RADAR BOGOR - Musim kemarau, bukan berarti sepeda motor bisa dibiarkan tanpa perawatan.
Justru ketika hujan mulai jarang turun, debu dan panas matahari menjadi dua hal yang perlu mendapat perhatian lebih dari pemilik kendaraan.
Mekanik bengkel Room Technology, Oki mengatakan, perawatan motor memang perlu disesuaikan dengan kondisi musim.
Jika musim hujan identik dengan masalah karat, musim kemarau justru membuat debu lebih mudah menempel di berbagai komponen.
Baca Juga: Honda Dream NCX125 Emerald 2027 Meluncur, Motor Bebek Klasik Makin Mewah
“Musim hujan identik dengan karat, kalau kemarau identik dengan debu. Jadi, beda musim, beda juga perawatannya,” kata Oki kepada Radar Bogor, Rabu 30 September 2026.
Menurut dia, setidaknya ada tujuh bagian yang sebaiknya diperhatikan pemilik motor selama musim kemarau.
1. Jangan Abaikan Filter Udara
Bagian pertama yang perlu diperiksa adalah filter udara.
Komponen ini menjadi salah satu bagian yang rentan dipenuhi debu, terutama ketika kondisi jalan kering dan angin cukup kencang.
Oki mengingatkan, pemilik motor untuk tidak sembarangan membersihkan filter udara, khususnya tipe yang memang dirancang sekali pakai.
“Motor sekarang itu filter udaranya sekali pakai, jadi kalau sudah kotor memang lebih baik diganti,” ujarnya kepada Radar Bogor.
Untuk filter tertentu yang memiliki material kertas berperekat, Oki menyarankan agar tidak dicuci atau disemprot sembarangan.
Jika belum ingin menggantinya, bagian yang memungkinkan cukup dibersihkan secara hati-hati sesuai ketentuan filter tersebut.
“Kalau ada larangan disemprot, jangan disemprot. Minimal bagian plastiknya bisa dilap supaya debunya tidak terlalu menumpuk,” katanya.
Baca Juga: SBR015 Dibuka, Investasi Mulai Rp1 Juta dengan Kupon hingga 6,85 Persen
Menurut Oki, pemilik motor juga bisa mengecek kondisi filter sendiri karena aksesnya relatif mudah.
Namun, cara pembersihan harus disesuaikan dengan jenis filter yang digunakan.
2. Cek Kisi-Kisi Radiator
Bagi pemilik motor yang menggunakan radiator, kisi-kisi pendingin juga tidak boleh luput dari pemeriksaan.
Debu yang terbawa angin dapat menempel dan menutup sebagian kisi-kisi radiator.
Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengganggu proses pendinginan mesin.
“Debu itu identik dengan angin. Angin bisa membawa macam-macam dan akhirnya menutup kisi-kisi radiator,” kata Oki.
Untuk membersihkannya, pemilik motor dapat menggunakan cara manual atau air.
Namun, Oki mengingatkan agar air tidak disemprotkan dengan tekanan terlalu tinggi.
“Kisi-kisi radiator itu mudah bengkok. Jadi kalau pakai air, jangan terlalu bertekanan,” ujarnya.
3. Periksa Shock Depan dan Belakang
Perhatian berikutnya tertuju pada bagian kaki-kaki, terutama shock absorber atau peredam kejut.
Menurut Oki, komponen tersebut cukup rentan terkena debu, khususnya pada bagian yang berhubungan dengan seal atau batang shock.
“Debu bisa masuk melalui bagian seal debu. Kalau tidak diperhatikan, batang shock bisa mudah baret,” katanya.
Ia menyebut, kondisi tersebut perlu diperhatikan karena lapisan pada batang shock motor masa kini relatif tipis sehingga permukaannya dapat lebih mudah mengalami goresan jika kotoran dibiarkan menumpuk.
4. Bersihkan Area Pengisian Oli
Hal yang sering luput dari perhatian adalah bagian sekitar lubang pengisian oli.
Sebelum memasukkan oli baru, Oki menyarankan pemilik motor membersihkan area di sekitar tutup atau lubang pengisian terlebih dahulu.
Baca Juga: 6 Kesalahan Umum Menyalakan AC Mobil yang Bikin Sistem Pendingin Cepat Rusak
“Biasanya banyak debu bersemayam di situ karena ada sisa oli yang menempel. Debu akhirnya ikut menempel,” tuturnya.
Ia menyarankan, penggunaan sabun dan air untuk membersihkan debu pada area tersebut. Penggunaan bensin, kata Oki, tidak perlu dilakukan jika kotorannya hanya berupa debu.
“Kalau debu, lebih baik pakai sabun. Kalau memang banyak oli yang menempel, baru bisa disesuaikan cara membersihkannya,” ujarnya.
Langkah sederhana ini, penting dilakukan agar kotoran di sekitar lubang pengisian tidak berpotensi ikut masuk ketika oli baru dituangkan.
5. Perhatikan Tekanan Angin Ban
Musim kemarau juga membuat kondisi jalan dan aspal menjadi lebih panas.
Karena itu, tekanan ban perlu diperhatikan sebelum motor digunakan, terutama untuk perjalanan pada siang hari.
Oki menyarankan pemilik motor rutin memeriksa tekanan ban dan dapat mempertimbangkan penggunaan nitrogen.
“Kalau bisa pakai nitrogen, bukan angin biasa. Aspal saat musim kemarau panas sekali sehingga suhu di dalam ban juga mudah meningkat,” kata Oki.
Meski demikian, penggunaan nitrogen membutuhkan biaya tambahan dibandingkan pengisian angin biasa.
Yang paling penting, menurut dia, tekanan ban tetap harus diperiksa secara rutin dan disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan.
6. Jangan Langsung Mengelap Bodi Motor
Debu yang menempel di bodi motor juga membutuhkan perlakuan khusus.
Kesalahan sederhana saat membersihkan justru bisa membuat permukaan bodi tergores.
Oki menyarankan agar motor yang penuh debu tidak langsung dilap dalam kondisi kering.
“Kalau banyak debu, jangan langsung dilap. Disiram dulu supaya debu-debunya turun,” ujarnya.
Setelah kotoran berat terangkat, barulah bodi dibersihkan menggunakan kain yang lembut, seperti kain microfiber.
“Kalau langsung dilap, apalagi motornya masih baru, debu bisa membuat permukaan bodi baret,” kata Oki.
7. Gunakan Sarung Saat Motor Diparkir
Terakhir, pemilik motor disarankan tidak membiarkan kendaraannya terlalu lama terpapar panas matahari secara langsung.
Jika tidak memiliki tempat parkir yang teduh, penggunaan sarung motor dapat menjadi pilihan.
Oki menyarankan, penggunaan sarung yang tidak membuat panas matahari langsung terlalu mudah terserap ke permukaan kendaraan.
“Kalau bisa ditutup atau disarungin. Kalau parkir, usahakan di tempat yang teduh supaya motor tidak terus-terusan terkena matahari,” katanya.
Paparan panas dan sinar matahari dalam waktu lama juga perlu diperhatikan karena dapat berdampak pada sejumlah bagian kendaraan, termasuk permukaan cat dan komponen berbahan plastik.
Dengan melakukan pemeriksaan sederhana pada tujuh bagian tersebut, pemilik motor dapat mengurangi risiko berbagai masalah yang muncul akibat debu, panas, dan kondisi jalan selama musim kemarau.
“Intinya, beda musim beda perawatan. Jangan sampai karena kemarau motor malah tidak diperhatikan,” pungkas Oki. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti