Motor Sering Berdebu Saat Kemarau? Warga Bogor Wajib Tahu 7 Bagian yang Perlu Dirawat

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 13:21 WIB
Pembersihan filter udara motor (youtube HND garage)
Pembersihan filter udara motor (youtube HND garage)

RADAR BOGOR - Musim kemarau bukan hanya membuat suhu udara meningkat, tetapi juga membuat debu lebih mudah menempel pada kendaraan motor. 

Kondisi ini perlu diperhatikan pemilik motor, termasuk warga Bogor, karena debu dapat masuk ke sejumlah komponen dan mengganggu kinerja motor jika dibiarkan menumpuk.

Perawatan motor pada musim kemarau berbeda dengan musim hujan. Jika musim hujan identik dengan risiko karat dan kotoran basah, musim kemarau membuat filter udara, radiator, shock absorber, bodi, hingga area pengisian oli lebih mudah terpapar debu, dilansir dari kanal otomotif YouTube HND garage.

Baca Juga: Bansos KLJ Cair September 2026, Cek Daftar Wilayah dan Nominal Saldo Masuk

1. Periksa Filter Udara Lebih Sering

Filter udara menjadi salah satu bagian motor yang paling mudah terkena debu. Kondisi tersebut semakin perlu diperhatikan ketika kendaraan sering digunakan melewati jalan berdebu.

Pada motor keluaran baru, banyak filter udara menggunakan elemen kertas yang memang dirancang untuk diganti ketika sudah kotor. 

Karena itu, jangan sembarangan mencuci atau menyemprot filter menggunakan air, bensin, maupun udara bertekanan jika jenis filternya tidak memungkinkan untuk dibersihkan.

Baca Juga: Go! Wet Waterpark Grand Wisata Bekasi, Waterpark dengan Beragam Wahana Seru untuk Keluarga

Pemilik motor bisa membuka rumah filter dan memeriksa kondisinya. Bagian plastik rumah filter dapat dibersihkan, sedangkan elemen filter sebaiknya mengikuti petunjuk perawatan sesuai jenisnya.

2. Jangan Abaikan Kisi-Kisi Radiator

Motor yang menggunakan sistem pendingin cairan juga perlu mendapat perhatian lebih saat musim kemarau. Debu yang terbawa angin dapat menempel dan menutup sebagian kisi-kisi radiator.

Jika permukaan radiator terlalu kotor, aliran udara untuk membantu proses pendinginan dapat terganggu. 

Baca Juga: Go! Wet Waterpark Grand Wisata Bekasi, Waterpark dengan Beragam Wahana Seru untuk Keluarga

Karena itu, warga Bogor yang menggunakan motor matic atau motor sport dengan radiator sebaiknya rutin memeriksa bagian tersebut.

Pembersihan dapat dilakukan secara manual atau menggunakan air dengan tekanan rendah. Hindari menyemprot radiator dengan tekanan terlalu tinggi karena sirip radiator cukup mudah bengkok.

3. Cek Shock Absorber dari Debu

Bagian shock absorber, terutama tabung atau batang shock, juga perlu diperiksa selama musim kemarau. 

Baca Juga: 15 Kebiasaan Sepele yang Bikin Mobil Cepat Rusak, Pengemudi Wajib Hindari

Debu yang menumpuk di sekitar seal debu dapat meningkatkan risiko kotoran masuk ke area batang shock.

Jika kotoran dibiarkan dan permukaan batang shock mengalami goresan, seal dapat lebih cepat bermasalah dan berpotensi menyebabkan kebocoran oli suspensi.

Karena itu, pemeriksaan bagian shock depan dan belakang sebaiknya menjadi bagian dari perawatan motor harian, terutama setelah motor sering digunakan di jalan berdebu.

Baca Juga: SMK Amaliah 1 dan 2 Ciawi Bogor Borong Juara di Gebyar Akuntansi Unida, Berikut Nama-namanya

4. Bersihkan Area Pengisian Oli Sebelum Membuka Tutup

Debu juga bisa menjadi masalah ketika pemilik motor melakukan penggantian oli. Area di sekitar tutup atau baut pengisian oli sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu.

Sisa oli yang menempel di sekitar area tersebut dapat membuat debu lebih mudah melekat. Jika langsung membuka tutup pengisian tanpa membersihkannya, kotoran berpotensi ikut masuk ke dalam mesin.

Untuk kotoran berupa debu, area tersebut dapat dibersihkan terlebih dahulu menggunakan bahan pembersih yang sesuai dan memastikan tidak ada sisa cairan maupun kotoran sebelum proses pengisian oli dilakukan.

Baca Juga: Jumat Berkah di RSUD R Moh Noh Nur, Penunggu Pasien Dapat Makanan dari Bupati Bogor

5. Perhatikan Tekanan Angin Ban

Suhu udara yang tinggi juga membuat pemilik motor perlu lebih rutin memeriksa tekanan ban. Tekanan ban harus mengikuti rekomendasi kendaraan dan tidak sebaiknya diatur hanya berdasarkan kondisi cuaca.

Penggunaan nitrogen kerap ditawarkan sebagai salah satu pilihan pengisian ban. Namun, yang paling penting adalah menjaga tekanan ban tetap sesuai rekomendasi agar pengendalian, kenyamanan, dan keausan ban tetap terjaga.

6. Jangan Langsung Mengelap Bodi Penuh Debu

Motor yang terkena debu tebal sebaiknya tidak langsung dilap dalam kondisi kering. Partikel debu yang berada di permukaan bodi dapat bergesekan dengan cat dan berpotensi menimbulkan baret halus.

Baca Juga: Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor Dunia, Rahmat Ditelepon Persiden Prabowo

Cara yang lebih aman adalah membilas atau menyiram permukaan terlebih dahulu agar debu terlepas. Setelah itu, gunakan kain microfiber atau lap berbahan lembut yang memang diperuntukkan untuk permukaan kendaraan.

7. Lindungi Motor dari Terik Matahari

Selain debu, paparan matahari langsung dalam waktu lama juga perlu diperhatikan. Motor yang terus-menerus diparkir di bawah terik matahari berpotensi membuat komponen eksterior lebih cepat mengalami penurunan kondisi.

Jika tersedia, pilih lokasi parkir yang teduh. Penggunaan sarung motor juga dapat membantu mengurangi paparan langsung terhadap panas dan sinar matahari.

Baca Juga: BRImo Buka Tiket BRI Super League Cuma Rp1, Ini Cara dan Syarat Mendapatkannya

Perawatan Motor Kemarau Jangan Hanya Fokus pada Mesin

Bagi warga Bogor, perawatan motor saat musim kemarau tidak cukup hanya dengan mengganti oli secara rutin. 

Filter udara, radiator, shock absorber, area pengisian oli, tekanan ban, bodi, dan perlindungan saat parkir juga perlu diperhatikan.

Dengan pemeriksaan sederhana secara berkala, pemilik motor dapat mengurangi risiko gangguan akibat debu dan panas sekaligus menjaga kondisi kendaraan tetap nyaman digunakan sehari-hari.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : youtube HND garage
bogor motor Perawatan Motor otomotif