RADAR BOGOR - Banyak pengemudi memiliki kebiasaan yang tanpa disadari justru membuat sistem AC mobil bekerja lebih berat dari seharusnya.
Mulai dari langsung menyalakan AC saat mesin baru hidup hingga mengatur suhu paling dingin tanpa memperhatikan kondisi kabin, kebiasaan-kebiasaan ini bisa memperpendek usia komponen AC jika terus dibiarkan.
Berikut enam kesalahan umum dalam menggunakan AC mobil yang sebaiknya dihindari, dilansir dari YouTube Tips Otomotif Channel.
Baca Juga: Tips Pasang Roda Depan Yamaha FIZR: Bearing 6201 Jangan Dipasang Asal
1. Langsung Menyalakan AC Saat Mesin Baru Hidup
Kesalahan pertama yang sering dilakukan adalah langsung menyalakan AC dengan pengaturan maksimal begitu mesin baru saja hidup.
Meski menyalakan AC setelah mesin hidup tidak otomatis merusak kompresor, kebiasaan menyalakan banyak beban sekaligus saat mesin baru hidup dapat membuat mesin langsung menerima beban tambahan yang berat.
Cara yang lebih tepat adalah menyalakan mesin terlebih dahulu, biarkan mesin hidup stabil sebentar, baru kemudian mengaktifkan AC.
Baca Juga: Cek Bansos Tahap 4, KPM KKS Lama Perhatikan 4 Tanda Ini
Tidak perlu memanaskan mobil dalam waktu lama, yang terpenting kondisi putaran mesin sudah stabil.
Pada mobil modern, sistem pengaturan mesin sebenarnya sudah dirancang untuk mengatur beban tambahan seperti kompresor AC, sehingga yang perlu dihindari adalah penggunaan AC secara ekstrem tanpa memperhatikan kondisi kendaraan.
2. Langsung Mengatur Suhu Paling Dingin
Kebiasaan langsung mengatur AC ke suhu terendah dan blower tertinggi setiap kali masuk mobil juga perlu diwaspadai.
Baca Juga: Canter Euro 4 Pakai Solar B50, Warga Bogor Wajib Perhatikan 6 Bagian Ini
Meski tidak selalu merusak kompresor, jika dilakukan terus-menerus pada kendaraan dengan sistem AC yang sudah tidak optimal, beban kerja sistem pendingin bisa semakin berat, terutama jika kondensor kotor, filter kabin mampet, evaporator kotor, kipas kondensor bermasalah, atau tekanan refrigeran tidak sesuai.
Jika AC terasa kurang dingin, jangan langsung menyalahkan freon karena masalah sebenarnya bisa berasal dari komponen lain.
3. Mengatur AC Maksimal Saat Kabin Sangat Panas
Situasi umum yang sering terjadi adalah ketika mobil diparkir di bawah terik matahari, kabin terasa seperti oven, kemudian AC langsung diatur pada pengaturan maksimal.
Baca Juga: Honda NX500 Makin Canggih, Moge Adventure Ini Punya 47 PS dan Fitur Modern
Padahal, ada cara yang lebih efektif untuk mempercepat proses pendinginan, yaitu dengan membuka pintu atau kaca terlebih dahulu untuk membuang udara panas yang terperangkap di dalam kabin.
Setelah udara panas keluar, barulah menutup kembali dan menggunakan AC secara normal.
Bagi mobil yang memiliki fitur recirculation, fitur ini bisa digunakan setelah kondisi kabin mulai terkondisikan.
Dengan cara ini, AC tidak perlu bekerja terus-menerus mendinginkan udara panas dari luar.
Baca Juga: AC Mobil Mendadak Tak Dingin? Jangan Langsung Tambah Freon, Ini 7 Penyebabnya
4. Menggunakan Blower Maksimal Terus-Menerus
Banyak orang beranggapan bahwa semakin kencang blower, semakin dingin pula AC yang dihasilkan.
Padahal, blower dan kemampuan sistem AC menghasilkan udara dingin merupakan dua hal yang berbeda.
Blower hanya berfungsi mengatur seberapa banyak udara yang dialirkan ke dalam kabin.
Baca Juga: Motor Sering Berdebu Saat Kemarau? Warga Bogor Wajib Tahu 7 Bagian yang Perlu Dirawat
Jika evaporator kotor, filter kabin mampet, atau sistem pendingin bermasalah, menaikkan blower hingga maksimal belum tentu membuat udara menjadi lebih dingin.
Yang perlu diperiksa justru kondisi sistem AC secara keseluruhan, bukan hanya bermain pada pengaturan blower.
5. Tidak Pernah Merawat Sistem AC
Kesalahan ini menjadi akar masalah yang paling sering ditemui. Banyak pemilik mobil baru membawa kendaraannya ke bengkel setelah AC benar-benar tidak dingin. Padahal, AC mobil membutuhkan perawatan berkala, meliputi:
Baca Juga: Motor Sering Berdebu Saat Kemarau? Warga Bogor Wajib Tahu 7 Bagian yang Perlu Dirawat
- Pemeriksaan dan penggantian filter kabin sesuai kondisinya
- Menjaga kebersihan kondensor
- Memastikan kipas pendingin bekerja dengan baik
- Memeriksa sistem refrigeran jika ada indikasi kebocoran atau penurunan performa
Baca Juga: Mobil Matic Masuk R Malah Jeduk dan Mati? Jangan Buru-buru Turunkan Transmisi, Wajib Cek Hal Ini
Satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah tidak langsung mengisi ulang freon hanya karena AC terasa kurang dingin.
Freon bukan bahan yang secara normal akan habis dengan sendirinya. Jika refrigeran terus berkurang, perlu dicari tahu terlebih dahulu apakah ada kebocoran atau masalah lain pada sistem AC.
6. Memaksa AC Saat Muncul Tanda Kompresor Bermasalah
Kesalahan terakhir adalah tetap memaksakan penggunaan AC meski sudah muncul tanda-tanda tidak normal, seperti kompresor berbunyi kasar, muncul suara berdecit, getaran tidak normal, AC tiba-tiba terasa panas, atau perubahan performa yang drastis.
Baca Juga: Oli Gardan Honda Speknya Mirip Oli Mesin? Warga Bogor Perlu Tahu Sebelum Membeli
Ketika gejala-gejala tersebut muncul, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan, karena semakin cepat masalah ditemukan, semakin mudah pula menentukan komponen mana yang sebenarnya bermasalah.
Perlu dipahami, suara aneh atau AC yang tidak dingin tidak selalu berarti kompresor rusak. Penyebabnya bisa saja berasal dari komponen lain seperti magnetic clutch, kipas, sistem kelistrikan, kondensor, evaporator, refrigeran, atau komponen pendukung lainnya.
Menjaga performa AC mobil agar tetap optimal bukan hanya soal menyalakan dan mengatur suhu dengan benar, tetapi juga menghindari kebiasaan penggunaan yang ekstrem, tidak mengabaikan gejala tidak normal, serta melakukan perawatan berkala pada seluruh komponen sistem pendingin.
Dengan perawatan yang tepat, AC mobil tidak hanya membuat perjalanan lebih nyaman, tetapi juga mencegah kerusakan yang lebih besar dan biaya perbaikan yang lebih mahal di kemudian hari.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : youtube tips otomotif channel