RADAR BOGOR – BMW membuka babak baru di pasar kendaraan listrik premium melalui BMW iX3 2026. SUV listrik ini menjadi bagian dari era Neue Klasse yang membawa perubahan besar pada platform, teknologi, desain, hingga karakter berkendara BMW.
Bukan sekadar facelift, BMW merancang iX3 generasi terbaru dari awal dengan fokus pada efisiensi, performa, teknologi digital, serta pengalaman berkendara khas BMW.
Dalam pengujian di jalanan Indonesia yang diulas kanal YouTube Otodriver, BMW iX3 menunjukkan kemampuan jelajah yang cukup impresif, termasuk ketika digunakan di tengah lalu lintas dan kondisi cuaca yang berbeda.
Baca Juga: Permohonan Maaf Langsung dari Pusat Terkait Keterlambatan TPG Juli-September 2026
Tenaga 469 HP, 0-100 Km/Jam 4,4 Detik
BMW iX3 mengusung sistem penggerak semua roda atau AWD. Motor listriknya mampu menghasilkan tenaga hingga 469 HP dengan torsi maksimum mencapai 645 Nm.
Dengan bobot sekitar 2,5 ton, performa SUV listrik ini tetap agresif. Berdasarkan pengujian menggunakan alat ukur berbasis GPS dalam mode Sport dan dengan Launch Control aktif, iX3 mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu sekitar 4,4 detik.
BMW juga menghadirkan pengalaman berkendara yang berbeda melalui suara buatan untuk kabin. Sistem tersebut dikembangkan dengan melibatkan komposer musik Hans Zimmer untuk memberikan sensasi suara saat mobil berakselerasi.
Baca Juga: Silent Hill Bakal Di-reboot, Produser Resident Evil Roy Lee Disebut Terlibat
Sekali Cas Bisa Menempuh Ratusan Kilometer
Salah satu daya tarik terbesar BMW iX3 berada pada kapasitas baterainya yang mencapai 108,7 kWh.
Secara resmi, BMW mengklaim jarak tempuh hingga 805 kilometer berdasarkan pengujian WLTP. Namun, penggunaan di kondisi nyata tentu dapat menghasilkan angka berbeda.
Dalam pengujian di Indonesia, efisiensi tercatat sekitar 6 km/kWh. Dengan kapasitas baterai tersebut, jarak tempuh riil diperkirakan berada di kisaran 650 kilometer dalam sekali pengisian.
Angka tersebut membuat pengguna tidak harus terlalu sering mencari stasiun pengisian ketika melakukan perjalanan antarkota, termasuk rute Jakarta-Bogor dan perjalanan lebih jauh.
Baca Juga: Bansos Digital Berbasis IKD, Pemilik KTP Berpeluang Dapat 7 Bantuan Sekaligus
Fast Charging 400 kW
Urusan pengisian daya juga menjadi salah satu sektor yang mendapat peningkatan besar.
BMW iX3 mampu menerima daya DC fast charging hingga 400 kW. Dengan infrastruktur pengisian yang mendukung, BMW mengklaim pengisian baterai dari 10 persen hingga 80 persen dapat dilakukan sekitar 21 menit.
Kemampuan tersebut tentu baru bisa dirasakan secara optimal apabila jaringan SPKLU dengan daya pengisian tinggi tersedia secara luas.
Kokpit Futuristis dengan Panoramic Vision
Baca Juga: Bukan Cuma Angka, Ini Deretan Skill Analitik yang Paling Dicari di CPNS 2027
Masuk ke interior, BMW membawa konsep digital yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya.
Salah satu fitur yang paling mencolok adalah Panoramic Vision Display. Sistem ini menampilkan informasi penting berkendara pada area bawah kaca depan sehingga pengemudi dapat melihat informasi tanpa harus terlalu sering mengalihkan pandangan dari jalan.
Teknologi bantuan pengemudi atau ADAS juga mendapat perhatian besar.
Salah satunya Traffic Jam Assist yang membantu mengatur laju kendaraan ketika menghadapi kemacetan. Sistem tersebut dirancang agar pengereman dan akselerasi berlangsung lebih halus.
BMW juga menyematkan teknologi eye-tracking. Sensor tersebut dapat memantau perhatian pengemudi dan memberikan respons berbeda sesuai kondisi, termasuk ketika pengemudi tidak memperhatikan jalan.
Baca Juga: Maulid Nabi di Ciampea Bogor Diwarnai Komitmen Tolak LGBT
Bisa Mengenali Lokasi Tertentu
Teknologi digital BMW iX3 tidak berhenti pada sistem bantuan berkendara.
Integrasi sistem navigasi memungkinkan kendaraan mengenali lokasi tertentu yang telah disimpan. Misalnya, mobil dapat mengingat lokasi gerbang tol tertentu dan melakukan penyesuaian fitur kendaraan ketika mencapai titik tersebut.
Sejumlah pengaturan bantuan berkendara juga dapat disesuaikan berdasarkan lokasi. Hal ini memungkinkan sistem bekerja lebih sesuai dengan kondisi lingkungan yang sering dilewati pemilik kendaraan.
Tetap Ada Beberapa Catatan
Baca Juga: Akhirnya TPG September 2026 Diproses, Ini Arti Warna Status Info GTK
Meski menawarkan teknologi yang sangat lengkap, BMW iX3 tetap memiliki sejumlah hal yang membutuhkan adaptasi.
Pengaturan AC yang semakin mengandalkan layar sentuh dinilai kurang praktis bagi sebagian pengguna, terutama ketika harus melakukan penyesuaian saat berkendara.
Desain setir juga membutuhkan waktu untuk membiasakan diri. Selain itu, interior berwarna terang membutuhkan perhatian ekstra agar tetap bersih ketika digunakan setiap hari.
Namun, secara keseluruhan BMW iX3 2026 menunjukkan arah baru BMW di era kendaraan listrik.
Baca Juga: Mobil Listrik Mogok di Tengah Jalan, Benarkah Akibat Sering Cas hingga 100 Persen?
Perpaduan performa tinggi, jarak tempuh panjang, kemampuan pengisian cepat, teknologi bantuan berkendara, serta karakter handling khas BMW membuat iX3 Neue Klasse menjadi salah satu SUV listrik premium yang menarik perhatian.
Jika teknologi tersebut didukung semakin luasnya infrastruktur pengisian daya di Indonesia, BMW iX3 berpotensi menjadi salah satu standar baru kendaraan listrik premium di Tanah Air. (S.Rayhan/Boash)
Editor : Rani Puspitasari Sinaga