perawatan.
Pemeriksaan berkala dapat membantu menjaga kondisi komponen transmisi tetap optimal.
Kemasan kecil seperti AHM Oil Transmission Gear Oil memang menawarkan kepraktisan karena volumenya disesuaikan dengan kebutuhan penggantian oli gardan.
Baca Juga: Review Ducati 450 Desmo: Motor Trail Ducati dengan Teknologi Canggih, Harga Tembus Rp327 Juta
Sementara itu, membeli oli mesin dalam kemasan lebih besar dan memanfaatkan sisa oli hanya boleh dilakukan jika spesifikasi produk memang sesuai dengan kebutuhan komponen yang akan diisi.
Kesamaan viskositas 10W-30 dan API SL antara oli gardan dan oli mesin yang dibahas dalam sumber video memang menarik perhatian.
Namun, kesamaan label tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa keduanya memiliki isi dan formulasi yang sama.
Baca Juga: KPM Bansos PKH BPNT yang Lolos Sanggah, Cek Perubahan Status di SIKS-NG
Bagi warga Bogor, cara paling aman adalah tetap mengacu pada rekomendasi pabrikan sesuai tipe motor. Jangan memilih oli gardan hanya karena kemasan atau angka spesifikasinya terlihat sama dengan oli mesin.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Pertamax7