RADAR BOGOR - Salah satu produk mobil listrik menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan kendaraan tersebut mogok di tengah jalan dan mengalami Power System Failure.
Kondisi mobil listrik tersebut kemudian dibahas oleh Dokter Mobil Indonesia melalui kanal YouTube mereka.
Dalam pembahasannya, penyebab pasti mobil listrik itu mengalami mati total belum dapat dipastikan karena belum ada pernyataan resmi mengenai sumber kerusakan.
Salah satu isu yang beredar menyebut kebiasaan melakukan fast charging dan mengisi daya hingga 100 persen menjadi penyebab kendaraan mengalami masalah.
Namun, Dokter Mobil Indonesia menilai anggapan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan.
Penyebab Mobil Listrik Mogok Belum Diketahui
Dokter Mobil Indonesia menjelaskan bahwa Power System Failure pada mobil listrik dapat disebabkan oleh berbagai faktor.
Baca Juga: Percepatan Pembukaan Rekening 4,33 Juta KPM Bansos dan Uji Coba Portal VerLinsos
Kemungkinan tersebut antara lain masalah pada perangkat lunak (software), baterai, kabel, sekring, soket, sensor, maupun komponen kelistrikan lainnya.
“Belum ada statement resmi kenapa itu mogok,” demikian penjelasan dalam video Dokter Mobil Indonesia.
Menurut pembahasan tersebut, dugaan bahwa mobil mogok karena terlalu sering melakukan fast charging hingga 100 persen juga belum memiliki dasar yang cukup.
Sistem pengisian daya pada kendaraan disebut memiliki mekanisme untuk menghentikan pengisian ketika baterai telah mencapai kapasitas penuh.
Mobil Listrik Mogok Tidak Mudah Didorong
Dokter Mobil Indonesia juga menjelaskan alasan mobil listrik yang mengalami mati total terasa sangat berat ketika hendak didorong.
Hal itu berkaitan dengan sistem regenerative braking. Ketika kendaraan didorong, motor listrik dapat berperan sebagai generator sehingga memberikan hambatan.
Karena itu, mobil listrik yang mengalami gangguan tidak selalu berarti benar-benar tidak dapat didorong. Namun, prosesnya dapat terasa sangat berat.
Penanganannya juga bergantung pada sistem penggerak kendaraan. Pada mobil dengan penggerak roda depan, roda depan perlu diperhatikan saat proses towing. Sementara kendaraan 4x4 membutuhkan penanganan berbeda.
Jika mobil listrik mengalami mati total, Dokter Mobil Indonesia menyarankan pemilik tidak memaksakan kendaraan untuk didorong secara manual.
Pemilik disarankan menghubungi layanan towing yang memiliki peralatan sesuai untuk kendaraan listrik.
Baca Juga: Tika Peduli Tirta Pakuan Hadirkan Pengobatan Gratis dan Edukasi Air Bersih di Bogor
Informasi bahwa kendaraan merupakan mobil listrik dan mengalami mati total juga penting disampaikan kepada petugas agar mereka dapat menyiapkan peralatan yang tepat.
Untuk kendaraan yang masih dalam masa garansi, kendaraan juga disarankan dibawa langsung ke bengkel resmi untuk mendapatkan pemeriksaan.
Dokter Mobil Indonesia Sebut Banyak Kemungkinan
Dalam analisisnya, Dokter Mobil Indonesia menyebut masalah software glitch sebagai salah satu kemungkinan yang perlu diperiksa.
Namun, hal tersebut ditegaskan sebagai pandangan berdasarkan analisis teknis, bukan kesimpulan mengenai penyebab kasus tersebut.
Kemungkinan lain yang disebut meliputi sekring putus, kabel atau soket bermasalah, sensor mengalami gangguan, hingga masalah pada sistem baterai.
Dengan belum adanya keterangan resmi mengenai penyebab mobil listrik tersebut mati total, masyarakat disarankan tidak langsung menyimpulkan bahwa kebiasaan mengisi daya hingga 100 persen menjadi penyebab kerusakan. (Fauzan Kaifah/MG)
Editor : Yosep Awaludin