RADAR BOGOR – Honda Dream NCX125 Emerald 2027 resmi diperkenalkan untuk pasar Kamboja dengan membawa sejumlah penyegaran pada tampilan.
Honda Dream, motor bebek yang mempertahankan desain klasik tersebut kini hadir dengan warna hijau zamrud serta kombinasi aksen emas dan platinum yang membuat penampilannya terlihat lebih mewah.
Honda Dream dikenal sebagai salah satu motor bebek yang masih mempertahankan identitas desain lawas di kawasan Asia Tenggara.
Bodi ramping, setang tinggi, jok panjang, serta bentuk buritan khas membuatnya tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi penggemar motor klasik.
Pada model 2027, Honda tidak mengubah formula utama Dream. Pembaruan lebih banyak diarahkan pada tampilan eksterior untuk memberikan nuansa premium tanpa menghilangkan karakter klasik yang menjadi ciri khasnya.
Honda Dream 2027 Dibekali Warna Hijau Zamrud
Sesuai dengan nama variannya, Honda Dream NCX125 Emerald 2027 mengandalkan warna Emerald Green sebagai identitas utama.
Baca Juga: Adhisty Zara Resmi Jadi Ibu, Umumkan Kelahiran Anak Pertama Bernama Benjiro Nayel Ali
Warna hijau tersebut dipadukan dengan detail emas dan platinum pada bagian bodi serta grafis khusus.
Honda juga menghadirkan motif bunga Romdoul yang merupakan bunga nasional Kamboja.
Grafis tersebut mengusung konsep Timeless Stripe dengan kombinasi garis emas dan platinum serta ornamen Romdoul tiga dimensi.
Sentuhan tersebut membuat tampilan Honda Dream 2027 semakin berbeda dibandingkan model sebelumnya.
Selain grafis, sejumlah komponen juga mendapatkan sentuhan yang menonjolkan kesan klasik.
Sistem pencahayaan sudah menggunakan LED, termasuk lampu depan, sementara desain panel instrumen tetap dibuat sederhana.
Mesin Honda Dream 2027 Berkapasitas 123,94 cc
Untuk sektor mesin, Honda Dream NCX125 Emerald 2027 masih menggunakan mesin satu silinder 4-tak OHC berpendingin udara dengan kapasitas 123,94 cc.
Mesin tersebut telah menggunakan sistem injeksi PGM-FI dan dipadukan dengan transmisi empat percepatan.
Konfigurasi ini tetap mempertahankan karakter Honda Dream sebagai motor bebek yang praktis untuk penggunaan sehari-hari.
Honda juga masih membekali motor ini dengan electric starter dan kick starter. Kapasitas tangki bahan bakarnya mencapai 4 liter.
Baca Juga: Belajar Langsung Dunia Kerja, SMK Ash Shoheh 1 Kunjungan Industri ke Indocement Citeureup Bogor
Tetap Pakai Pelek Jari-jari dan Rem Tromol
Nuansa klasik Honda Dream semakin terasa melalui penggunaan pelek jari-jari berukuran 17 inci.
Sistem pengereman juga masih mempertahankan konfigurasi konvensional dengan rem tromol pada roda depan dan belakang. Motor ini belum menggunakan sistem ABS.
Honda Dream NCX125 Emerald 2027 memiliki panjang 1.868 mm, lebar 697 mm, dan tinggi 1.051 mm.
Jarak sumbu rodanya mencapai 1.200 mm, sedangkan tinggi jok berada di angka 751 mm.
Bobot motor tercatat sekitar 98 kilogram dengan jarak terendah ke tanah 134 mm. Ukuran tersebut tetap mempertahankan karakter Honda Dream sebagai motor bebek yang relatif ringkas dan ringan.
Harga Honda Dream NCX125 Emerald 2027
Untuk pasar Kamboja, Honda Dream NCX125 Emerald 2027 dilaporkan dipasarkan dengan harga sekitar US$2.850 atau setara Rp49 jutaan, tergantung nilai tukar. Sejumlah laporan pasar juga mencatat kisaran harga yang serupa.
Harga tersebut merupakan acuan untuk pasar Kamboja dan bukan harga resmi untuk Indonesia.
Hingga kini, belum terdapat informasi resmi bahwa Honda Dream NCX125 Emerald 2027 akan dipasarkan di Indonesia. Model tersebut saat ini ditujukan untuk pasar Kamboja.
Meski begitu, kehadiran Honda Dream terbaru tetap menarik perhatian, terutama bagi penggemar motor bebek klasik di Indonesia.
Baca Juga: 5 Tahap Burnout yang Sering Tak Disadari, Warga Bogor Kudu Tahu Tandanya
Pasalnya, karakter Honda Dream memiliki kemiripan dengan Honda Astrea yang dahulu populer di Tanah Air.
Honda Astrea sendiri kini sudah tidak lagi dipasarkan, sementara Honda Dream masih mendapatkan pembaruan di Kamboja.
Kehadiran model Emerald 2027 pun menunjukkan bahwa desain motor bebek klasik masih memiliki tempat di pasar Asia Tenggara. (Hendi/Boash)
Editor : Yosep Awaludin