7 Tips Aman Naik Motor Listrik Saat Hujan dan Terobos Genangan

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 09:20 WIB
Ilustrasi naik motor listrik saat hujan. (Foto : google)
Ilustrasi naik motor listrik saat hujan. (Foto : google)

RADAR BOGOR – Musim hujan membuat pengendara sepeda motor listrik perlu memberikan perhatian lebih terhadap keselamatan berkendara dan kondisi komponen kelistrikan.

Jalan licin, genangan air, hingga banjir yang muncul setelah hujan deras menjadi sejumlah kondisi yang perlu diantisipasi, khususnya bagi masyarakat Bogor yang menggunakan motor listrik untuk mobilitas sehari-hari.

Kekhawatiran mengenai risiko korsleting saat motor listrik terkena air memang masih sering muncul.

Namun, sepeda motor listrik produksi pabrikan umumnya telah dirancang dengan perlindungan terhadap air pada sejumlah komponen penting.

Hal tersebut turut dibahas oleh teknisi kendaraan listrik melalui kanal YouTube Dul Teknik.

Agar aktivitas berkendara tetap aman sekaligus membantu menjaga komponen motor listrik tetap awet selama musim hujan, terdapat sejumlah langkah yang dapat diperhatikan.

Baca Juga: Adhisty Zara Resmi Jadi Ibu, Umumkan Kelahiran Anak Pertama Bernama Benjiro Nayel Ali

Berikut panduan berkendara dan perawatan motor listrik saat musim hujan seperti dikutip dari kanal YouTube @DulTeknik:

1. Kenali Tingkat Ketahanan Air Komponen Kelistrikan

Salah satu perbedaan konstruksi motor listrik dengan sepeda motor berbahan bakar bensin adalah tidak adanya busi dan lubang knalpot yang dapat terganggu ketika terkena air.

Pada motor listrik, komponen utama seperti baterai, kontroler, dan dinamo penggerak umumnya telah dirancang memiliki perlindungan terhadap air.

Sejumlah produk bahkan menggunakan komponen dengan sertifikasi ketahanan air mulai dari IP56 hingga IP67.

Meski demikian, tingkat perlindungan tersebut bukan berarti motor listrik bebas dari risiko ketika terendam air dalam waktu lama.

2. Hindari Memaksakan Diri Menerobos Banjir

Motor listrik memang dirancang agar dapat digunakan ketika hujan maupun melewati genangan dengan batas tertentu.

Namun, pengendara tetap disarankan tidak memaksakan diri melewati banjir yang terlalu dalam.

Jika ketinggian air sudah melewati batas aman atau mencapai sekitar separuh roda, lebih baik mencari rute alternatif.

Langkah tersebut dapat mengurangi risiko air masuk melalui celah atau konektor sistem kelistrikan.

3. Waspadai Lubang yang Tertutup Genangan

Genangan air juga dapat menyembunyikan lubang atau kerusakan permukaan jalan.

Baca Juga: Belajar Langsung Dunia Kerja, SMK Ash Shoheh 1 Kunjungan Industri ke Indocement Citeureup Bogor

Kondisi ini perlu diwaspadai pengendara motor listrik karena sebagian besar motor listrik harian menggunakan sistem hub drive BLDC, yakni dinamo penggerak yang terintegrasi langsung pada roda belakang.

Ketika motor menghantam lubang dalam dengan kecepatan tinggi, benturan dapat menyebabkan pelek mengalami kerusakan.

Selain itu, komponen dinamo, termasuk bagian magnet dan karet sil pelindung, juga berpotensi terdampak.

4. Kurangi Kecepatan dan Hindari Tarikan Gas Mendadak

Motor listrik memiliki karakteristik torsi yang dapat tersalurkan secara instan. Karena itu, pengendara terkadang tidak menyadari kecepatan motor sudah cukup tinggi.

Ketika hujan turun, permukaan jalan menjadi lebih licin sehingga risiko ban kehilangan traksi meningkat.

Pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan dan mengoperasikan tuas akselerasi secara bertahap agar motor tetap stabil.

5. Gunakan Klakson untuk Meningkatkan Kewaspadaan

Hujan deras dapat mengurangi jarak pandang pengendara. Air yang menempel pada kaca helm maupun spion juga dapat membuat pengguna jalan lebih sulit melihat kondisi sekitar.

Motor listrik yang bekerja tanpa suara knalpot seperti motor konvensional juga cenderung lebih senyap.

Oleh sebab itu, penggunaan klakson dapat dilakukan ketika melintasi persimpangan atau saat hendak mendahului kendaraan lain untuk membantu memberi tanda keberadaan motor.

6. Keringkan Dinamo Setelah Melewati Genangan

Setelah berkendara di tengah hujan atau melewati genangan, motor sebaiknya tidak langsung dibiarkan dalam kondisi basah.

Baca Juga: 5 Tahap Burnout yang Sering Tak Disadari, Warga Bogor Kudu Tahu Tandanya

Motor dapat ditempatkan menggunakan standar tengah. Selanjutnya, putar tuas gas secara perlahan selama beberapa menit agar dinamo berputar dan menghasilkan panas alami yang membantu mengurangi sisa kelembapan di area pelek.

Langkah tersebut penting dilakukan untuk membantu mengurangi risiko kelembapan yang bertahan di sekitar komponen dinamo dan as roda.

7. Periksa Sil Roda dan Pastikan Port Charger Kering

Bagian lain yang perlu diperiksa adalah sil bearing pada as roda belakang. Apabila kondisinya terlihat kering, pelumas atau gemuk dapat diberikan untuk membantu menjaga perlindungan terhadap rembesan air menuju bagian dalam dinamo.

Selain itu, perhatikan pula port charger setelah motor digunakan ketika hujan. Pastikan bagian tersebut benar-benar kering menggunakan kain mikrofiber atau tisu sebelum kabel pengisi daya disambungkan ke sumber listrik.

Dengan memahami batas ketahanan komponen dan menerapkan perawatan yang tepat, pengguna motor listrik dapat tetap berkendara dengan lebih aman selama musim hujan.

Yang terpenting, pengendara tetap perlu menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan menghindari genangan atau banjir yang berisiko. (Raditya/Boash)

Editor : Yosep Awaludin
berkendara musim hujan motor listrik