Canter Euro 4 Pakai Solar B50, Warga Bogor Wajib Perhatikan 6 Bagian Ini

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 15:16 WIB
Mesin common rail Mitsubishi canter euro 4 (YouTube Dokter Otomotif)
Mesin common rail Mitsubishi canter euro 4 (YouTube Dokter Otomotif)

RADAR BOGOR - Mitsubishi Canter dengan mesin diesel common rail Euro 4 membutuhkan perhatian lebih pada sistem bahan bakar ketika menggunakan solar dengan kandungan biodiesel tinggi seperti B50. 

Bagi warga Bogor yang menggunakan Canter untuk aktivitas niaga, perawatan filter solar, water separator, selang bahan bakar hingga injektor menjadi bagian penting untuk mencegah gangguan sistem bahan bakar.

Melansir dari kanal YouTube Dokter Otomotif, membagikan persiapan kendaraan diesel common rail menghadapi penggunaan B50. 

Baca Juga: Bukan Cuma Juara Umum, Paskibra Amaliah Bogor Borong 12 Gelar di LKBB Battle of Jungle Jabar

Dalam pembahasan tersebut, kualitas dan kebersihan bahan bakar menjadi perhatian karena sistem common rail memiliki komponen dengan tingkat presisi tinggi.

Filter Solar Jangan Sampai Terlambat Diganti

Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah filter solar. Berdasarkan informasi dalam sumber, pengguna Canter yang menggunakan biosolar disarankan mengganti pre-filter dan main filter maksimal setiap 10.000 kilometer.

Sementara itu, penggunaan bahan bakar seperti Pertadex disebut memungkinkan interval penggantian lebih panjang, hingga sekitar 20.000 kilometer. 

Baca Juga: Calon Mahasiswa Poltekpin 2026 Harus Bersiap: Tes Fisik Bukan Sekadar Uji Kuat

Interval tersebut tetap perlu disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan, kondisi kendaraan, dan kualitas bahan bakar yang digunakan.

Saat mengganti filter, area di sekitar dudukan filter juga harus dibersihkan. Debu atau kotoran yang masuk saat proses penggantian dapat ikut terbawa ke dalam sistem bahan bakar.

Water Separator Perlu Rutin Dicek

Sistem bahan bakar Canter juga dilengkapi water separator yang berfungsi membantu memisahkan air dari bahan bakar. Keberadaan air menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai pada mesin diesel common rail.

Baca Juga: Calon Mahasiswa Poltekpin 2026 Harus Bersiap: Tes Fisik Bukan Sekadar Uji Kuat

Jika indikator atau pelampung water separator menunjukkan kandungan air sudah banyak, bagian tersebut perlu dikuras. 

Pemeriksaan secara berkala dapat membantu mencegah air masuk lebih jauh ke sistem bahan bakar.

Bagi warga Bogor yang menggunakan Canter untuk membawa barang dalam aktivitas harian, pemeriksaan water separator sebaiknya tidak menunggu sampai mesin mengalami gangguan.

Baca Juga: Museum Catur Indonesia Bekasi, Wisata Edukasi dengan Konsep Living Museum dan Papan Catur Raksasa

Jangan Abaikan Kondisi Selang Bahan Bakar

Bagian lain yang perlu diperiksa adalah selang-selang bahan bakar. Penggunaan biosolar disebut dapat membuat material selang lebih cepat mengalami getas.

Selang yang mulai retak atau getas sebaiknya segera diperiksa dan diganti apabila kondisinya sudah tidak layak. 

Material yang rusak berpotensi menjadi sumber kotoran atau serpihan yang mengganggu sistem bahan bakar.

Baca Juga: Kedai Jajan 735 di Lodaya Bogor, Tempat Nongkrong Homey dengan Velvet Chili Misoa

Kerusakan pada sistem bahan bakar common rail dapat berujung pada masalah komponen yang biaya penggantiannya tidak murah, sehingga pemeriksaan preventif menjadi langkah penting.

Bersihkan Lubang Pengisian Solar

Kebersihan juga perlu diperhatikan sebelum mengisi bahan bakar. Area sekitar lubang pengisian solar sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar debu dan kotoran tidak ikut masuk ke tangki.

Langkah sederhana ini penting terutama bagi kendaraan niaga yang sering beroperasi di lingkungan berdebu. 

Baca Juga: Wiper Mobil Sering Berdecit? Kenali Keunggulan Wiper Silicone yang Lebih Awet

Kotoran yang masuk ke sistem bahan bakar dapat menambah beban kerja filter dan berpotensi mengganggu komponen sistem injeksi.

Injector Cleaner Bisa Menjadi Bagian Perawatan

Disarankan juga penggunaan diesel injector cleaner sebagai bagian dari perawatan sistem injeksi. Produk pembersih injektor disebut dapat ditambahkan ke dalam tangki sesuai petunjuk penggunaan.

Dalam video, interval yang disebutkan adalah sekitar setiap 10.000 kilometer. Namun, pengguna tetap perlu mengikuti aturan pemakaian produk dan rekomendasi Mitsubishi untuk memastikan jenis serta dosis bahan tambahan sesuai dengan kendaraan.

Baca Juga: Gaji Tembus Rp50 Juta? Intip Insentif Menggiurkan untuk Dokter Spesialis di Desa

Gunakan Filter Solar yang Sesuai

Pemilihan filter solar juga tidak kalah penting. Sumber informasi menyarankan penggunaan filter original karena elemen penyaringnya dirancang sesuai kebutuhan sistem bahan bakar kendaraan.

Pada mesin common rail, kualitas penyaringan menjadi penting karena injektor bekerja dengan presisi tinggi. 

Karena itu, pemilik Mitsubishi Canter di Bogor sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga filter, tetapi juga kualitas dan kesesuaiannya dengan spesifikasi kendaraan.

Baca Juga: Menang Jadi Harga Mati! Ini Skenario Timnas Indonesia Lolos ke Final ASEAN Cup 2026 

Perawatan Canter Euro 4 Perlu Lebih Disiplin

Penggunaan solar B50 membuat pemilik kendaraan diesel perlu lebih disiplin menjaga sistem bahan bakar. 

Filter solar, water separator, selang bahan bakar, lubang pengisian, injektor, dan kualitas filter menjadi beberapa bagian yang perlu diperiksa secara berkala.

Untuk warga Bogor yang mengandalkan Mitsubishi Canter sebagai kendaraan niaga, perawatan rutin dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal sebelum berkembang menjadi gangguan pada sistem common rail. 

Baca Juga: Update Bansos Akhir September 2026, Bagaimana Nasib KPM Game Online Terlarang? 

Interval servis tetap sebaiknya mengacu pada buku manual dan rekomendasi resmi pabrikan sesuai kondisi operasional kendaraan.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : YouTube Dokter Otomotif
Mesin common rail solar B50 Mitsubishi canter euro 4 bogor otomotif