Sebelum Beli Mobil, Kamu Perlu Tahu 6 Masalah yang Sering Dikeluhkan Pemilik Kendaraan dan Sebabnya

Kholikul Ihsan • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 14:25 WIB
Ilustrasi lampu indikator dasbor mobil menyala (ilustrasi Gemini AI)
Ilustrasi lampu indikator dasbor mobil menyala (ilustrasi Gemini AI)

RADAR BOGOR - Pemilik mobil bisa merasa khawatir ketika kendaraan tiba-tiba menunjukkan gejala tidak normal, mulai dari lampu indikator menyala, AC tidak dingin, kaki-kaki berbunyi hingga mesin dan transmisi bermasalah. 

Mengutip dari kanal otomotif YouTube AHA pedia, ada enam kelompok keluhan yang sering membuat pemilik kendaraan merasa terganggu dan perlu segera diperiksa.

Bagi warga Bogor, berbagai gejala tersebut penting dikenali sejak awal. Sebab, beberapa masalah memang masih memungkinkan mobil digunakan, tetapi jika dibiarkan dapat berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar dan membutuhkan biaya perbaikan lebih tinggi. Hal itulah yang membuat pentingnya perawatan mobil dengan benar.

Baca Juga: Wisata Edukasi Dunia Satwa di Animalium BRIN Bogor Cocok untuk Rekreasi Keluarga

1. Lampu Indikator Dashboard Menyala

Keluhan yang paling mudah membuat pemilik mobil khawatir adalah munculnya indikator di dashboard.

Contohnya check engine, ABS, airbag, power steering hingga indikator aki dan oli. Lampu tersebut terlihat langsung ketika mobil digunakan sehingga sering membuat pengemudi bertanya-tanya mengenai kondisi kendaraannya.

Masalah indikator berkaitan dengan sistem kelistrikan dan elektronik kendaraan. Penyebabnya bisa beragam sehingga tidak sebaiknya langsung menyimpulkan bahwa komponen tertentu pasti rusak.

Baca Juga: Cek Bansos Tahap 4, KPM KKS Lama Perhatikan 4 Tanda Ini

Pada kendaraan modern, pemeriksaan menggunakan scanner dapat membantu membaca data dan mencari sumber gangguan sebelum dilakukan penggantian komponen.

2. AC Mobil Tidak Dingin

Keluhan kedua yang sering membuat pengemudi tidak nyaman adalah AC mobil mulai kurang dingin hingga akhirnya tidak mengeluarkan udara dingin.

Menurut penjelasan mekanik dalam sumber tersebut, gangguan AC dapat berkaitan dengan kebocoran freon, seal yang sudah menurun kondisinya, kompresor, kondensor, extra fan, magnetic clutch, atau fuse.

Baca Juga: Sudah Desil 1-4 tapi Bansos PKH BPNT Belum Cair? Ini Penjelasannya

Gejala AC juga tidak selalu muncul secara mendadak. Pada beberapa kasus, AC terlebih dahulu terasa kurang dingin dan kemudian semakin menurun performanya.

Karena itu, warga Bogor sebaiknya tidak langsung meminta pengisian freon ketika AC mobil mulai tidak dingin. Sumber masalah perlu diperiksa terlebih dahulu agar perbaikan tidak hanya bersifat sementara.

3. Kaki-Kaki dan Suspensi Mulai Berbunyi

Kaki-kaki mobil berada di urutan berikutnya dalam daftar keluhan. Gejalanya dapat berupa bunyi-bunyi dari bagian bawah kendaraan atau mobil terasa kurang stabil ketika digunakan.

Baca Juga: Digitalisasi Bansos: Sistem Otomatis yang Tentukan Kelayakan Penerima Bantuan Sosial

Komponen yang disebut dalam pembahasan antara lain bushing lower arm, bushing member, rack steer, serta shock absorber atau shockbreaker.

Kerusakan pada kaki-kaki bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan. Kondisi komponen tersebut juga berhubungan dengan kestabilan kendaraan dan pengendalian saat mobil berjalan.

Karena itu, jika mobil warga Bogor mulai mengeluarkan bunyi aneh dari bagian kaki-kaki, sebaiknya dilakukan pemeriksaan sebelum kerusakan merembet ke komponen lain.

Baca Juga: Bantuan Rp300 Ribu dan Rp600 Ribu Mulai Cair, Cek Jenis Bansos dan Wilayahnya

4. Mesin dan Sistem Pendingin Bermasalah

Masalah berikutnya masuk ke bagian mesin dan sistem pendinginan. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah temperatur mesin meningkat atau muncul tanda-tanda kekurangan cairan pendingin.

Radiator, reservoir, oli mesin dan komponen sistem pendingin perlu diperhatikan secara berkala.

Selain overheat, mesin juga dapat menunjukkan gejala seperti suara kasar, mesin pincang, brebet atau tenaga berkurang. Kondisi oli yang jarang diganti juga dapat memengaruhi kinerja mesin.

Baca Juga: Tak Sekadar Hiburan, Melayuan Jadi Cara Warga Empang Bogor Jaga Budaya dan Kebersamaan

Masalah mesin biasanya membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam karena komponen mekanis di dalamnya tidak selalu dapat diketahui hanya dari tampilan luar.

5. Transmisi Manual, Matik dan CVT

Transmisi juga menjadi salah satu sumber masalah yang dapat membuat pemilik mobil pusing, terutama karena biaya perbaikannya berpotensi besar.

Pada transmisi manual, keluhan dapat berupa masalah kopling atau pedal kopling yang tidak kembali normal. 

Baca Juga: Tak Sekadar Hiburan, Melayuan Jadi Cara Warga Empang Bogor Jaga Budaya dan Kebersamaan

Sementara pada transmisi otomatis dan CVT, gejala yang disebut antara lain hentakan atau jeduk dan selip.

Perbedaan karakter setiap jenis transmisi membuat diagnosis harus dilakukan sesuai sistem yang digunakan kendaraan. 

Jangan menunda pemeriksaan jika gejala mulai muncul karena kerusakan transmisi dapat berkembang dan membuat biaya perbaikan semakin besar.

Baca Juga: Cek Bansos Kini Tampilkan Status 'Aktif DTSEN', Ini Ciri KPM yang Datanya Aman Jelang Tahap 4

6. Bunyi dan Bau dari Dalam Kabin

Keluhan terakhir justru berasal dari sesuatu yang langsung dirasakan selama berada di dalam mobil.

Bunyi berdecit dari pintu, suara dari area bagasi hingga bau yang masuk ke kabin dapat mengganggu kenyamanan pengemudi dan penumpang.

Bau bensin, solar atau asap kendaraan dari luar juga perlu diperhatikan. Jika bau bahan bakar masuk ke dalam kabin, pemilik sebaiknya tidak menganggapnya sebagai gangguan biasa karena sumbernya perlu dicari.

Baca Juga: Data Bansos Tidak Aman? Ini Ciri KPM yang Berisiko Tidak Cair di Tahap 4 dan Cara Memperbaikinya

Jangan Hanya Menunggu Sampai Rusak Parah

Enam kelompok masalah tersebut menunjukkan bahwa gangguan mobil tidak selalu dimulai dari mesin. 

Kelistrikan dan indikator dashboard, AC, kaki-kaki, mesin, transmisi, serta kenyamanan kabin semuanya dapat memengaruhi pengalaman berkendara.

Bagi warga Bogor, langkah paling penting adalah memperhatikan perubahan kecil pada kendaraan atau muncul bau tidak biasa sebaiknya menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan.

Baca Juga: Cek Bansos Kini Tampilkan Status 'Aktif DTSEN', Ini Ciri KPM yang Datanya Aman Jelang Tahap 4

Jika penyebabnya belum diketahui, diagnosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan visual, scanner, pengukuran komponen, hingga tes jalan. 

Dengan menemukan sumber masalah lebih awal, pemilik kendaraan dapat menentukan perbaikan yang diperlukan tanpa sekadar mengganti komponen berdasarkan dugaan.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube AHA pedia
AC tidak dingin lampu indikator menyala perawatan mobil otomotif