RADAR BOGOR – Penggunaan sepeda motor listrik di Indonesia terus berkembang seiring semakin banyaknya pilihan model yang tersedia di pasaran.
Mulai dari skuter listrik untuk mobilitas perkotaan hingga motor listrik dengan performa tinggi, kendaraan ini semakin mudah ditemui dalam aktivitas sehari-hari.
Di balik biaya operasional yang relatif lebih rendah dibandingkan sepeda motor bermesin bensin, pengguna motor listrik perlu memahami cara pengisian daya baterai yang benar.
Hal tersebut penting terutama bagi pemilik yang melakukan charging motor listrik di rumah.
Tidak sedikit pengguna baru yang memperlakukan charger motor listrik seperti perangkat elektronik pada umumnya.
Kabel langsung disambungkan ke stopkontak, kemudian dibiarkan mengisi baterai selama berjam-jam atau bahkan semalaman tanpa memperhatikan kondisi instalasi listrik maupun karakter baterainya.
Baca Juga: 4 Tipe Orang yang Terjebak Takut pada Opini Orang Lain
Padahal, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah apabila dilakukan tanpa memperhatikan spesifikasi kendaraan.
Dampaknya antara lain dapat mempercepat penurunan performa baterai, menyebabkan meteran listrik rumah mengalami kelebihan beban hingga turun (jeglek), serta meningkatkan risiko korsleting yang berpotensi memicu kebakaran.
Praktisi konversi dan perbaikan kendaraan listrik melalui kanal YouTube Dul Teknik turut memberikan sejumlah edukasi mengenai aturan penting saat melakukan pengisian daya baterai motor listrik di rumah.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar proses charging lebih aman dan membantu menjaga usia baterai:
1. Gunakan Charger Sesuai Spesifikasi Baterai
Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah mengganti charger bawaan dengan adaptor yang memiliki voltase atau arus lebih tinggi hanya demi mempercepat proses pengisian baterai.
Charger dengan spesifikasi yang melebihi kemampuan baterai dapat memberikan beban berlebih pada sistem Battery Management System (BMS).
Komponen tersebut memiliki fungsi penting dalam mengatur dan melindungi baterai, termasuk memutus aliran listrik ketika kondisi baterai sudah penuh.
Apabila sistem perlindungan BMS mengalami kerusakan akibat overvoltage, sel baterai lithium dapat mengalami peningkatan suhu secara ekstrem.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan korsleting internal dan dalam kondisi tertentu dapat memicu kerusakan serius pada baterai.
Karena itu, gunakan charger yang sesuai dengan spesifikasi baterai dan rekomendasi pabrikan.
Baca Juga: Adhisty Zara Resmi Jadi Ibu, Umumkan Kelahiran Anak Pertama Bernama Benjiro Nayel Ali
2. Sesuaikan Daya Charger dengan Kapasitas Listrik Rumah
Sebelum melakukan charging motor listrik di rumah, pengguna juga perlu mengetahui berapa besar daya yang dibutuhkan adaptor bawaan kendaraan.
Beberapa motor listrik menggunakan charger dengan arus cukup besar, termasuk 10 ampere atau lebih.
Konsumsi dayanya dapat mencapai lebih dari 730 watt sehingga berpotensi membebani instalasi rumah dengan daya 900 VA atau 1.300 VA.
Jika beban listrik terlalu besar, meteran rumah dapat mengalami penurunan atau jeglek. Karena itu, pengguna perlu memastikan kapasitas listrik rumah mencukupi untuk kebutuhan pengisian daya.
Penggunaan kabel rol berukuran kecil maupun steker cabang bertumpuk berbentuk T juga sebaiknya dihindari.
Arus listrik yang mengalir cukup besar selama berjam-jam dapat membuat kabel mengalami panas berlebih, meleleh, bahkan berpotensi menimbulkan percikan api.
3. Jangan Menunggu Baterai Benar-Benar Habis
Kebiasaan menunggu baterai hingga hampir habis sebelum melakukan pengisian ulang juga perlu diubah.
Sebagian pengguna menganggap baterai motor listrik baru perlu dicas ketika indikator sudah berada di bawah 10 persen.
Padahal, membiarkan baterai bekerja hingga berada pada kondisi daya sangat rendah dapat memberikan beban lebih besar terhadap sel baterai dan berpengaruh terhadap kesehatan baterai atau State of Health (SoH).
Pengguna disarankan mulai mengisi daya ketika kapasitas baterai masih berada di kisaran 20 hingga 30 persen.
Baca Juga: Belajar Langsung Dunia Kerja, SMK Ash Shoheh 1 Kunjungan Industri ke Indocement Citeureup Bogor
Pola pengisian tersebut dapat membantu menjaga siklus penggunaan (life cycle) baterai agar tetap optimal dalam jangka panjang.
4. Dinginkan Baterai dan Gunakan Timer Saat Charging
Setelah motor listrik digunakan untuk perjalanan jauh, jangan langsung menyambungkan charger ketika baterai masih dalam kondisi panas.
Berikan waktu istirahat sekitar 15 hingga 30 menit agar temperatur sel baterai turun dan lebih stabil sebelum proses pengisian daya dimulai.
Pengguna juga dapat mempertimbangkan penggunaan stopkontak dengan timer mekanik apabila motor belum dilengkapi sistem pemutus arus otomatis yang memadai.
Timer dapat membantu membatasi durasi pengisian, terutama ketika pengguna melakukan charging pada malam hari.
Langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko baterai mengalami panas berlebih (overheat) selama proses pengisian dalam waktu lama.
Dengan memahami spesifikasi charger, kapasitas listrik rumah, kondisi baterai, serta waktu pengisian yang tepat, pemilik motor listrik dapat melakukan charging di rumah dengan lebih aman sekaligus membantu menjaga usia pakai baterai. (Raditya/Boash)
Editor : Yosep Awaludin